Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen mengatakan, kegiatan penanaman pohon sagu ini dilakukan selain dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara, juga sebagai upaya memperingati Hari Sagu.
Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen mengatakan, sebelum sepuluh pasangan melakukan Sidang BP4R, peserta sidang diwajibkan menanam pohon sagu, sebagai bentuk komitmen bersama melestarikan alam dan budaya lokal Papua.
Mama Yosephina mengaku, pohon sagu yang ia tebang kali ini usianya sudah sekitar 15 tahun sehingga secara ukuran dan hasilnya juga banyak. Untuk satu pohon sagu ia mengaku bisa olah menjadi sagu sekira 100 kg atau 10 sak beras ukuran 10 kg.
Seperti yang diungkapkan Mama. Ice pemilik Papeda Instan bahwa produksi papeda instan ini butuh bahan baku hanya berupa sagu, yang kemudian diolah hingga bersih untuk dijadikan tepung sagu dan dikemas menjadi Papeda Instan.
 Untuk itu, lanjut Koibur, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan produksi pada komoditas unggulan di Papua agar dapat dilakukan ekspor. Seperti yang dilakukan kemarin dengan melakukan ekspor biji kakao yang berasal dari Kabupaten Jayapura.
Tentu ini menjadi salah satu kebanggan bagi perempuan Asli Orang Papua yang mampu berinovasi dalam pembuatan kerupuk dari bahan sagu. Bahkan kerupuk dari bahan sagu ini sudah pernah jual ke temannya sampai luar negeri yakni Belanda dan Amerika Serikat.
 Mr Park Jibae yang asal dari Negara Korea ini didampingi Manager Public Relation Yulian Mohammad Riza, Andini dan Henry. Mereka ditemui langsung langsung oleh Pimpred Cenderawasih Pos Lucky Ireeuw, Manager Marketing Mansoer Anwar dan sejumlah redaktur Cenderawasih Pos. Staf Humas TSE Rizal, mengaku bersyukur akhirnya bisa datang ke redaksi Cenderawasih Pos bersama pimpinan tertinggi di bidang humas PT TSE Mr Park Jibae.
Papeda merupakan sebuah hidangan yang begitu istimewa bagi Indonesia Timur yang merupakan sajian bubur sagu khas yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat di sana. Hidangan sederhana ini telah menjadi sajian tradisional Papua dan menjadi bagian integral dari warisan budaya Indonesia.
Workshop dibuka oleh Direkrut Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus, Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dwi Rudi Hartono, yang dalam sambutannya  mengatakan bahwa melalui workshop ini bagaimana membekali para UMKM atau masyarakat di Kabupaten Keerom memanfaatkan potensi pangan lokal, guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan.
Selain pengadaan bibit sapi untuk diberikan di 2 kelompok masyarakat di 2 kampung, dana Otsus juga untuk pembiayaan penanaman bibit kopi bagi kelompok tani kopi dan pemberian bantuan mesin pengolah sagu.