Realisasi APBD Pemkot Jayapura Tembus 73,78%

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura mencatat progres realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga 28 November 2025 mencapai 73,78 persen, naik signifikan dibanding 1 pekan sebelumnya yang berada di angka 62 persen.

  Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura, Desi Wanggai, mengatakan bahwa kenaikan   ini terjadi setelah sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pencairan anggaran yang sempat tertunda.

  “Minggu kemarin realisasi kita masih 62 persen. Sekarang melonjak ke 73,78 persen karena banyak pencairan dilakukan beberapa OPD,” jelas Desi saat dikonfirmasi Cepos di ruang kerjanya, Jumat (28/11).

  Dari sisi pendapatan, Pemkot Jayapura telah mencapai realisasi 80,15 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan mencatat capaian tinggi, yakni 91,15 persen. Sementara itu, pendapatan yang bersumber dari dana transfer terealisasi 78,52 persen.

Baca Juga :  Terlibat Honorer Siluman, ASN Akan Diproses Hukum

  Desi menjelaskan bahwa capaian tersebut menandakan kinerja positif Pemkot di sektor pendapatan, meski masih perlu percepatan di sektor belanja. Untuk belanja daerah, realisasi mencapai 73,75 persen. Capaian ini dinilai masih harus digenjot, mengingat target akhir tahun berada di kisaran 85–90 persen.

  Beberapa faktor menjadi penyebab lambatnya realisasi belanja, antara lain:

Proses pelelangan kegiatan yang sempat terhambat, Kendala lokasi dan cuaca di lapangan dan faktor teknis lainnya yang membuat sejumlah kegiatan tertunda.

  Desi menyebut ada beberapa OPD yang realisasinya masih tergolong rendah, di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Namun ia memastikan tidak ada OPD dengan realisasi di bawah 50 persen. “Memang kedua sektor ini punya beban kegiatan yang cukup besar dan banyak, sehingga progresnya perlu dipacu lebih cepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Boleh Santai, Namun Jangan Anggap Sepele

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura mencatat progres realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga 28 November 2025 mencapai 73,78 persen, naik signifikan dibanding 1 pekan sebelumnya yang berada di angka 62 persen.

  Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura, Desi Wanggai, mengatakan bahwa kenaikan   ini terjadi setelah sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pencairan anggaran yang sempat tertunda.

  “Minggu kemarin realisasi kita masih 62 persen. Sekarang melonjak ke 73,78 persen karena banyak pencairan dilakukan beberapa OPD,” jelas Desi saat dikonfirmasi Cepos di ruang kerjanya, Jumat (28/11).

  Dari sisi pendapatan, Pemkot Jayapura telah mencapai realisasi 80,15 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan mencatat capaian tinggi, yakni 91,15 persen. Sementara itu, pendapatan yang bersumber dari dana transfer terealisasi 78,52 persen.

Baca Juga :  Di Jakarta Kompensasi, di Papua Cukup Minta Maaf?

  Desi menjelaskan bahwa capaian tersebut menandakan kinerja positif Pemkot di sektor pendapatan, meski masih perlu percepatan di sektor belanja. Untuk belanja daerah, realisasi mencapai 73,75 persen. Capaian ini dinilai masih harus digenjot, mengingat target akhir tahun berada di kisaran 85–90 persen.

  Beberapa faktor menjadi penyebab lambatnya realisasi belanja, antara lain:

Proses pelelangan kegiatan yang sempat terhambat, Kendala lokasi dan cuaca di lapangan dan faktor teknis lainnya yang membuat sejumlah kegiatan tertunda.

  Desi menyebut ada beberapa OPD yang realisasinya masih tergolong rendah, di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Namun ia memastikan tidak ada OPD dengan realisasi di bawah 50 persen. “Memang kedua sektor ini punya beban kegiatan yang cukup besar dan banyak, sehingga progresnya perlu dipacu lebih cepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Siapkan Tiga Lokasi Pasar Murah di Jayapura

Berita Terbaru

ABR: Jangan Ada Lagi Tawuran Antarsekolah!

Persoalan Akademik FK Uncen Jadi Polemik

Dorong Produk OAP Tembus Pasar Modern

Artikel Lainnya