Tak Sesuai Prosedur, Puluhan Cleaning Service Pemprov Diberhentikan

Gubernur: Nantinya Dikontrak Kembali Menyesuaikan dengan Kebutuhan

JAYAPURA– Puluhan petugas cleaning service (CS) di lingkungan Pemprov Papua diberhentikan. Ini dikarenakan para pekerja tersebut dianggap bekerja belum sesuai dengan prosedur. Berbulan-bulan gaji CS juga belum terbayarkan. Sebelum diberhentikan, gaji puluhan CS ini dibayarkan lebih dulu.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengaku sebelumnya telah menerima laporan mengenai adanya upah cleaning service yang belum dibayarkan selama beberapa bulan. Ia pun langsung mengambil langkah untuk memastikan persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Saya mendengar disana sini ada upah daripada cleaning service yang belum diselesaikan. Nah ini kan kasihan mereka juga, mereka butuh dibayar,” ujarnya. Ia mengungkapkan, terdapat tenaga cleaning service yang belum menerima gaji hingga empat bulan. Kondisi itu, menurutnya, sudah dibahas dalam rapat internal pemerintah daerah.

Baca Juga :  Polsek Elelim Diserang, Kasat Intel Terluka

“Ada yang sampai empat bulan. Itu pun waktu rapat di ruang itu saya sudah sampaikan,” katanya. Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah memastikan pembayaran dilakukan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah administratif berikutnya. Gubernur menegaskan, kontrak tenaga cleaning service harus diputus sesuai mekanisme yang berlaku.

“Setelah kita bayar sesuai dengan mekanisme, kita memutuskan kontraknya dulu. Karena itu memang mekanismenya, istilahnya diberhentikan,” jelasnya.

Gubernur: Nantinya Dikontrak Kembali Menyesuaikan dengan Kebutuhan

JAYAPURA– Puluhan petugas cleaning service (CS) di lingkungan Pemprov Papua diberhentikan. Ini dikarenakan para pekerja tersebut dianggap bekerja belum sesuai dengan prosedur. Berbulan-bulan gaji CS juga belum terbayarkan. Sebelum diberhentikan, gaji puluhan CS ini dibayarkan lebih dulu.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengaku sebelumnya telah menerima laporan mengenai adanya upah cleaning service yang belum dibayarkan selama beberapa bulan. Ia pun langsung mengambil langkah untuk memastikan persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Saya mendengar disana sini ada upah daripada cleaning service yang belum diselesaikan. Nah ini kan kasihan mereka juga, mereka butuh dibayar,” ujarnya. Ia mengungkapkan, terdapat tenaga cleaning service yang belum menerima gaji hingga empat bulan. Kondisi itu, menurutnya, sudah dibahas dalam rapat internal pemerintah daerah.

Baca Juga :  TPNPB Tuding Pdt Eliaser Mata-mata Pihak Keamanan

“Ada yang sampai empat bulan. Itu pun waktu rapat di ruang itu saya sudah sampaikan,” katanya. Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah memastikan pembayaran dilakukan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah administratif berikutnya. Gubernur menegaskan, kontrak tenaga cleaning service harus diputus sesuai mekanisme yang berlaku.

“Setelah kita bayar sesuai dengan mekanisme, kita memutuskan kontraknya dulu. Karena itu memang mekanismenya, istilahnya diberhentikan,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya