Kepala Komnas Ham Ri Perwakilan Papua Frits Ramandey saat ditemui di Wamena menyatakan terkait dengan kerusuhan 23 Februari di Kelurahan Sinakma Distrik Wamena Kota, Tim dari Komnas HAM RI sudah turun sejak 24 Februari lalu namun proses Investigasnya baru dilakukan pada 6 Maret kemarin dan pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah korban dan saksi.
Iptu Made Sujana, A.Md, Pd yang memimpin kegiatan tersebut menyatakan bahwa hari ini kita mulai mengajarkan anak-anak tentang penjumlahan, mulai dari penambahan serta pengurangan angka yang sederhana.
Kasat Binmas menyatakan bahwa pihaknya mengajak masyarakat bisa selalu berkomunikasi dengan pihak keamanan ketika ada permasalahan di lingkup kampung maupun distrik agar masalah sekecil apapun bisa segera di tangani dan tidak berpotensi membesar atau menjadi konflik yang lebih besar.
Kepala Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya, Dr. Lukas Kosay, SE, MSi menyatakan, harga beras di Wamena mengalami kenaikan akibat keterlambatan beras yang dicadangkan oleh Bulog sehingga mempengaruhi harga di pasaran.
Danrem pada Selasa (7/3), menjelaskan bahwa keberadaan aparat keamanan di Kabupaten Yahukimo guna menjaga Kamtibmas dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat.
Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan, dari data yang dihimpun BPBD Kabupaten Jayawijaya, jumlah distrik yang terdampak banjir itu ada 17 distrik dengan rincian 20.014 jiwa.
Puluhan tukang ojek dan sopir angkutan umum yang ada di Pasar Jibama menuntut agar Dinas Perhubungan Darat Kabupaten Jayawijaya agar memberdayakan warga pribumi. Koordinator aksi, Athen Asso menegaskan, tuntutan ini untuk memperkuat aspirasi yang disampaikan di Lapangan Pendidikan beberpa waktu lalu.
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Koalisi Kemanusiaan untuk Papua dan Koalisi Honai untuk Papua mencatat bahwa pada 23 Februari 2023Â lalu terjadi penggunaan kekuatan berlebihan yang menyebabkan hilangnya setidaknya 12 nyawa oleh aparat keamanan.
Koordinator Identifikasi kerusuhan Sinakma Wamena Theo Hesegem menyatakan untuk proses identifikasi pasti akan dilakukan investigasi seluruhnya semua proses yang kejadian pada tanggal 23 Februari lalu , tim yang terlibat di dalam itu ada beberapa teman-teman dan pihaknya sedang membangun komunikasi untuk memperkuat tim yang ada.