Prabowo Sebut Prediksi Pakar, Indonesia Bisa Jadi Negara Terkaya ke-4 di Dunia

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengutip pandangan sejumlah pakar geopolitik dunia, yang menyebut Indonesia punya peluang untuk tempati posisi empat besar negara terkaya di dunia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (5/1/2026), dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, para analis geopolitik menilai Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar, mulai dari sumber daya mineral, energi, hasil laut, hingga kekayaan hayati.

“Para pakar geopolitik mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa terkaya keempat di dunia,” ujar Prabowo.Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis menjadikan Indonesia negara kaya jika tidak disertai tata kelola yang tepat.

Baca Juga :  Daftar Lengkap 56 Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan di Kabinet Merah Putih

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan agar Indonesia bisa benar-benar menjadi kaya. Prabowo menekankan bahwa persatuan nasional menjadi kunci utama untuk mewujudkan proyeksi tersebut.

Secara khusus, ia menyoroti peran elite politik dan pemimpin nasional yang harus mampu bekerja sama, menekan ego sektoral, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Syaratnya apa? syaratnya adalah apabila bangsa Indonesia bisa bersatu. Terutama apabila elitnya bisa bekerja sama,” ucap dia.

Ia menilai perpecahan di tingkat elite justru berpotensi menghambat pengelolaan kekayaan alam yang seharusnya bisa menjadi sumber kesejahteraan bersama. Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap kekayaan sumber daya alam tidak boleh berhenti pada klaim semata.Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah memastikan kekayaan tersebut dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan adil.

Baca Juga :  TNI AD Akan Bangun Kodam di Semua Provinsi

“Kita jangan hanya bangga dengan kata-kata bahwa kita kaya. Kita harus berjuang agar kekayaan itu benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengutip pandangan sejumlah pakar geopolitik dunia, yang menyebut Indonesia punya peluang untuk tempati posisi empat besar negara terkaya di dunia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (5/1/2026), dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, para analis geopolitik menilai Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar, mulai dari sumber daya mineral, energi, hasil laut, hingga kekayaan hayati.

“Para pakar geopolitik mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa terkaya keempat di dunia,” ujar Prabowo.Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis menjadikan Indonesia negara kaya jika tidak disertai tata kelola yang tepat.

Baca Juga :  Garuda Indonesia akan Tambah Frekuensi Penerbangan Intra Papua

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan agar Indonesia bisa benar-benar menjadi kaya. Prabowo menekankan bahwa persatuan nasional menjadi kunci utama untuk mewujudkan proyeksi tersebut.

Secara khusus, ia menyoroti peran elite politik dan pemimpin nasional yang harus mampu bekerja sama, menekan ego sektoral, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Syaratnya apa? syaratnya adalah apabila bangsa Indonesia bisa bersatu. Terutama apabila elitnya bisa bekerja sama,” ucap dia.

Ia menilai perpecahan di tingkat elite justru berpotensi menghambat pengelolaan kekayaan alam yang seharusnya bisa menjadi sumber kesejahteraan bersama. Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap kekayaan sumber daya alam tidak boleh berhenti pada klaim semata.Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah memastikan kekayaan tersebut dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan adil.

Baca Juga :  Kemenkeu Tegaskan APBN Juga Disalurkan untuk Membantu Warga Palestina

“Kita jangan hanya bangga dengan kata-kata bahwa kita kaya. Kita harus berjuang agar kekayaan itu benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya