Direkur RSUD Abepura, Kepala Bidang Pelayanan Medik, RSUD Abepura, dr. Veronika Pekey mengungkapkan perkembangan kasus diare di Kota Jayapura sudah kembali normal. "Sejak tanggal 5 Deember sampai Selasa (13/12) kemarin, tidak ada lagi pasien dengan gejala muntaber yang rawat di RSUD Abepura," ujar Vero kepada wartawan.
Walaupun demikian tidak membuat para pedagang lelah untuk berjualan. Dari pantauan Cenderawasih Pos, terlihat bagaimana pedagang mama-mama Papua yang hanya berjualan dengan beralaskan tikar.
Frans Pekey mengatakan, dengan adanya SE ini diharapkan para pelaku usaha penjualan Minuman beralkohol bisa mematuhi SE ini. Hal ini bertujuan dalam rangka mewujudkan situasi Kota Jayapura yang aman, tenang, dan nyaman.
Menurutnya, normalnya program ini akan berlaku sampai 31 Desember, akan tetapi mulai tanggal 19 sampai 28 Desember mendatang akan tutup pelayanan, karena libur cuti natal. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan waktu yang tersisa.
“Kita sudah bagikan surat edaran terkait pembayaran THR Natal kepada pengusaha dan pelaku usaha di Kota Jayapura, kita imbau para pengusaha bisa membayar tepat waktu sesuai aturan 1 minggu sebelum hari raya natal,” katanya, Senin (12/12) kemarin.
Menurutnya, para pedagan ini membuat lapak tidak sesuai aturan. Yakni melebihi tempat yang telah diatur, sedangkan bagi pedagang yang merasa belum mendapatkan tempat jualan akhirnya membuat lapak sendiri ini juga tidak diperbolehkan.
Koordinator Guru P3K Fellisia Roswita menyampaikan, alasan mengadu ke DPRP lantaran ketidakjelasan hak mereka (gaji-red) yang belum juga dibayarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua.
Bagi peserta yang lolos seleksi PPD diharapkan ikut test wawancara yang dimulai sejak tanggal 14-15 Desember. “Para peserta yang lulus diharapkan dapat mengikuti test wawancara pada tanggal 14-15 Desember 2022 bertempat di kantor KPU Kota Jayapura,” kata Fiktor,
Yakni, tetap dalam prioritas membangun Kota Jayapura dari peningkatan sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur perkotaan termasuk kebersihan lingkungan dan untuk di lingkup Pemerintahan tetap dalam spirit penerapan enam budaya kerja.
Untuk menyelesaikan kasus stunting di Papua kata dia sudah menjadi tantangan IDAI Papua untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah. Untuk menolong anak-anak yang mengalami gizi buruk, gizi kurang dan stunting.