SENTANI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris BPBD Kabupaten Jayapura, Lenny Pasulu, mengatakan kondisi hujan yang terus-menerus dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Papua, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, faktor seperti gelombang atmosfer tropis, kelembaban udara yang tinggi, suhu muka laut yang hangat, serta pertemuan massa udara turut memperkuat pembentukan awan hujan.
“Kabupaten Jayapura memiliki topografi berupa cekungan yang dikelilingi perbukitan, sehingga kondisi ini memperkuat pembentukan awan dan meningkatkan intensitas hujan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini wilayah Jayapura masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau yang diperkirakan mulai pada Mei mendatang. Pada periode ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi.
Seiring dengan kondisi tersebut, BPBD mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai potensi bencana, seperti banjir, angin kencang, petir, hingga tanah longsor.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Sentani juga diminta mewaspadai kenaikan debit air danau yang dapat menyebabkan luapan ke permukiman. BPBD juga menyoroti persoalan sampah yang turut memperparah kondisi banjir. Meski pembersihan telah dilakukan, sampah dari hulu kembali menumpuk dan menghambat aliran air.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan parit dan saluran air,” tegasnya.