Kemenkes Gandeng Enam Provinsi di Tanah Papua Percepat Eliminasi TBC dan Malaria

SENTANI – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkolaborasi dengan enam provinsi di Tanah Papua dalam menyusun program pemberantasan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC) dan malaria, sesuai arahan Presiden RI.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan kunjungan ke Papua, khususnya di Jayapura, merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pemerintah pusat dalam menekan angka kasus TBC di Indonesia.

Ia menyebutkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara di Kabupaten Jayapura, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.400 kasus, dan hingga saat ini telah ditemukan 400 kasus baru, sehingga total mencapai 1.800 kasus. “Dalam waktu dekat kita akan fokus pada upaya pencegahan dan pengobatan terhadap kasus-kasus tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Tepis Dana Bencana Mengendap di Bank

Selain TBC, penanganan malaria juga menjadi perhatian. Di Kabupaten Jayapura, khususnya di Puskesmas Sentani, program eliminasi malaria dinilai berjalan cukup baik. Setiap pasien maupun pengunjung yang datang langsung menjalani skrining, dan jika terdeteksi, segera diberikan pengobatan sesuai berat badan, dosis, serta aturan minum obat.
Program serupa, lanjutnya, akan diperluas ke seluruh wilayah Papua, termasuk upaya pemberantasan TBC hingga ke kampung-kampung.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi bersama pemerintah daerah dengan target Indonesia bebas TBC dan malaria pada tahun 2030. Papua sendiri masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar kasus malaria di Indonesia, yakni lebih dari 90 persen dari total kasus nasional.

Baca Juga :  Banyak Kasus Penjambretan Terjadi di Sentani Timur

Selain itu, Kemenkes juga merencanakan program rehabilitasi rumah bagi pasien TBC yang tinggal di hunian tidak layak. Sekitar 100 unit rumah ditargetkan akan direnovasi untuk mendukung proses penyembuhan pasien.

SENTANI – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkolaborasi dengan enam provinsi di Tanah Papua dalam menyusun program pemberantasan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC) dan malaria, sesuai arahan Presiden RI.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan kunjungan ke Papua, khususnya di Jayapura, merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pemerintah pusat dalam menekan angka kasus TBC di Indonesia.

Ia menyebutkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara di Kabupaten Jayapura, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.400 kasus, dan hingga saat ini telah ditemukan 400 kasus baru, sehingga total mencapai 1.800 kasus. “Dalam waktu dekat kita akan fokus pada upaya pencegahan dan pengobatan terhadap kasus-kasus tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Mayat Pria Ditemukan di Perumahan Sosial, Penyebab Kematian Masih Ditelusuri

Selain TBC, penanganan malaria juga menjadi perhatian. Di Kabupaten Jayapura, khususnya di Puskesmas Sentani, program eliminasi malaria dinilai berjalan cukup baik. Setiap pasien maupun pengunjung yang datang langsung menjalani skrining, dan jika terdeteksi, segera diberikan pengobatan sesuai berat badan, dosis, serta aturan minum obat.
Program serupa, lanjutnya, akan diperluas ke seluruh wilayah Papua, termasuk upaya pemberantasan TBC hingga ke kampung-kampung.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi bersama pemerintah daerah dengan target Indonesia bebas TBC dan malaria pada tahun 2030. Papua sendiri masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar kasus malaria di Indonesia, yakni lebih dari 90 persen dari total kasus nasional.

Baca Juga :  Bupati Tepis Dana Bencana Mengendap di Bank

Selain itu, Kemenkes juga merencanakan program rehabilitasi rumah bagi pasien TBC yang tinggal di hunian tidak layak. Sekitar 100 unit rumah ditargetkan akan direnovasi untuk mendukung proses penyembuhan pasien.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya