Cegah Pungli SPMB, Inspektorat Papua Awasi Sekolah

JAYAPURA – Jelang penerimaan siswa baru, Inspektorat Provinsi Papua turut melakukan pengawasan terhadap potensi pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Plt Kepala Inspektorat Papua, Danny Korwa mengatakan pengawasan tidak hanya dilakukan tingkat provinsi melainkan ia juga meminta Inspektur di kabupaten/kota turut melakukan hal yang sama.

Adapun pengawasan yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi bersama Tim Saber Pungli. Sosialisasi ini dengan sasaran guru dan orang tua. “Para guru dan kepala sekolah perlu melihat bahwa begitu berat beban yang diberikan kepada orang tua pelajar jika saat perpisahan sekolah, maupun saat masuk sekolah harus membayar,” kata Danny Korwa, Selasa (1/7).

Sambung Danny, yang perlu diingat bahwa di sekolah tidak boleh dilaksanakan acara perpisahan. Namun di lain sisi, ada pelajar yang bersedia untuk melakukan acara perpisahan sekolah.

Baca Juga :  DPR Harap Ada Kolaborasi  Pemerintah dan Pemilik Ulayat

“Ini sebenarnya dilematis, namun sebaiknya itu tidak dilaksanakan. Karena disayangkan orang tua mengeluarkan biaya lagi,” ujarnya.

Ia pun mengimbau pihak sekolah tidak melakukan pungutan yang berimbas pada pungli yang justru membebani orang tua pelajar. Sebab negara sudah menjamin bahwa khusus sekolah negeri tanpa biaya.

“Salah satu pengawasan kami di provinsi adalah para orang tua yang mendaftarkan anaknya di SMA, khususnya sekolah yang menjadi ranahnya Provinsi Papua. Jika ada pungli maka silahkan laporkan ke kita,” imbuhnya.

Lanjut Danny menjelaskan, berdasarkan laporan tersebut maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  TNI Hadir untuk Rakyat Papua

JAYAPURA – Jelang penerimaan siswa baru, Inspektorat Provinsi Papua turut melakukan pengawasan terhadap potensi pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Plt Kepala Inspektorat Papua, Danny Korwa mengatakan pengawasan tidak hanya dilakukan tingkat provinsi melainkan ia juga meminta Inspektur di kabupaten/kota turut melakukan hal yang sama.

Adapun pengawasan yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi bersama Tim Saber Pungli. Sosialisasi ini dengan sasaran guru dan orang tua. “Para guru dan kepala sekolah perlu melihat bahwa begitu berat beban yang diberikan kepada orang tua pelajar jika saat perpisahan sekolah, maupun saat masuk sekolah harus membayar,” kata Danny Korwa, Selasa (1/7).

Sambung Danny, yang perlu diingat bahwa di sekolah tidak boleh dilaksanakan acara perpisahan. Namun di lain sisi, ada pelajar yang bersedia untuk melakukan acara perpisahan sekolah.

Baca Juga :  Sebelas Sekolah Belajar Ubah Limbah Jadi Eco Enzyme

“Ini sebenarnya dilematis, namun sebaiknya itu tidak dilaksanakan. Karena disayangkan orang tua mengeluarkan biaya lagi,” ujarnya.

Ia pun mengimbau pihak sekolah tidak melakukan pungutan yang berimbas pada pungli yang justru membebani orang tua pelajar. Sebab negara sudah menjamin bahwa khusus sekolah negeri tanpa biaya.

“Salah satu pengawasan kami di provinsi adalah para orang tua yang mendaftarkan anaknya di SMA, khususnya sekolah yang menjadi ranahnya Provinsi Papua. Jika ada pungli maka silahkan laporkan ke kita,” imbuhnya.

Lanjut Danny menjelaskan, berdasarkan laporan tersebut maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Hekari United Ingin Undang Balik Papua Indonesia Select

Berita Terbaru

Artikel Lainnya