Terkait Rangkaian Kekerasan di Yahukimo
JAYAPURA–Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) mulai memetakan cara kerja dan pola yang dilakukan pelaku kekerasan berujung kematian yang terjadi di Kabupaten Yahukimo beberapa waktu terakhir. Meski para pelaku terdeteksi merupakan anggota muda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) namun karena belum tertangkap akhirnya hingga kini proses pengejaran masih terus dilakukan.
Hasil analisa Satgas ODC diketahui jika pelaku melakukan aksi dengan cara gerilya. Setelah melakukan aksi, para pelaku langsung melarikan diri sehingga menyulitkan proses penindakan di lapangan. “Mereka ini bergerak secara gerilya. Setelah melakukan penganiayaan atau penyerangan, mereka langsung kabur,” jelas Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo Minggu (3/5) kemarin.
Dijelaskan selain menganalisa pola kerja pelaku, Satgas ODC juga memetakan waktu dan lokasi yang dianggap rawan sebagai bagian dari langkah antisipasi.
“Jam-jam rawan sudah kita petakan, lokasi-lokasi juga sudah kita identifikasi. Upaya patroli dan langkah-langkah pengamanan lainnya terus kita lakukan secara maksimal,” sambung Yusuf.
“Kami terus melakukan pemetaan dan penyelidikan untuk mengetahui pola serta pergerakan mereka,” imbuhnya.
Pihaknya juga meningkatkan intensitas patroli di wilayah Kabupaten Yahukimo menyusul rangkaian aksi kekerasan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif, terutama setelah tiga insiden yang menimpa warga sipil. Berdasarkan catatan aparat, insiden pertama terjadi pada Senin (27/4). Aksi serupa kembali terjadi pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22 WIT di Jalan Jenderal Sudirman, Dekai.
Terkait Rangkaian Kekerasan di Yahukimo
JAYAPURA–Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) mulai memetakan cara kerja dan pola yang dilakukan pelaku kekerasan berujung kematian yang terjadi di Kabupaten Yahukimo beberapa waktu terakhir. Meski para pelaku terdeteksi merupakan anggota muda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) namun karena belum tertangkap akhirnya hingga kini proses pengejaran masih terus dilakukan.
Hasil analisa Satgas ODC diketahui jika pelaku melakukan aksi dengan cara gerilya. Setelah melakukan aksi, para pelaku langsung melarikan diri sehingga menyulitkan proses penindakan di lapangan. “Mereka ini bergerak secara gerilya. Setelah melakukan penganiayaan atau penyerangan, mereka langsung kabur,” jelas Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo Minggu (3/5) kemarin.
Dijelaskan selain menganalisa pola kerja pelaku, Satgas ODC juga memetakan waktu dan lokasi yang dianggap rawan sebagai bagian dari langkah antisipasi.
“Jam-jam rawan sudah kita petakan, lokasi-lokasi juga sudah kita identifikasi. Upaya patroli dan langkah-langkah pengamanan lainnya terus kita lakukan secara maksimal,” sambung Yusuf.
“Kami terus melakukan pemetaan dan penyelidikan untuk mengetahui pola serta pergerakan mereka,” imbuhnya.
Pihaknya juga meningkatkan intensitas patroli di wilayah Kabupaten Yahukimo menyusul rangkaian aksi kekerasan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif, terutama setelah tiga insiden yang menimpa warga sipil. Berdasarkan catatan aparat, insiden pertama terjadi pada Senin (27/4). Aksi serupa kembali terjadi pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22 WIT di Jalan Jenderal Sudirman, Dekai.