Paulinus Kristanto, pendiri and direktur CAN, menyebut hal itu bagian dari enrichment atau cara sederhana bagi para primata untuk mendobrak batas fisik dan kognitifnya. "Ketupat jadi metode pengayaan merangsang bayi-bayi
Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah mengungkapkan bahwa harga bayi yang diperjualbelikan bervariasi. Harga itu bergantung pada jalur transaksi. Apabila pembelian dilakukan langsung kep
Punch selalu membawa boneka orangutan tersebut kemanapun ia pergi, mengajaknya bermain, dan memeluk erat ketika ia merasa kesepian atau cemas. Lewat pelukan boneka orangutan itu, Punch seolah mencari rasa aman seperti an
Ā Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025. Bayi perempuan yang dilahirkan tersebut hingga kini masih berada di ruang perawatan bayi karena orang tuanya belum kemb
Direktur RS Bhayangkara Jayapura melalui Kepala Instalasi Kamar Jenazah, dr. Ilham A. Hamka, menjelaskan bahwa otopsi dilakukan pada hari yang sama oleh Dokter Spesialis Forensik, dr. Jimmy Sembai, sekitar pukul 22.42 WI
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di rumah tersebut. Awalnya BS mengaku disekap, namun belakangan diketahui ia terikat kontrak bahwa bayinya akan di
Kasus pertama terjadi pada November 2025, ketika almarhumah Irene Sokoy meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga ditolak oleh sejumlah rumah sakit di Jayapura. Selanjutnya pada Desember 2025, seorang
Ia mengatakan, kasus yang beredar di media sosial tersebut merupakan kejadian rujukan dari fasilitas kesehatan luar dengan kondisi pasien yang sudah berat. Adapun pasien tersebut masuk di RSUD Jayapura pada 5 Januari dan
Awan kelam dari meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy bersama calon bayinya dirasa menjadi pukulan telak bagi dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan di Papua. Namun nyatanya kejadian meninggalnya seorang ibu ham
Pihak keluarga pasien ingin mendorong kasus ini untuk ditelusuri lebih jauh karena menganggap ada bentuk kelalaian sehingga meminta dilanjutkan ke proses hukum. Jenasah Almarhum Martha Ngurmetan dan bayi dalam kandungann
Ia menjelaskan, sejak pagi hingga siang hari, Martha sudah berada di ruang bersalin. Namun, selama berjam-jam pihak keluarga tidak melihat adanya tindakan medis signifikan selain pemeriksaan tensi darah. "Dari jam 9 pagi
Hasil pemeriksaan memastikan bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal akibat jalan napasnya terhambat karena adanya tindakan penekanan atau pembekapan pada bagian leher. Karumkit RS Bhayangkara Jayapura, AKBP Romy S
Kompol Dewa mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua masyarakat yang biasa beraktifitas di seputaran TKP sekitar pukul 07.40 WIT. Saat itu keduanya sedang melakukan kegiatan rutinnya di area pembuan
Dian menjadi satu-satunya dokter dari Papua yang memberi materi dalam ajang ilmiah bergengsi The 6th International Symposium on Congenital Anomaly and Developmental Biology (ISCADB) 2025. Kegiatan yang diselenggarakan ol
āāUntuk ibu bayi tersebut, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,āā kata Kapolsek Muting Ipda Melki Agus Bunga, saat dihubungi lewat telpon selulernya, Selasa (2/9). Dari pemeriksaan itu, terungkap
Menurut Firmansyah, penahanan dilakukan setelah penyidik memperoleh bukti yang cukup terkait dugaan keterlibatan SH dalam kasus yang mengejutkan warga tersebut. Polisi sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan intensif terh
Namun, saat tim Sat Reskrim bersama keluarga melakukan pemeriksaan di rumah pelapor, warga menemukan gundukan tanah mencurigakan di halaman. Setelah digali, polisi menemukan jasad bayi yang dikubur dengan ditutup potonga
āKetika dibuka, terlihat kain dan setelah digali ternyata ada tubuh bayi yang dalam posisi mengadap ke atas. Namun sayangnya korban sudah tidak bernyawa,ā jelas Ipda Firmansyah. Jasad bayi tersebut kemudian dievakuasi ke
Kapolsek Muara Tami, AKP Zaka, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap peristiwa ini secara terang benderang. Beberapa langkah awal sudah dilakukan, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim
"Sekitar pukul 21.45 WIT, keduanya tiba di lokasi dan mulai memancing. Tak lama kemudian, pada pukul 21.55 WIT, mereka melihat sesosok tubuh bayi dalam kondisi membusuk, sebagian tertutup pasir pantai, dan dalam posisi t
Owner Caroline Baby 'n Gift Shop, Erlin, menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para orang tua dan calon ibu mengenai perawatan bayi, mulai dari kesehatan kulit hingga keseha
Dijelaskan, Tim Identifikasi yang dipimpin Ipda Adnan bersama 6 personel juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang belum mempunyai nama alias Ms.X tersebut.
Kapolres mengtatakan, berdasarkan hasil tersebut, pihaknya pun kemudian melakukan penyelidikan terkait dengan pelaku pembuangan bayi di tong sampah RSUD itu. Pihaknya juga mendalami pendalaman terkait identitas pelaku. ā
Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu juga membenarkan penemuan bayi perempuan tersebut.Ā Kata Antonius, berdasarkan laporan yang diterima, bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 1.286 gram, panjang badan 33 cm
Ā Bayi perempuan kembar siam atau dempet itu sedang berjuang untuk hidup sembari mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Ia belum diperbolehkan pulang setelah ibunya melahirkannya pada 24 Januari 2025 lalu.
Kisah ini bermula sekitar sembilan bulan lalu ketika sang ibu diperiksa melalui USG dan ditemukan indikasi kembar siam. Spesialis Kandungan, dr. Jefferson Nelson Munthe, SpOG (K), M.Kes, SubSp Fetomaternal yang menangani mendapati bayi kembar perempuan mengalami dempet di dada. Ia kemudian membentuk tim dengan melibatkan beberapa dokter spesialis, dokter bedah, dokter anak juga dokter jantung dan dokter anestesi.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua yang juga dokter penanggung jawab ruang Reonatologi RSUD Jayapura, dr James Thimoty menjelaskan penyebab bayi-bayi tersebut meninggal lantaran belum siap lahir.
Ā "Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi bayi yang dibuang secara tidak manusiawi, dan diharapkan segera ditemukan titik terang mengenai kejadian tragis ini,"imbuhnya.
Ā Ā Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon menyampaikan terkait penemuan dua jenazah orok bayi ini, ia meminta anggotanya terus melakukan penyelidikan. Mencari keterangan tambahan untuk menemukan siapa ibu jabang bayi yang tega membuang anaknya.
Ā Kaur Pelayanan Dokpol RS Bhayangkara dr. Annisa R AlkatiryĀ mengungkapkan dari hasil autopsi jazad bayi perempuan itu lahir dalam keadaan hidup, diperkirakan usia jabang bayi sudah 40 minggu.
Ā Selang satu hari, sesosok mayat bayi kembali ditemukan di lokasi wisata Pantai Kampung Holtekamp, Distrik Abepura pada Senin (27/5). Hingga kini, Polisi belum mengetahui siapa ibu yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Ā Ā Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda. Kapolsek Komarul mengatakan kejadian tersebut diketahui Senin sore sekitar Pukul 15.30 WIT.
Si penemu bernama Ayub langsung melaporkan hal tersebut dan tak lama personel Polsek Jayapura Selatan tiba di lokasi kejadian. Janin bayi ini bisa dibilang sudah waktunya lahir,Ā sebab seluruh anggota tubuhnya sudah lengkap.
Paulus membenarkan, bayi yang kini telah berusia 1 bulan itu telah dipindahkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika ke Panti Asuhan Santa Susana setelah 26 hari menjalani perawatan secara intensif.Ā
Dikatakan, urusan kesehatan, untuk persentase Ibu hamil yang mendapatkan layanan kesehatan mengalami peningkatan sebesar 20,43 persen namun terdapat 3.082 ibu hamil yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.Ā
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, sampai saat ini Satreskrim Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan mayat bayi yang ditemukan di bak tempat pembuangan sampah melalui CCTV yang ada disekitaran TKP.
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui siapa yang sengaja membuang mayat bayi di bak pembuangan sampah di Jalan Tabita, Sentani.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, S.TK., MH saat dikonfirmasi membenarkan kasus penemuan mayat bayi yang diduga sengaja dibuang di tempat sampah.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di dalam sebuah tas berwarna biru yang ditinggalkan di pinggir rumah warga, usai dilaporkan oleh warga sekitar ke SPKT Polres Jayawijaya dini hari.
Ā Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Robby Kayame menyampaikan tujuan utama dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas bidan dalam memberikan pelayanan kepada Ibu hamil yang ada di Papua.
āāSebenarnyaĀ pelakuĀ tidak ingin membuang bayinya itu namun takut beritahukan ke keluarganya. Rencananya, pelaku mu beritahu soal ia melahirkan baru kembali ambil anak itu. Tapi, sebelum kembali ke TKP, bayi itu sudah ditolong oleh warga yang menemukan bayi itu di belakang MCK PelabuhanĀ Kampung Gimikya, Distrik Edera Kabupaten Mappi,āāĀ jelasnya.
"Pasien (AA) adalahĀ bayiĀ berusia lima bulan. Dia datang ke poli bedah anak. Setelah dilakukan CT Scan, kami menemukan gambaran massa di dalam perut, dengan ciri-ciri campuranĀ tumor." kata spesialis bedah anak di RS Umum Pusat M Djamil, dr Budi Arnofian, dikutip dari Pojoksatu pada Kamis (26/10).
āāIbu kandung dari bayi tersebut sudah berhasil kita ungkap. Saat ini, yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan anggota kitaĀ di Polsek Edera,āā kata KapolresĀ MappiĀ AKBP YS Kadang, kepada media ini, Sabtu (14/10).Ā
Kapolres Mappi AKBP YS Kadang ditemui saat mengantar Kapolda Papua kembali ke Jayapura di Merauke mengungkapkan bahwa penemuan bayi perempuan yang dibuang di belakang MCK Pelabuhan Kampung Gimikya pada JumatĀ 6 Oktober 2023 sekitar pukul 12.00 WIT oleh seorang warga bernama Serafina Tamun.
"Kami terima laporan dari masyarakat, jadi kami piket Reskrim Polres dan Unit Reskrim Polsek Miru serta tim Identifikasi langsung respon ke TKP,"kata AKP Sinaga yang ditemui di kantor Pelayanan Polres Mimika, Rabu siang.
Sungguh miris nasib bayi laki-laki yang mungkin kelahirannya tak diinginkan oleh kedua orang tuanya. Pasalnya, bayi laki-laki yang baru lahir sekitar 3 hari tersebut dibuang orang tuanya di tengah perkebuhan Kelapa Sawit di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke.