Mirip Skateboard ala Kampung, Punya Marshal Untuk Buka Tutup Jalur

Tak Kalah Seru dengan Tokyo Drift, Gledekan Tretes Permainan Tradisional yang Jadi Magnet Wisata

Bila franchise Fast Furios punya film Tokyo Drift yang ikonik; berseluncur dengan mobil di kawasan pegunungan. Di belahan bumi lain ada aksi seluncur yang tak kalah seru. Bukan menggunakan mobil tapi, memanfaatkan alat yang sangat sederhana; papan seluncur dilengkapi bearing sebagai penggerak utamanya.

Laporan: Rizal Syatori_Bromo

Namanya Gledekan Tretes. Dalam dua bulan terakhir, permainan ini viral di media sosial (medsos). Permainan ini kian diminati selama bulan Ramadan. Peserta maupun penontonnya makin ramai. Tidak hanya dari Tretes, namun sampai ada yang dari Jawa Tengah. Jarum jam menunjukkan pukul 04.30 di Lingkungan Palembon, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Langit masih gelap selepas subuh itu. Udara dingin pun masih menyelimuti jalan raya jurusan Prigen–Pandaan.

Baca Juga :  Layaknya Mahasiswa, Untuk Bisa Lulus Siswa-siswa Harus Buat Karya Ilmiah

Meski demikian, jalanan tidak benar-benar sepi. Suara roda-roda kecil berderu pelan menyentuh aspal menurun. Di antara udara yang masih berkabut tipis dan lampu kendaraan yang temaram. Itulah suara gledekan. Permainan tradisional yang kini menjelma menjadi magnet wisata bernama Gledekan Tretes.

“Karena lokasinya berada di kawasan wisata Tretes, permainan gledekan ini mendapat sebutan Gledekan Tretes. Kami menggelar ini tiap Minggu selama dua jam, pukul empat sampai enam pagi,” terang Feris, pemuda setempat sekaligus panitia Gledekan Tretes.

Gledekan sendiri adalah kendaraan rakitan tanpa mesin. Bentuknya menyerupai gokar sederhana, dibuat dari rangka besi, pipa atau kayu, dengan roda karet atau laker (bearing). Tidak ada pedal, tidak ada gas. Yang menggerakkannya hanya gravitasi dan keberanian. Peserta duduk rendah di atas rangka, memegang setir sederhana layaknya sepeda atau motor.

Baca Juga :  ADK Tahap I  TA 2023 Sudah Tersalurkan Sekitar Rp 35 Miliar

Tak Kalah Seru dengan Tokyo Drift, Gledekan Tretes Permainan Tradisional yang Jadi Magnet Wisata

Bila franchise Fast Furios punya film Tokyo Drift yang ikonik; berseluncur dengan mobil di kawasan pegunungan. Di belahan bumi lain ada aksi seluncur yang tak kalah seru. Bukan menggunakan mobil tapi, memanfaatkan alat yang sangat sederhana; papan seluncur dilengkapi bearing sebagai penggerak utamanya.

Laporan: Rizal Syatori_Bromo

Namanya Gledekan Tretes. Dalam dua bulan terakhir, permainan ini viral di media sosial (medsos). Permainan ini kian diminati selama bulan Ramadan. Peserta maupun penontonnya makin ramai. Tidak hanya dari Tretes, namun sampai ada yang dari Jawa Tengah. Jarum jam menunjukkan pukul 04.30 di Lingkungan Palembon, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Langit masih gelap selepas subuh itu. Udara dingin pun masih menyelimuti jalan raya jurusan Prigen–Pandaan.

Baca Juga :  Dari Pinggir Sungai Para Orang Tua Menatap dan Terus Berdoa

Meski demikian, jalanan tidak benar-benar sepi. Suara roda-roda kecil berderu pelan menyentuh aspal menurun. Di antara udara yang masih berkabut tipis dan lampu kendaraan yang temaram. Itulah suara gledekan. Permainan tradisional yang kini menjelma menjadi magnet wisata bernama Gledekan Tretes.

“Karena lokasinya berada di kawasan wisata Tretes, permainan gledekan ini mendapat sebutan Gledekan Tretes. Kami menggelar ini tiap Minggu selama dua jam, pukul empat sampai enam pagi,” terang Feris, pemuda setempat sekaligus panitia Gledekan Tretes.

Gledekan sendiri adalah kendaraan rakitan tanpa mesin. Bentuknya menyerupai gokar sederhana, dibuat dari rangka besi, pipa atau kayu, dengan roda karet atau laker (bearing). Tidak ada pedal, tidak ada gas. Yang menggerakkannya hanya gravitasi dan keberanian. Peserta duduk rendah di atas rangka, memegang setir sederhana layaknya sepeda atau motor.

Baca Juga :  Bupati Keerom Dorong Pemekaran Kampung dan Distrik

Berita Terbaru

Artikel Lainnya