Sampah Menumpuk di Kali Acay Lagi, Indikator Kesadaran Warga Rendah

JAYAPURA – Pemandangan tak sedap tampak kembali terjadi di kali Acay, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan warga setempat, pada Sabtu (28/6). Kali tersebut tampak dipenuhi tumpukan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga seperti plastik, botol bekas, kayu, styrofoam, hingga batok kelapa. Kondisi ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan membuat kawasan sekitar tampak kumuh.

Kaharuddin (39), salah seorang warga setempat yang berjualan di pinggir kali itu menyebut tumpukan sampah seperti itu sering terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Kota Jayapura khususnya Abepura.

“Kalau sudah hujan deras, sampah pasti numpuk di sini. Ini memang sudah biasa,” ujarnya saat ditemui di lokasi, pada Sabtu (28/6) pagi.

Baca Juga :  Selamatkan Anak Port Numbay, Fondasi Papua Emas 2041 Mulai Dibangun

Menurut Kaharuddin, sebagian besar sampah tersebut merupakan kiriman dari wilayah hulu yang kemudian terbawa arus hingga berhenti di trash trap atau jaring sampah Kali Acay. Dimana tumpukan sampah tersebut kembali terjadi setelah Kota Jayapura diguyur hujan deras pada, Kamis (26/7) malam.

Padahal kata Kaharuddin, pada Kamis (5/6) lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, telah melaksanakan kegiatan aksi bersih sampah plastik yang dipusatkan di sepanjang Kali Acay Abepura dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

“Sudah banyak lagi (Sampah), padahal di awal bulan ini (Juni) pemerintah kota Jayapura mengelar kegiatan gerebek sampah di sini (Kali Acay) akan tetapi sudah banyak lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut HKN ke-59, RSUD Abepura Gelar Berbagai Kegiatan

Melihat kondisi ini, bisa jadi indikator bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah. Akibatnya tumpukan sampah di sepanjang plelantaran kali Acay terus meningkat setiap harinya.

JAYAPURA – Pemandangan tak sedap tampak kembali terjadi di kali Acay, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan warga setempat, pada Sabtu (28/6). Kali tersebut tampak dipenuhi tumpukan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga seperti plastik, botol bekas, kayu, styrofoam, hingga batok kelapa. Kondisi ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan membuat kawasan sekitar tampak kumuh.

Kaharuddin (39), salah seorang warga setempat yang berjualan di pinggir kali itu menyebut tumpukan sampah seperti itu sering terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Kota Jayapura khususnya Abepura.

“Kalau sudah hujan deras, sampah pasti numpuk di sini. Ini memang sudah biasa,” ujarnya saat ditemui di lokasi, pada Sabtu (28/6) pagi.

Baca Juga :  Varian Covid Baru Perlu Diantisipasi

Menurut Kaharuddin, sebagian besar sampah tersebut merupakan kiriman dari wilayah hulu yang kemudian terbawa arus hingga berhenti di trash trap atau jaring sampah Kali Acay. Dimana tumpukan sampah tersebut kembali terjadi setelah Kota Jayapura diguyur hujan deras pada, Kamis (26/7) malam.

Padahal kata Kaharuddin, pada Kamis (5/6) lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, telah melaksanakan kegiatan aksi bersih sampah plastik yang dipusatkan di sepanjang Kali Acay Abepura dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

“Sudah banyak lagi (Sampah), padahal di awal bulan ini (Juni) pemerintah kota Jayapura mengelar kegiatan gerebek sampah di sini (Kali Acay) akan tetapi sudah banyak lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  DPW PAN Papua Deklarasikan Ganjar Pranowo Calon Presiden RI

Melihat kondisi ini, bisa jadi indikator bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah. Akibatnya tumpukan sampah di sepanjang plelantaran kali Acay terus meningkat setiap harinya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya