WAMENA- Dugaan adanya pembiaran kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi untuk mengisi BBM di APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena dibantah pengelola, sebab sudah sebulan tak ada razia atau penertiban yang memicu kendaraan tersebut bisa kembali mengantri untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi.
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab dalam pengawasan kendaraanyang mengisi BBM ini ini sudah dilakukan razia oleh Dinas Perhubungan darat didampingi Polres Jayawijaya, dan mendapatkan kendaraan yang memodifikasi tangkinya.
“Kami juga tidak tahu usai razia itu, kedepannya mulai lagi kendaraan dengan tangki modifikasi ini ikut mengantri pengisian BBM, oleh karena itu, kami minta tolong kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk kembali melakukan razia tersebut,”ungkapnya Kamis (11/6) di Wamena.
Kata Suyono, usai razia kendaraan yang sering memodifikasi tangki kendaraan ini beberapa bulan lalu, sampai dengan saat ini atau terhitung sudah sebulan lebih tidak ada pengawasan seperti itu lagi, hal ini memicu kendaraan-kendaraan yang modifikasi tangki BBM kembali lagi melakukan pengantrian.
“Kalau tidak salah sudah sebulan lebih tak ada lagi pengawasan atau razia kendaraan yang mengisi BBM lagi, sementara untuk melakukan pengawasan itu juga bukan kewenangan dari pengelola APMS, kami hanya bertugas untuk menyalurkan saja,”katanya
WAMENA- Dugaan adanya pembiaran kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi untuk mengisi BBM di APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena dibantah pengelola, sebab sudah sebulan tak ada razia atau penertiban yang memicu kendaraan tersebut bisa kembali mengantri untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi.
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab dalam pengawasan kendaraanyang mengisi BBM ini ini sudah dilakukan razia oleh Dinas Perhubungan darat didampingi Polres Jayawijaya, dan mendapatkan kendaraan yang memodifikasi tangkinya.
“Kami juga tidak tahu usai razia itu, kedepannya mulai lagi kendaraan dengan tangki modifikasi ini ikut mengantri pengisian BBM, oleh karena itu, kami minta tolong kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk kembali melakukan razia tersebut,”ungkapnya Kamis (11/6) di Wamena.
Kata Suyono, usai razia kendaraan yang sering memodifikasi tangki kendaraan ini beberapa bulan lalu, sampai dengan saat ini atau terhitung sudah sebulan lebih tidak ada pengawasan seperti itu lagi, hal ini memicu kendaraan-kendaraan yang modifikasi tangki BBM kembali lagi melakukan pengantrian.
“Kalau tidak salah sudah sebulan lebih tak ada lagi pengawasan atau razia kendaraan yang mengisi BBM lagi, sementara untuk melakukan pengawasan itu juga bukan kewenangan dari pengelola APMS, kami hanya bertugas untuk menyalurkan saja,”katanya