Kepala Balai Karantina Papua Selatan Irsan Nuhantoro,S.Si, M.Si, MP, di Merauke mengungkapkan, laporan kematian babi di Kabupaten Boven Digoel tersebut baru pihaknya terima di bulan April 2026. Sementara wabah penyakit yang menyerang terna
Banyaknya oknum yang memanfaatkan situasi konflik untuk melakukan penjarahan dan pencurian di rumah para korban membuat warga mulai kesal sebab harta benda dan ternak mereka banyak yang raib. Salah satu Intelektual dari Kurima Okto Hesegem
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan Paino, ST, MT mengungkapkan, terkait dengan penolakan dari masyarakat adat terhadap Pulau Kimaam menjadi Program Strategis Nasional untuk pengembangan ternak Kerbau dan Sa
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina Wompere mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap hewan-
Selain bantuan babi, setiap gereja penerima juga mendapatkan 40 kilogram beras. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Jayapura terhadap gereja-gereja dalam menyambut perayaan Natal
Kasi Linmas Satpol PP Kabupaten Sarmi, Bernad Insyaf, menjelaskan bahwa dalam beberapa kali kegiatan penertiban, pihaknya masih menemukan banyak ternak yang dilepas bebas di area publik.
Menurutnya, Satpol PP tidak bisa bekerja sendiri dalam menertibkan hewan ternak yang kerap berkeliaran, khususnya pada sore hingga malam hari. Selain membahayakan pengguna jalan, hewan ternak yang dibiarkan bebas juga me
Wabup Haris menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada para calon penerima mengenai cara merawat dan mengembangkan ternak secara tepat, melalui pemaparan dari dinas terkait dan dokter
Dari semua ternyata ada yang menggunakan kuasa hukum untuk menegur pemilik ternak tersebut. "Pada 9 Juli lalu kami telah menemui pemilik kandang dan mengingatkan untuk menghentikan pembangunan kandang karena lokasinya be
Menurut warga, keberadaan kandang ternak di tengah pemukiman dikeluhkan karena mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga di sekitar. Beberapa masalah yang ditimbulkan dari keberadaan kandang ternak di tengah pemukiman d
Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Provinsi Papua Pegunungan Sem Kepno menyatakan untuk pakan ini ikan dan babi diberikan masing -masing 50 orang, ini dilakukan agar peternak yang ada di Papua Pegunungan dapat memenuh
Kasatpol PP Sarmi, Obet Pongratte, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah persuasif dengan membagikan tali tambang kepada para peternak sebagai bentuk imbauan agar hewan mereka diikat dan tidak dibiarkan ber
Bupati Yalimo Dr. Nahor Nekwek mengatakan bahwa, sesuai dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati program unggulan rindu Yalimo dan dalam Rindu Yalimo itu semua program semuanya sasaran kepada masyarakat.
Manajemen risiko yang menjadi komponen analisa risiko dilakukan untuk menurunkan potensi penyakit yang mungkin terbawa saat pemasukan sapi. Salah satunya melalui disinfeksi media pembawa dan alat angkut.
Dikatakan, dihari pertama operasi penegakan itu, ada wkitar empat ekor sapi yang ditangkap. Setiap hewan ternak yang tertangkap akan ditahan sementara dengan masa tenggang tujuh hari setelah diumumkan ke publik. Jika t
Kepala Satpol PP Kabupaten Sarmi, Obet Pongrate, mengatakan penertiban ini dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penertiban Hewan Ternak. Menurutnya, pemerintah telah melakukan sosial
Menurutnya, untuk tahap pertama program ini ada di 52 Kampung sedangkan untuk saat ini yang tahap ke dua di 42 kampung, dimana bantuan itu sudah disalurkan, sehingga untuk hasil monev ini pertama di distrik Walelagama itu pengembangan madu, dan di distrik wesaput pengembangan ternak wam (babi).
Menurut Jean Rollo, ternak babi merupakan salah satu harta kekayaan yang memiliki nilai tinggi bagi masyarakat di Kota Jayapura pada khususnya masyarakat di Tanah Papua. "Diharapkannya dari bantuan bibit babi yang diserahkan ini dapat dikembangkan menjadi usaha, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ungkapnya.
Penjabat Bupati Puncak, Nenu Tabuni dalam sambutannya saat membuka kegiatan penyaluran bibit kepada masyarakat mengatakan bahwa bibit ternak yang diserahkan kepada masyarakat tidak boleh dibawa pulang lalu dimakan tapi dipelihara dan dikembangbiakkan oleh masyarakat yang menerima bibit ternak sehingga dapat berkembang biak sehingga nanti bisa dijual lagi.
“Kita sudah punya obat dan vitamin untuk ternak babi. Sudah kita adakan dan kita akan bagi kepada peternak babi untuk memberikan kekebalan kepada ternak babi yang ada di Kabupaten Keerom,” ujarnya.
Kepala Dinas Kominfo, Jeri Agus Yudianto, mengatakan untuk mengantisipasi penyebarannya di wilayah Papua. Diperlukan penanganan atau tindakan darurat bencana yang ditetapkan melalui surat keputusan Gubenur Papua Nomor: 188.4/143 Tahun 2024 tentang penetapkan status keadaan darurat wabah penyakit ASF di Provinsi Papua.
"Ternak yang dimusnahkan ini karena lokasinya berdekatan dengan kasus ternak babi mati dari bulan Januari hingga Maret 2024 di wilayah Sentani Timur. Jadi agar tidak menyebar, karena jarak 100 meter sangat mudah menyebar virus ASF maka dilakukan pemusnahan,"ujarnya.
Namun demikian hasil pemeriksaan kembali dengan hasil uji laboratorium jika hasilnya sudah negatif. Artinya, bahwa Merauke sudah kembali bebas Antraks tersebut. Tidak ada kematian ternak sapi lagi.
Karena dari hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner Maros, yang ditemukan di dalam api-sapi yang mati tersebut baru parasit dengan jenis Trypanosomiasis, Babesiosis, Theileriosis, Paramphistomiasis dan Nematodosis. Sedangkan untuk Babi, sudah dpastikan penyakit Anthraks.
Dengan kejadian itu, Mormon mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit, mencapai puluhan juta rupiah. "Sapi ini sebagai aset dan juga modal, tapi sudah pada mati. Tentu kita rugi dan berharap pemerintah cepat memberikan solusi," tuturnya.
Dikatakan, berdasarkan laporan dan petugas dari dokter hewan dan dari petugas dari 8 puskesmas hewan yang tersebar di Merauke, kematian ratusan sapi tersebut diduga karena gigitan nyamuk. Sapi yang mati diduga karena digigit nyamuk tersebut terjadi di Distrik Semangga, Tanah Miring, Kurik, Malind, Elikobel.
Keluhan soal bau yang berasal dari kandang ternak ini sejatinya bukan hal baru melainkan sudah sering dikeluhkan namun sampai sekarang belum ada respon apapun dari dinas terkait.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jayawijaya, Hendri Tetelepta mengatakan, pihaknya dibantu tim Dokter dari Balai Veteriner Maros telah mengambil sampel darah, melakukan sweb dan mengambil organ tubuh sampel ternak laludibawa ke laboratorium di Makasar untuk diperiksa.