“Soal kebakaran ini kita tidak bisa memandang remeh karena setiap bulan selalu saja ada yang mengalami musibah tersebut. Ini tak bisa lagi dianggap main – main karena selalu terjadi,” kata Frans kepada warga saat mendampingi Benhur Tomi Mano melakukan kunjungan di lokasi kebakaran di Rusun Dok IX, Jayapura Utara, Senin (14/11).
Pihak kepolisian masih membangun komunikasi dengan koordinator aksi untuk memastikan semua sesuai aturan main. Kapolresta AKBP Victor Mackbon mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan sejauh apa kesiapan para koordinator aksi keramaian yang akan dilakukan besok.
Mirisnya lagi disaat sedang tertimpa musibah ternyata masih ada orang yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan. Saat malam kejadian sebagian pemilik rumah memilih meninggalkan rumah dan mengungsi.
Sesudah kemerdekaan ada satu peristiwa konfrontasi besar di Surabaya dimana arek-arek Suroboyo melawan serdadu NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dan AFNEI (Alied Forces Netherlands East Indies) yang bermula dari Hotel Yamato.
Adanya penegasan penangkapan terhadap ketiga pelaku kasus pangan kedaluwarsa ini, kata Mojaza, karena permohonan praperadilan yang diajukan oleh para tersangka ditolak secara seluruhnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jayapura.
“Kita tahun depan kegiatan program padat karya tidak hanya pengecatan saja, tapi sudah ada pembersihan got/drainase, mengingat musibah banjir terjadi karena masih banyak got/drainase yang tersumbat oleh botol minuman bekas dan lainnya. Jadi nanti akan dilakukan pembersihan melalui kelompok kerja program padat karya perkotaan,’’kata Djoni, Selasa (8/11)lalu.
"Kami akan melaunching Kader Malaria Kota Jayapura (Kamal Beraksi) di situ ada 230 kader yang siap kami sebar di 5 distrik, masing-masing akan ditempatkan di kelurahan, kampung, kader malaria mempunyai tugas yakni melakukan pemeriksaan malaria door to door ke masyarakat, kemudian kalau ada yang positif mereka memintakan obat dan memberikan obat,"ungkapnya, Jumat (11/11)kemarin.
Kerusakan terumbu karang ini menurut Danlantamal X Jayapura, Brigjend TNI (Mar) Feryanto Marpaung tak lepas dari ulah oknum nelayan yang mencari ikan dengan cara mengebom.
Saat malam kejadian sebagian pemilik rumah memilih meninggalkan rumah untuk mengungsi. Saat itulah ada kelompok warga yang melakukan penjarahan. Tak tanggung-tanggung pintu rumah yang digembok justru didobrak dan para pelaku langsung menjarah isi rumah. Tak hanya barang berukuran kecil tapi banyak alat elektronik yang dibawa kabur.
Kekabaran ini diduga dari ledakan minyak tanah dari salah satu gudang minyak tanah yang ada di sekitar pasar inpres. "Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 19.25 wit, awalnya dari gudang minyak tanah disamping pasar," ujar Geri warga dok IX.