Sehari setelah kebakaran yang melanda RSUD Abepura, nampak aktifitas pelayanan sudah mulai normal. Ya, kendati ruangan IGD masih tersegel police line, pelayanan pasien IGD, kemudian dialihkan keruangan administrasi.
Setelah peninjauan, Benhur Tomi Mano mengaku pihaknya telah melakukan asesment (pendataan) terhadap dampak atas pristiwa kebakaran tersebut. Kemudian selanjutnya melalui data tersebut akan menurunkan bantuan, melalui bakti sosial Jayapura.
Menetapkan, memberhentikan dengan hormat Saudara sdr. dr. Anton Tony Mote Pembina TK.I (IV/b), dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua dan untuk selanjutnya ditempatkan pada Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Direktur RSUD Jayapura Anton Mote di Jayapura, mengatakan selama libur lebaran untuk penyakit yang paling banyak seperti batuk pilek, gangguan pencernaan, alergi, diare dan lambung.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyampaikan para pegawai sudah masuk bekerja seperti biasa. “Untuk pegawai di unit pelayanan 80 persen sudah masuk untuk melakukan pelayanan,” kata dr Andreas, Kamis (27/4).
Direktur RSUD Dok II Jayapura, Anton Mote menegaskan, tidak benar jika tenaga honor atau kontrak di Rumah Sakit Jayapura sejak Januari hingga April tahun 2023 baru satu kali dibayarkan gajinya.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan petugas yang sudah kita maksimalkan, terutama kita perankan teman-teman yang nasrani untuk memback up kekosongan dari Nakes muslim yang sedang merayakan Idul Fitri,” terang Anton Mote kepada Cenderawasih Pos, Senin (17/4).
“Ada jalur khusus yang kami sediakan untuk pasien emergency. Selain itu, ada penjaga yang berjaga di portal parkir elektronik,”Terang Anton Mote kepada Cenderawasih Pos.
Benny Gurik mengatakan drg. Aloysius Giyai, M.Kes hingga hari ini ia masih menunggu Plh. Gubernur Papua, Dr. Ridwan Rumasukun untuk mengaktifkan kembali jabatannya usai dicopot secara mendadak oleh Gubernur Lukas Enembe, SIP.MH pada 20 Agustus 2021 lalu dari Direktur.