Pernyataan Pangdam tersebut disiarkan secara live oleh Metro TV dan pada kesempatan itu pangdam menyampaikan bahwa kondisi Capt Phillip Mark Mehrtens dalam kondisi baik dan secara berkelanjutan pihak TNI terus melakukan komunikasi dengan semua pihak, baik para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda maupun tokoh perempuan
"Saya harapkan beberapa hari ini akan keluar berita terbaru yang akan membahagiakan kita semua," ucap Kapuspen TNI, Laksda Julius Widjojono kepada wartawan, Jumat (8/9) kemarin.
Sebby menjelaskan bahwa ketiga korban tersebut tewas dengan kondisi luka di bagian kepala. Ini tak lepas dari serangan subuh hari pada tanggal 1 September lalu pukul 03.00 WIT di Nduga.
Ia bahkan meminta aparat keamanan segera memberitahu kondisi satu pasukannya yang sempat dibawa aparat. Apakah anggotanya ini masih hidup atau sudah tewas. Tak hanya itu, Egianus juga merasa telah dikhianati karena ada basis pos yang dipimpin Armi Tabuni yang diketahui oleh aparat keamanan.
“Jenazah kami evakuasi bersama Kepolisian Resort Jayawijaya, Para Kepala Suku dan Keluarga Korban, kemudian jenazah tersebut dibawa ke RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya untuk diadakan autopsi,” ungkap Dandim.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Kabid Humas mengatakan jenazah korban sudah ditemukan dan telah dilakukan Olah TKP oleh Kepolisian di Distrik Kolawa Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Kamis (31/8) sekira pukul 12.52 WIT.
Jenazah Michelle Kurisi Doga akhirnya ditemukan aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Lanny Jaya tepatnya di perbatasan Distrik Beam dan Distrik Kolawa, Kamis (31/8).
"Pembunuhan ini terjadi setelah dia diinterogasi mengenai tujuannya dalam perjalanan menuju ke Kuyawage, korban hendak mencari data pengungsi Nduga," ungkap Benny, Rabu (30/8).
“Pasukan TPNPB Batalyon Egisu Kodap III Ndugama telah membunuh satu anggota Intel Indonesia atas nama Michelle Kurisi Ndoga di Kimbim, Kabupaten Jayawijaya, Papua,” beber Sebby.