Tuesday, March 10, 2026
25.3 C
Jayapura

Gubernur Papua Selatan “Belanja Masalah” ke Asmat

Dari Tuntutan Listrik Harus 1×24 Jam, Sampai Keluhkan Akses Internet yang Sangat Lambat

ASMAT– Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melakukan diskusi dan menyerap aspirasi masyarakat di rumah adat Jew di Kampung Yaisiu, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat
Diskusi dilakukan setelah Apolo berkunjung ke Asmat dengan menggunakan pesawat MAF dari Kabupaten Merauke tiba dan mendarat diatas kulit air kali Bets, Distrik Atsj, Selasa (3/3) pagi.

Gubernur Apolo Safanpo membuka diskusi dengan menggunakan bahasa daerah setempat menyapa masyarakat dan tua-tua adat yang mengikuti diskusi didalam rumah adat tersebut. Usai membuka, ia menyampaikan pesan pembangunan terkait efisien anggaran sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan program pemerintah pusat saat ini.

Baca Juga :  PLN Sukses Layani Final FIFA World Cup U-17 di Solo Tanpa Kedip

Setelah menyampaikan pesan pembangunan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di sesi ini, masyarakat meminta agar Perusahan Listrik Negara (PLN) dinyalakan selama 1 x 24 jam. Ini karena masyarakat setempat hanya menikmati nyala lampu dari PLN selama 12 jam.

Dari Tuntutan Listrik Harus 1×24 Jam, Sampai Keluhkan Akses Internet yang Sangat Lambat

ASMAT– Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melakukan diskusi dan menyerap aspirasi masyarakat di rumah adat Jew di Kampung Yaisiu, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat
Diskusi dilakukan setelah Apolo berkunjung ke Asmat dengan menggunakan pesawat MAF dari Kabupaten Merauke tiba dan mendarat diatas kulit air kali Bets, Distrik Atsj, Selasa (3/3) pagi.

Gubernur Apolo Safanpo membuka diskusi dengan menggunakan bahasa daerah setempat menyapa masyarakat dan tua-tua adat yang mengikuti diskusi didalam rumah adat tersebut. Usai membuka, ia menyampaikan pesan pembangunan terkait efisien anggaran sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan program pemerintah pusat saat ini.

Baca Juga :  33 Anggota MRPS Terpilih Segera Dilantik 

Setelah menyampaikan pesan pembangunan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di sesi ini, masyarakat meminta agar Perusahan Listrik Negara (PLN) dinyalakan selama 1 x 24 jam. Ini karena masyarakat setempat hanya menikmati nyala lampu dari PLN selama 12 jam.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya