WAMENA – Kendati pemerintah belum memutuskan menaikkan bahan bakar minyak (BBM), namun harga minyak tanah di beberapa kios dan pedagang eceran mulai menjual minyak tanah
Mekipun sampai saat ini belum ada keterangan resmi pemerintah pusat terkait dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya terhadap minyak tanah mulai mengangkak naik secara secara pelan -pelan, hal ini terlihat di beberapa kios yang ada di pasaran Wamena jika untuk minyak tanah dijual dengan harga Rp 25000 per liter atau Rp 125.000 per jerigen. Sebelum isu gonjang ganjing BBM anak naik per jerigennya Rp 100.000.
Seperti halnya dialami salah satu warga yang berhasil ditemui Cenderawasih Pos, Rinna menyebutkan kebutuhan akan minyak tanah jauh lebih besar dibandingkan dengan bahan bakal lain seperti Gas Epiji, sebab tak semua masyarakat memiliki kompor gas, namun untuk kebutuhan akan minyak tanah ini menjadi salah satu yang bendesak sehingga meskipun harganya tinggi tetap akan dibeli oleh warga.
“Saat ini kami mulai merasakan ada kekurangan stok minyak tanah, biasanya kita kalau membeli tidak perlu jauh dari rumah, sekarang untuk mendapatkan minyak tanah harus mencari ke area perkotaan dan harganya juga meninggat tajam,”ungkapnya Senin (6/4).
Rinna mengaku untuk minyak tanah dulunya bisa didapatkan dengan harga Rp 15000 sampai Rp 20.000 per liter, sehingga untuk 5 liter itu biasanya dijual dengan harga Rp 100.000, untuk sekarang ini selain mulai sulit ditemukan dan harganya juga meningkat menjadi Rp 25.000 per liter, sehingga kalau dibeli 5 liter maka kita harus membayar Rp 125.000.
“Kami sudah mencari minyak tanah ini cukup jauh dari rumah, namun sekali ketemu ada kios yang menjual minyak tanah mulai diberikan dengan harga tinggi tentunya ini menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah,”katanya.
WAMENA – Kendati pemerintah belum memutuskan menaikkan bahan bakar minyak (BBM), namun harga minyak tanah di beberapa kios dan pedagang eceran mulai menjual minyak tanah
Mekipun sampai saat ini belum ada keterangan resmi pemerintah pusat terkait dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya terhadap minyak tanah mulai mengangkak naik secara secara pelan -pelan, hal ini terlihat di beberapa kios yang ada di pasaran Wamena jika untuk minyak tanah dijual dengan harga Rp 25000 per liter atau Rp 125.000 per jerigen. Sebelum isu gonjang ganjing BBM anak naik per jerigennya Rp 100.000.
Seperti halnya dialami salah satu warga yang berhasil ditemui Cenderawasih Pos, Rinna menyebutkan kebutuhan akan minyak tanah jauh lebih besar dibandingkan dengan bahan bakal lain seperti Gas Epiji, sebab tak semua masyarakat memiliki kompor gas, namun untuk kebutuhan akan minyak tanah ini menjadi salah satu yang bendesak sehingga meskipun harganya tinggi tetap akan dibeli oleh warga.
“Saat ini kami mulai merasakan ada kekurangan stok minyak tanah, biasanya kita kalau membeli tidak perlu jauh dari rumah, sekarang untuk mendapatkan minyak tanah harus mencari ke area perkotaan dan harganya juga meninggat tajam,”ungkapnya Senin (6/4).
Rinna mengaku untuk minyak tanah dulunya bisa didapatkan dengan harga Rp 15000 sampai Rp 20.000 per liter, sehingga untuk 5 liter itu biasanya dijual dengan harga Rp 100.000, untuk sekarang ini selain mulai sulit ditemukan dan harganya juga meningkat menjadi Rp 25.000 per liter, sehingga kalau dibeli 5 liter maka kita harus membayar Rp 125.000.
“Kami sudah mencari minyak tanah ini cukup jauh dari rumah, namun sekali ketemu ada kios yang menjual minyak tanah mulai diberikan dengan harga tinggi tentunya ini menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah,”katanya.