Dalam penyaluran bantuan itu untuk dana dukungan Operasional sebesar Rp 500 juta diterima Sekda Kabupaten Jayawijaya di Ruang Rapat Bupati pada Rabu (17/5) kemarin, sementara untuk logistik barang senilai 1.658.800.000 baru tiba bandara Cargo Wamena dan diterima pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (18/5) kemarin.
Perwakilan Tim BNPB Irwan usai menyatakan bencana longsor ini mengakibatkan adanya korban jiwa, kantor kampung, tempat ibadah dan rumah warga langkah yang telah diambil pemerintah daerah sangat cepat dan pihaknya dari pusat juga sudah melihat hal itu dan memang tidak bisa ditangani sendiri karena butuh waktu yang cepat penanganan.
Koordinator Aliansi Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa Distrik Walesi, Boni Lanny menyatakan, pihaknya menolak pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di Welesi.
Provinsi Papua Pegunungan, ada 18 Parpol yang menjadi peserta Pemilu 2024, namun pada saat pendaftaran Caleg, 1 sampai 14 Mei, hanya 17 Parpol saja yang menyerahkan berkas calon anggota DPRD Provinsi ke KPU.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Pegunungan, Timotius Matuan, SPd, MPd menyatakan, di wilayah Pegunungan Papua ini, dulu orang menebang pohon hanya sesuai dengan kebutuhan mereka saja, namun sekarang ini dengan pesatnya pembangunan, sehingga banyak yang menebang pohon.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, S.IK, membenarkan empat motor Curanmor dikembalikan kepada pemiliknya,(13/5). Keempat motor tersebut diserahkan kepada pemiliknya yang disaksikan oleh Kasat Reskrim, Iptu Ibnu Rudihartono, TK, S.IK bersama penyidik.
Ketua DPW PKS Provinsi Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, SH memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran PKS, dan juga para Caleg yang telah mempersiapkan berkasnya sehingga pada saat proses pendaftaran, tak ada kendala.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi yang turun langsung ke kampung Elarek guna mengantar bantuan sekaligus memastikan lokasi longsor dan juga melayat korban yang meninggal dunia disana menyatakan. Pihaknya menyampaikan turut berduka cita dengan adanya korban musibah longsong di Kampung Elarek Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya Jumat (12/5) kemarin.
“Kita baru 7 bulan berdiri, namun Kantor Provinsi Papua Pegunungan sudah dikuasai teman-teman dari luar dan tidak mengutamakan anak asli Papua,” ungkap Pengurus KNPI Papua Pegunungan, Unas Ikinia saat ditemui di Wamena Kamis, (11/5), kemarin.