Terkait dengan Kepolisian Resor Yahukimo bersama Satgas Damai Cartenz berhasil mengamankan pelaku pembunuhan terhadap dua warga masyarakat di Kabupaten Yahukimo.
“Tindak tegas secara hukum seluruh pelaku kriminalitas yang telah mengganggu ketertiban di Tanah Papua terlebih hingga menghilangkan nyawa seseorang,” tegas Kapolda, Kamis (4/5).
“Untuk kasus yang pertama salah satu korbannya akhirnya meninggal. Tapi istrinya yang masih dirawat di rumah sakit,” kata Kapolres Yahukimo, AKBP Arief Kris Kristanto melalui ponselnya, Selasa (2/5). Korban Sukadi meninggal akibat luka serius di di wajahnya. Ia dibacok yang mengakibatkan luka robek dari mulut hingga pinggirann telinga.
“Penyidik di Polres Yahukimo masih terus melakukana penyelidikan dari kasus tersebut. Yang dilakukan cukup sadis karena melukai tanpa pandang bulu,” beber Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023, Kombespol Donny Charles Go, melalui ponselnya, Kamis (27/4).
Yafet pun dengan tegas meminta untuk semua semua pihak yang tidak senang dengan pemerintah maupun pembangunan bisa memilah mana yang berkaitan dan mana yang tidak ada kaitannnya. Gedung sekolah, rumah ibadah atau gereja dan rumah sakit sama sekali tidak ada kaitan karena murni berbicara soal kemanusiaan.
Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian sekitar pukul 21.30 WIT aparat Gabungan TNI-Polri melakukan Patroli di Kota Dekai dan setelahnya kembali ke Mako Polres Yahukimo untuk Konsolidasi.
Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri menyatakan keputusan managemen Trigana Air Service yakni tidak akan melakukan penerbangan ke wilayah Kabupaten Yahukimo baik dengan menggunakan pesawat Boing maupun menggunakan pesawat ATR, sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.
Sebanyak 7 orang diamankan dari kasus penembakan pesawat Trigana Air di Dekai, Yahukimo, Sabtu (11/3). Ketujuh orang ini diamankan disekitar Bandara Nop Goliath dan dari tangan mereka ditemukan 1 (satu) Buah Panah, 1 (satu) Buah Pisau, 1 (satu) Buah Sabit, 1 (satu) Buah Busur, 1 (satu) Buah Sangkur.
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring menegaskan bahwa aparat keamanan TNI-Polri yang berada di Kabupaten Yahukimo tidak melakukan penyisiran seperti yang dituduhkan oleh pihak Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Elkius Kobak dalam video yang tersebar luas diberbagai media.