Tuesday, March 17, 2026
26.1 C
Jayapura

Diduga Dibekap Hingga Tewas

Dari Temuan Mayat Bayi di TPA Koya Koso

JAYAPURA– Tak manusiawi. Nampaknya kalimat ini tepat diberikan kepada pelaku yang membuang bayi tak berdosa hingga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Koya, Distrik Muara Tami, pada Jumat (28/11).

Bagaimana tidak, setelah menjalani pemeriksaan visum dan otopsi oleh Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, tim medis akhirnya mebeberkan penyebab kematian bayi mungil malang.

Hasil pemeriksaan memastikan bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal akibat jalan napasnya terhambat karena adanya tindakan penekanan atau pembekapan pada bagian leher. Karumkit RS Bhayangkara Jayapura, AKBP Romy Sebastian, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu visum luar dan otopsi.

Baca Juga :  "Jadikan Pendidikan sebagai Jalan untuk Memanusiakan Orang Papua"

“Pada pemeriksaan luar, mayat ditemukan terbungkus kantong jenazah berwarna jingga bertuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan satu helai kain gorden berwarna putih,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/12).

Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki, berkulit putih langsat, dengan rambut lurus berwarna hitam. Mata bayi menunjukkan tanda-tanda pembusukan, sementara ari-ari tidak ditemukan. Pada tubuh bayi masih terdapat jaringan tali pusar sepanjang 4 cm.

Dari pemeriksaan visum luar, tim forensik menemukan sejumlah tanda kekerasan. Pada bibir atas dan bagian dalam bibir terdapat luka lecet yang cukup luas. Selain itu, di sudut kiri mulut ditemukan dua luka lecet masing-masing berukuran 5 mm x 4 mm dan 6 mm x 4 mm. Pada pipi kiri terlihat memar melengkung berwarna merah sepanjang 1,1 cm.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Diminta Segera Intervensi Krisis Blok Wabu

Dari Temuan Mayat Bayi di TPA Koya Koso

JAYAPURA– Tak manusiawi. Nampaknya kalimat ini tepat diberikan kepada pelaku yang membuang bayi tak berdosa hingga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Koya, Distrik Muara Tami, pada Jumat (28/11).

Bagaimana tidak, setelah menjalani pemeriksaan visum dan otopsi oleh Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, tim medis akhirnya mebeberkan penyebab kematian bayi mungil malang.

Hasil pemeriksaan memastikan bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal akibat jalan napasnya terhambat karena adanya tindakan penekanan atau pembekapan pada bagian leher. Karumkit RS Bhayangkara Jayapura, AKBP Romy Sebastian, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu visum luar dan otopsi.

Baca Juga :  Ditargetkan 35 Pasangan, Masih Kuota Untuk Ikut Nikah Massal

“Pada pemeriksaan luar, mayat ditemukan terbungkus kantong jenazah berwarna jingga bertuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan satu helai kain gorden berwarna putih,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/12).

Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki, berkulit putih langsat, dengan rambut lurus berwarna hitam. Mata bayi menunjukkan tanda-tanda pembusukan, sementara ari-ari tidak ditemukan. Pada tubuh bayi masih terdapat jaringan tali pusar sepanjang 4 cm.

Dari pemeriksaan visum luar, tim forensik menemukan sejumlah tanda kekerasan. Pada bibir atas dan bagian dalam bibir terdapat luka lecet yang cukup luas. Selain itu, di sudut kiri mulut ditemukan dua luka lecet masing-masing berukuran 5 mm x 4 mm dan 6 mm x 4 mm. Pada pipi kiri terlihat memar melengkung berwarna merah sepanjang 1,1 cm.

Baca Juga :  Buka Musrenbang, Wali Kota Minta Fokus 9 Agenda Prioritas

Berita Terbaru

Artikel Lainnya