Thursday, April 3, 2025
30.7 C
Jayapura

Tak Ada Penemuan Kasus Efek Samping dari Vaksin AstraZeneca 

JAYAPURA – Ramai di media sosial terkait pembahasan efek samping vaksin AstraZeneca belakangan ini. Bahkan, sebuah laporan investigasi situs berita asal Inggris The Telegraph mengungkap  farmasi AstraZeneca telah mengakui vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan bersama Universitas Oxford, dapat menimbulkan efek samping berupa sindrom trombosis dengan trombositopenia (TTS).

Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, dr Aaron Rumainum menyebut ketika vaksin itu sudah dilaunching artinya ia tidak bermasalah lagi atau sudah bebas. Baik dari Inggris tempat dimana vaksin tersebut berasal ataupun dari Indonesia sendiri.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan ataupun keluhan efek samping dari masyarakat terkait vaksin AstraZeneca. Sebab penggunaannya sangat sedikit,”ucap dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/5) kemarin.

Baca Juga :  Takut Pulang, 5.800-an Pengungsi Nduga Bertahan di Wamena

Aaron mengklaim jika vaksin AstraZeneca jarang digunakan di Papua sewaktu masa Covid. Kalaupun digunakan, itu hanya pada orang orang tertentu terutama mereka yang berasal dari Jawa.

“Penggunaan vaksin AstraZeneca hanya pada orang orang tertentu terutama orang orang dari jawa, kenapa demikian ? karena sebelumnya suntikan pertama mereka sudah menggunakan AstraZeneca, sehingga suntikan selanjutnya juga menggunakan yang sama,” jelasnya.

Namun lanjut dr Aaron, untuk di Papua sendiri penggunaan vaksin AstraZeneca jarang sekali. Paling banyak menggunakan vaksin sinovac, vaksin pfizer,  dan moderna.

“Setahu saya efek samping dari vaksin AstraZeneca adalah radang jantung itupun jarang serta nyeri di tempat suntikan, namun efek sampingnya tidak sekeras moderna,” pungkasnya. (fia/wen)

Baca Juga :  Urus SKCK Sekarang Wajib Miliki Kartu BPJS Kesehatan

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Ramai di media sosial terkait pembahasan efek samping vaksin AstraZeneca belakangan ini. Bahkan, sebuah laporan investigasi situs berita asal Inggris The Telegraph mengungkap  farmasi AstraZeneca telah mengakui vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan bersama Universitas Oxford, dapat menimbulkan efek samping berupa sindrom trombosis dengan trombositopenia (TTS).

Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, dr Aaron Rumainum menyebut ketika vaksin itu sudah dilaunching artinya ia tidak bermasalah lagi atau sudah bebas. Baik dari Inggris tempat dimana vaksin tersebut berasal ataupun dari Indonesia sendiri.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan ataupun keluhan efek samping dari masyarakat terkait vaksin AstraZeneca. Sebab penggunaannya sangat sedikit,”ucap dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/5) kemarin.

Baca Juga :  Ubah Pola Hidup Tidak Sehat dan Cegah Penyakit Menular Pada Ibu Hamil

Aaron mengklaim jika vaksin AstraZeneca jarang digunakan di Papua sewaktu masa Covid. Kalaupun digunakan, itu hanya pada orang orang tertentu terutama mereka yang berasal dari Jawa.

“Penggunaan vaksin AstraZeneca hanya pada orang orang tertentu terutama orang orang dari jawa, kenapa demikian ? karena sebelumnya suntikan pertama mereka sudah menggunakan AstraZeneca, sehingga suntikan selanjutnya juga menggunakan yang sama,” jelasnya.

Namun lanjut dr Aaron, untuk di Papua sendiri penggunaan vaksin AstraZeneca jarang sekali. Paling banyak menggunakan vaksin sinovac, vaksin pfizer,  dan moderna.

“Setahu saya efek samping dari vaksin AstraZeneca adalah radang jantung itupun jarang serta nyeri di tempat suntikan, namun efek sampingnya tidak sekeras moderna,” pungkasnya. (fia/wen)

Baca Juga :  Pangdam XVII/Cenderawasih: Tak Ada NKRI dan OPM

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya