Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT kepada wartawan seusai membuka Raker ini mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini atas perintah ke kepala bagian pemerintahan dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra untuk menghidupkan pemerintahan yang baik.
Kapolsek Sota, Ipda Yustus Maudul SE,M.Si yang ikut dalam penanaman ini mengungkapkan maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi dan mendekatkan TNI-Polri dengan Masyarakat, memberikan motivasi kepada masyarakat agar fokus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari –sehari.Â
Pemberian piagam penghargaan ini dilakukan Danrem Brigjen TNI E. Reza Pahlevi di sela-sela syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korem 174/ATW Ke-18 di Aula L.B. Moerdani Makorem 174/ATW, Tanah Miring Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Rabu (30/11) malam.Â
 Namun begitu, lanjut Yulianus Mambrasar, pihaknya tetap dan wajib membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI Polri, Basarnas dan satuan TNI-Polri lainnya.
Namun saat ditemukan, korban dalam posisi tak bernyawa. Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan sekitar 4 Km jika ditarik garis lulus TKP semula di hulu Sungai Kumbe, sekitar pukul 11.35 WIT. Jenazah korban ditemukan berada dalam anak sungai di antara semak-semak dan ranting pohon.
Pj Gubernur Apolo Safanpo mengungkapkan bahwa 10 pejabat eselon II yang ditunjuk sebagai Plt ini akan melaksnaakan tugas 1-3 bulan sampai menungu seleksi jabatan defenitif. ‘’Kita angkat mereka supaya pemerintahan in bisa jalan.
Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budiartha, SIK, didampingi Kasat Narkoba, Iptu Irwan S.Sos saat menggelar press release, mengungkapkan, awalnya, pihaknya mengamankan 4 orang, masing-masing MK, HO, AT dan YM.
"Korban terjatuh sekira pukul 19.10 WIT akibat terkena tali jangkar," katanya. Upaya pencarian oleh rekan-rekannya langsung dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Pada pukul 20.20 WIT, lanjut Darmawan, 1 tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
Di ditubuhnya, ditemukan sejumlah luka alat tajam. Bahkan, leher korban nyaris putus, kaki kakan korban putus dan sejumlah luka lainnya. Engelbertus Konakaimu (23), sepupu korban saat datang melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Merauke mengungkapkan, Sabtu malam, dirinya masih bertemu dengan korban yang saat itu ingin bertemu dengan bosnya untuk meminjam uang.Â
Kepala Karantina Pertanian Merauke Cahyono mengatakan, awal tindakan Karantina dilakukan saat petugas Karantina di wilayah kerja Pelabuhan Laut Merauke melakukan pengawasan bongkar muatan ayam.