Sebab sangat jelas tiga suku pemilik hak ulayat lahan TPU Buper Waena komitmen untuk menjaga lahan tersebut. “Yang buat surat aksi pemalangan, itu hanya ulah oknum yang ingin memeras pemerintah,” kata Joop Hengga kepada Cendrawasih Pos di TPU Kristen.
Kedatangan mereka bukan untuk berziarah atau mengantar jenazah untuk dimakamkan di TPU tersebut. Mereka datang untuk memalang lokasi TPU Buper Waena baik itu pemakaman Muslim maupun Kristen.
Menurut Joop Hengga selaku Kepala Suku Hengga, informasi rencana pemalangan terhadap dua TPU tersebut bukan dikeluarkan secara struktur dari keluarga besar suku Kaigere selaku salah satu pemilik hak ulayat dari dua TPU tersebut.
"Kita targetkan Bulan Desember tahun ini pekerjaan peningkatan Sarpras di TPU Dosai, Kabupaten Jayapura sudah selesai dalam pembuatan lahan parkir, drainase, pematangan lahan maupun pembuatan jalan, karena Pemkab Jayapura sudah anggarkan dalam APBD TA 2023 sekitar Rp 4- 5 miliar,"ujarnya.
Oleh karena itu diapun meminta kepada pemerintah, agar TPU kristen Abepura tetap diperhatikan, terutama pengelolahannya. Sehingga pengunjung di TPU ini tetap menjamin kenyamannya.
Informasi menyangkut naiknya biaya pemakaman, perbaikan dan perizinan di Pemakaman Muslim Abepantai, oleh masyarakat pemilik hak ulayat, mendapat tanggapan serius dari Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo. Menurutnya, Pemkot dan DPRD Kota Jayapura telah menetapkan aturan terkait biaya pemakaman ini.
Menjelang dibukanya operasional TPU Kristen Buper Waena pada 1 April 2023, Dinas PUPR PKP Kota Jayapura terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Dimana per tanggal 31 Maret 2023 TPU Kristen Abepura, Tanah Hitam, sudah tidak digunakan lagi untuk melakukan pemakaman, namun hanya untuk ziarah saja.