Menurutnya, adanya kenaikan BBM karena harga minyak dunia yang mengalami kenaikan, untuk itu dia minta agar kenaikan BBM ini, tidak membuat masyarakat susah, dengan makin panjangnya antrean kendaraan mengisi BBM.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dimulai pukul 22.00 WIT dengan akumulasi hujan 3-4 mm/jam. Intensitas hujan kemudian meningkat menjadi hujan lebat pada pukul 01.00 WIT dini hari dengan jumlah curah hujan tertakar 14,4 mm/jam.
Pj Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si., mengaku sangat bersyukur karena APBD P TA 2022 telah disahkan dan ditetapkan oleh DPRD Kota Jayapura. Dengan penetapan APBD Perubahan ini akan memberikan dampak positif dalam rangka peningkatan pembangunan di Kota Jayapura dan kesejahteraan masyarakat di Kota Jayapura.
Tak hanya itu yang paling menonjol adalah kondisi jembatan dari rangka besi yang membahayakan,namun masih digunakan. Setiap harinya ada ratusan orang yang menggunakan jembatan ini. Pemberitaan terkait kondisi jembatan tersebut juga bukan kali pertama diberitakan, namun hingga kini tak ada perbaikan yang dilakukan.
“Kota Jayapura adalah kota yang nyaman, sehingga semua komponen masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk merawat, menjaga Kota Jayapura sebagai kota yang aman dan damai, jika saja memang ada penyampaian aspirasi atau demo, lakukanlah dengan baik, menyampaikan aspirasi dengan cara terhormat melalui jalur-jalur yang ada,”ungkap Frans Pekey kemarin.
Para sopir angkot yang mencoba bersabar, setelah 9 hari akhirnya tidak mau lebih lama lagi terdampak kerugian operasional akibat naiknya harga BBM. Senin (12/9) kemarin, sejumlah sopir angkot, terutama jalur J1 dan J2 yang sering mangkal di Terminal Tipe B Waena, akhirnya melakukan aksi mogok.
Sebab, perekaman e KTP ini juga untuk mensukseskan agenda Pemilu thun 2024 nanti. Dimana banyak potensi pemilih pemula cukup tinggi, khususnya para pelajar SMA sederajat yang usianya sudah bisa melakukan perekaman e KTP, maka Dukcapil Kota Jayapura akan melayaninya dengan maksimal.
"Reklaim tanah yang kami maksudkan adalah bagaimana agar masyarakat adat dapat mengklaim kembali, pertama, tanah-tanah yang pelepasannya menurut kebiasaannya kurang tepat. Artinya tanahnya dilepas oleh 1 orang, atau dalam keadaan tidak sadar, atau dalam keadaan di tahanan atau melalui pemberian pemberian barang yang kemudian di total kemudian pemiliknya disodorkan surat pelepasan,” katanya di Abepura, Sabtu, (11/9).
Kapolsek menerangkan, saksi Adi yang merupakan tetangga kamar, merasa curiga karena tidak melihat almarhum beberapa hari terakhir. Kemudian sekitar pukul 07.00 WIT pagi, saksi kembali memanggil, namun tidak ada respon dan karena curiga saksi kemudian mengajak tetangga kos untuk mendobrak pintu kamar almarhum.
"Tidak hanya sopir angkutan umum yang terkena dampak, semua orang terkena dampak kenaikan BBM. Untuk itu, saya minta jangan ada yang mogok kerja, karena kalau mereka mogok kerja yang kasih makan anak istri siapa?" ujar PJ Wali Kota Jayapura saat mengikuti kegiatan penutupan Pesparani di Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Sabtu (10/9).