Situasi RSUD Wamena yang ramai dengan kunjungan pasien belum lama ini. (foto:Denny/ Cepos
Tiap Hari 2-3 Pasien Baru Jalani Rawat Inap di RSUD Wamena
WAMENA – Kasus Tubercolosis atau yang lebih dikenal dengan TB Paru di Kabupaten Jayawijaya kian meningkat di kalangan masyarakat, sebab setiap harinya muncul 2-3 orang pasien baru belum termasuk pasien yang masih dalam perawatan inap dan belum ditambah dengan pasien yang rawat jalan di polik yang membuat ruang bangsal untuk pasien TBC ini penuh.
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.Og
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.Og menyatakan banyaknya pasien yag ditangani di RSUD Wamena itu adalah pasien TBC dan itu masuk dalam 10 besar namun perlu juga untuk mengantisiasi HIV, sebab TB dan HIV itu sering kali jalan bersamaan atau boleh dikatakan teman.
“Kita tak bisa pungkiri karena kasus TBC ini cukup banyak di Jayawijaya dan ini sudah kita pastikan langsung ke teman -teman dokter yang menangani, biasanya dalam sehari ini ada saja pasien baru 2-3 orang, ini belum terhitung yang ada di bangsal dan rawat jaan di polik,”ungkapnya di Wamena Kamis (5/2)
Kata dr. Charles di sisilain ada juga yang ditemukan pasien yang sudah kebal obat dan di Jayawijaya sudah banyak, kebal obat itu, apabila pasien tersebut dikasih obat apa saja tidak bisa sembuh, kalau tidak bisa sembuh pada dasarnya hanya bisa pasrah, hal ini terjadi karena seringnya tidak taat untuk merawat diri atau sering putus mengkonsumsi obat yang diberikan.
Tiap Hari 2-3 Pasien Baru Jalani Rawat Inap di RSUD Wamena
WAMENA – Kasus Tubercolosis atau yang lebih dikenal dengan TB Paru di Kabupaten Jayawijaya kian meningkat di kalangan masyarakat, sebab setiap harinya muncul 2-3 orang pasien baru belum termasuk pasien yang masih dalam perawatan inap dan belum ditambah dengan pasien yang rawat jalan di polik yang membuat ruang bangsal untuk pasien TBC ini penuh.
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.Og
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.Og menyatakan banyaknya pasien yag ditangani di RSUD Wamena itu adalah pasien TBC dan itu masuk dalam 10 besar namun perlu juga untuk mengantisiasi HIV, sebab TB dan HIV itu sering kali jalan bersamaan atau boleh dikatakan teman.
“Kita tak bisa pungkiri karena kasus TBC ini cukup banyak di Jayawijaya dan ini sudah kita pastikan langsung ke teman -teman dokter yang menangani, biasanya dalam sehari ini ada saja pasien baru 2-3 orang, ini belum terhitung yang ada di bangsal dan rawat jaan di polik,”ungkapnya di Wamena Kamis (5/2)
Kata dr. Charles di sisilain ada juga yang ditemukan pasien yang sudah kebal obat dan di Jayawijaya sudah banyak, kebal obat itu, apabila pasien tersebut dikasih obat apa saja tidak bisa sembuh, kalau tidak bisa sembuh pada dasarnya hanya bisa pasrah, hal ini terjadi karena seringnya tidak taat untuk merawat diri atau sering putus mengkonsumsi obat yang diberikan.