- Advertisement -spot_img

TAG

HAM

Bukti Lemahnya Negara Melindungi HAM di Papua

Selaku Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan C Warinussy menilai penjatuhan vonis bebas kepada terdakwa tunggal dugaan pelanggaran HAM Berat di Paniai tahun 2014 bentuk konkrit dari tidak adanya penghargaan negara bagi nilai dan prinsip hak asasi manusia yang dianut dalam UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Kok Bisa Terdakwa Pelanggaran HAM Divonis Bebas?

 "Mengadili, menyatakan terdakwa Mayor Infantri Purnawirawan Isak Sattu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran HAM berat sebagaimana dalam dakwaan kesatu dan kedua," kata Hakim Ketua Sutisna Sawati dalam persidangan tersebut. 

Bicarakan Bisnis dan HAM d Forum PBB

Dia akan berbicara pada Dewan Hak Asasi Manusia PBB dimana Forum ini dipandu dan diketuai oleh Kelompok Kerja PBB untuk Bisnis dan Hak Asasi Manusia, dan diselenggarakan oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).

Mari Dorong Upaya Damai di Tanah Papua

“Soal paham politik, ideologi kalau bisa dikesampingkan dulu. Mari mendorong upaya damai,” tegas Kepala Komnas HAM Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/11).

Desak Kerusuhan Dogiyai Sebagai Prioritas Penanganan Konflik Sosial

Merespons kerusuhan di Kabupaten Dogiyai, Komnas HAM RI Perwakilan Papua mendesak, mendorong PJ Gubernur Provinsi Papua Tengah untuk menjadikan kasus kerusuhan di Dogiyai sebagai prioritas penanganan konflik sosial, dan mengupayakan dukungan rehabilitasi korban dan kerugian serta penanganan korban meninggal dunia maupun korban luka-luka.

Suara Pelanggaran HAM Akhirnya Terdengar di Dewan HAM PBB

Dari  peliknya persoalan HAM di Papua juga menarik  perhatian negara luar bahkan pada 8 November  lalu sempat disuarakan langsung dalam forum  side event di Geneva Swiss. sidang UPR  (Universal Periodic Review) Dewan HAM PBB di  Geneva, Swiss.

Penganiayaan Tiga Anak di Keerom Penuhi Unsur Pelanggaran HAM

Hal tersebut berdasarkan laporan pemantauan dan penyelidikan peristiwa dugaan penyiksaan oleh anggota Kopasus TNI AD di Distrik Arso, kepada tiga anak yang mengakibatkan 1 kritis dan dua lainnya mengalami luka luka.

Komnas HAM Desak Penertiban di Wilayah Penambangan Rakyat

“Kami belum mendapatkan aduan terkait dengan peristiwa tersebut. Namun peristiwa ini sudah diberitakan oleh media maka dalam mekanisme kita bisa menjadikanya sebagai pengaduan proaktif,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Kamis (21/7).

Penertiban Lapas Narkotika Jadi Tantangan Terbesar   

  Menurutnya,  peredaran Narkotika bergeraknya cepat sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dimana semua perubahan dan perkembangan yang terjadi ini memang dikendalikan dengan media komunikasi.

Komnas HAM Rekomendasikan Periksa Anggota yang Diduga Terlibat

Dari hasil investigasi Komnas HAM saat itu, menemukan ada dua orang yang meninggal dunia dan kurang lebih lima orang mengalami luka luka.

Latest news

- Advertisement -spot_img