“Kemungkinan minggu depan kami buka kembali pendaftaran bagi ASN yang ingin mengajukan mutasi ke Provinsi Papua Pegunungan. Sekarang sudah mendaftar 98 orang, target dan jumlah ASN yang ingin pindah bukan kewenangan kami,” ungkapnya, Jumat (5/8), kemarin.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH menyatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, sekaligus dari dinas juga meminta pengamanan dan surat izin keramaian.
Manager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri menyebutkan dalam beberapa hari terakhir, penerbangan dari Bandara Sentani ke Bandara Wamena mulai didominasi penumpang wisatawan lokal dari luar Papua dan Wisman yang ingin menyaksikan event yang digagas koordinator 10 objek wisata di lima distrik di Kabupaten Jayawijaya ini.
Koordinator Aksi, Yesaya Heselo yang merupakan salah satu ASN di Pemda Jayawijaya menegaskan jika aksi ini dilakukan secara spontanitas dan merupakan bentuk kekecewaan ASN dari 28 organisasi perangkat daerah (OPD) yang sampai dengan saat ini TPPnya tidak dibayarkan yang idealnya sebenarnya dibayarkan setiap triwulan.
Ia menyatakan, sejak masalah Bupati Mamteng dan KPK ini mencuat ke publik, kondisi pemerintahan sempat lumpuh sebab banyak ASN mengungsi ke Wamena, namun saat ini aparat keamanan dari Polda Papua sudah dikirim ke sana untuk mengamankan situasi.
Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayawijaya, Naftali Rumbiak, SE mengatakan,pelaksanaan mini FBLB ini akn dibuka 8 Agustus oleh Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua, SE, M.Si yang ditandai dengan penanaman pohon yang juga diikuti oleh para turis.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Hesman S Napitupulu, SH, SIK, MH menegaskan, sampai saat ini, pihaknya masih menolak permohonan izin pelaksanaan aksi demo dengan mengumpulkan massa dalam jumlah besar.
Aksi saling serang antar kedua kelompok warga yang sama -sama ikut dalam acara tersebut dapat dilerai dengan cepat dari panitia maupun aparat kepolisian yang turun ke lapangan.
Sekretaris DPMK Kabupaten Jayawijaya, Lepinus Gombo menyatakan, setiap kampung wajib mengganggarkan program stunting, ketahanan pangan dan penanganan covid di kampung.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Hesman S Napitupulu, SH, SIK, MH menyatakan, pihaknya akan mulai kembali dengan patroli hunting atau patroli di jam -jam rawan di wilayah hukum Polres Jayawijaya, khususnya dalam kota Wamena yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas).