Terakhir Terlihat Saat Tapasya Cuci Piring

JAYAPURA-Sejak dilaporkan hilang pada Senin (7/4), keberadaan Nurmila Nainin atau yang akrab disapa Tapasya masih menjadi misteri. Bocah perempuan berusia 9 tahun yang tinggal  di Kompleks Dok IX Bawah, Distrik Tanjung Ria, Kota Jayapura, belum diketahui nasibnya.

   Berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar untuk menemukan Tapasya. Pencarian dilakukan di sekitar rumah, kawasan Deplat, Pasir Dua, hingga ke pusat Kota Jayapura. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil menggembirakan.

  “Kami sudah cari ke mana-mana, sampai tadi malam (Rabu malam, red) tetap belum ditemukan,” ungkap Muslimin (40), ayah kandung Tapasya, kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di kediamannya, Kamis (10/4).

Baca Juga :  Anak TK Juga Diajak Menanam

  Muslimin menceritakan, dirinya terakhir kali melihat Tapasya pada Senin pagi sebelum ia pergi melaut.”Senin pagi saya masih bersama anak-anak di rumah. Siangnya saya sibuk mengurus alat pancing dan adik-adiknya. Saya tidak terlalu memperhatikan, karena tak menyangka hal ini bisa terjadi,” jelasnya.

  Ia baru tahu anak sulungnya hilang pada Selasa pagi, sepulang dari laut. Sejak saat itu, pencarian dilakukan intensif. Bahkan, semua teman sekolah Tapasya telah dipanggil ke rumah, namun tak satupun mengetahui keberadaan bocah tersebut. “Hilangnya ini terjadi saat masih libur lebaran, jadi teman-temannya juga tidak tahu,” lanjut Muslimin.

  Ibu Tapasya, Iriyanti, sangat terpukul dengan peristiwa ini. Ia dikabarkan lemas dan enggan makan maupun tidur sejak kehilangan sang anak. “Mamanya lemas, tidak mau makan, tidak tidur. Kami semua masih berusaha, semoga ada jalan agar anak kami bisa kembali dengan selamat,” harap Muslimin.

Baca Juga :  Wali Kota Singgung OPD Soal Budaya Copy Paste

JAYAPURA-Sejak dilaporkan hilang pada Senin (7/4), keberadaan Nurmila Nainin atau yang akrab disapa Tapasya masih menjadi misteri. Bocah perempuan berusia 9 tahun yang tinggal  di Kompleks Dok IX Bawah, Distrik Tanjung Ria, Kota Jayapura, belum diketahui nasibnya.

   Berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar untuk menemukan Tapasya. Pencarian dilakukan di sekitar rumah, kawasan Deplat, Pasir Dua, hingga ke pusat Kota Jayapura. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil menggembirakan.

  “Kami sudah cari ke mana-mana, sampai tadi malam (Rabu malam, red) tetap belum ditemukan,” ungkap Muslimin (40), ayah kandung Tapasya, kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di kediamannya, Kamis (10/4).

Baca Juga :  Ban Pecah, Motor Oleng, Pengendara Tewas Seketika

  Muslimin menceritakan, dirinya terakhir kali melihat Tapasya pada Senin pagi sebelum ia pergi melaut.”Senin pagi saya masih bersama anak-anak di rumah. Siangnya saya sibuk mengurus alat pancing dan adik-adiknya. Saya tidak terlalu memperhatikan, karena tak menyangka hal ini bisa terjadi,” jelasnya.

  Ia baru tahu anak sulungnya hilang pada Selasa pagi, sepulang dari laut. Sejak saat itu, pencarian dilakukan intensif. Bahkan, semua teman sekolah Tapasya telah dipanggil ke rumah, namun tak satupun mengetahui keberadaan bocah tersebut. “Hilangnya ini terjadi saat masih libur lebaran, jadi teman-temannya juga tidak tahu,” lanjut Muslimin.

  Ibu Tapasya, Iriyanti, sangat terpukul dengan peristiwa ini. Ia dikabarkan lemas dan enggan makan maupun tidur sejak kehilangan sang anak. “Mamanya lemas, tidak mau makan, tidak tidur. Kami semua masih berusaha, semoga ada jalan agar anak kami bisa kembali dengan selamat,” harap Muslimin.

Baca Juga :  Progres 89 Persen, Gedung Monumental Ditarget Selesai Desember

Berita Terbaru

Artikel Lainnya