JAYAPURA — Prestasi membanggakan diraih Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an dan Sains (TQS) Mujibur Rahman Papua. Meski baru beroperasi selama delapan bulan, lembaga pendidikan tersebut sukses keluar sebagai juara umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Distrik Muara Tami.
Ajang MTQ yang digelar dua tahun sekali ini dikenal sebagai salah satu kompetisi bergengsi di seluruh tanah air khususnya di kota Jayapura wilayah Muara Tami, ivent ini diikuti oleh berbagai pondok pesantren dan sekolah.
Namun, kehadiran Ponpes TQS Mujibur Rahman Papua mampu mencuri perhatian dengan raihan prestasi yang luar biasa. Pimpinan Ponpes TQS Mujibur Rahman Papua, Muhamad Rum Rumadan, SH.I, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen pondok, mulai dari para ustaz dan ustazah hingga dukungan penuh dari orang tua santri.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan besar bagi kami. Walaupun usia pondok belum genap satu tahun, namun para santri mampu menunjukkan kualitas dan daya saing yang tinggi,” ujarnya ke Cepos, Selasa (21/4).
JAYAPURA — Prestasi membanggakan diraih Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an dan Sains (TQS) Mujibur Rahman Papua. Meski baru beroperasi selama delapan bulan, lembaga pendidikan tersebut sukses keluar sebagai juara umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Distrik Muara Tami.
Ajang MTQ yang digelar dua tahun sekali ini dikenal sebagai salah satu kompetisi bergengsi di seluruh tanah air khususnya di kota Jayapura wilayah Muara Tami, ivent ini diikuti oleh berbagai pondok pesantren dan sekolah.
Namun, kehadiran Ponpes TQS Mujibur Rahman Papua mampu mencuri perhatian dengan raihan prestasi yang luar biasa. Pimpinan Ponpes TQS Mujibur Rahman Papua, Muhamad Rum Rumadan, SH.I, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen pondok, mulai dari para ustaz dan ustazah hingga dukungan penuh dari orang tua santri.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan besar bagi kami. Walaupun usia pondok belum genap satu tahun, namun para santri mampu menunjukkan kualitas dan daya saing yang tinggi,” ujarnya ke Cepos, Selasa (21/4).