SENTANI – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Jayapura Yunus Wonda menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk terus menjalankan visi pembangunan daerah meski di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menyampaikan, moto kepemimpinan mereka adalah “kasih mempersatukan perbedaan”, yang menjadi dasar dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Jayapura.
Dalam visi-misi, pemerintah daerah membagi pembangunan ke dalam tiga zona utama.
Zona pertama mencakup kawasan Danau Sentani yang difokuskan pada sektor pariwisata dan jasa, sekaligus pengembangan perikanan budidaya air tawar. Zona kedua berada di wilayah Tanah Merah yang memiliki potensi pariwisata dan perikanan laut. Sementara zona ketiga, Gimenawa, difokuskan pada sektor pertanian dan peternakan.
Selain pengembangan sektor unggulan, pemerintah juga memberi perhatian pada konektivitas antarwilayah, mulai dari kampung ke distrik hingga ke tingkat kabupaten.
“Ini menjadi atensi kami berdua, bagaimana konektivitas ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/3).
Dalam merealisasikan janji kampanye, pemerintah daerah mulai menjalankan program pemberian honor bagi Ondoafi dan Ondoafi perempuan. Sebanyak 210 penerima akan mendapatkan honor sebesar Rp1,5 juta per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan.
“Kami juga juga meluncurkan program penyediaan peti jenazah gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura sebagai bentuk pelayanan sosial,” terangnya.
Di sektor infrastruktur, aspirasi masyarakat mulai diwujudkan, salah satunya pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Demta – Muaif yang kini telah dikerjakan melalui dukungan pemerintah pusat. Selain itu, pembangunan jalan yang menghubungkan Gresik, Kemtuk hingga Puai juga menjadi prioritas.