Kepala Dinas Sosial Sarmi, Yance Ramandei, menyatakan bahwa pendampingan ini bertujuan mendorong masyarakat adat untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki di wilayah masing-masing.
“Kami mulai dengan pengambilan sampel di beberapa kampung untuk dijadikan contoh dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Lahan-lahan tersebut bisa ditanami komoditas yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” jelas Ramandei.
"Para mantan Napi di dalam lapas mereka selama ini makan tiga kali sehari seluruh Indonesia sama, dalam 10 hari menunya akan bervariasi. Sehingga masalah ekonomi setelah keluar dari lapas menjadi sangat rentan terjadi la
Penyerahan bantuan dana Bansoss dan PKH ini secara simbolis diserahkan Bupati Nahor Nekwek kepada LMA dan selanjutnya LMA menyerahkan kepada 5 Kepala Distrik se-kabupaten Yalimo. Selanjutnya dari para kepala distrik menyerahkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Dia mengatakan perhatian yang dilakukan itu berupa pemberian bingkisan ataupun penghargaan yang dilakukan secara bergilir kepada setiap Veteran pada saat momen peringatan atau acara-acara besar nasional.
Dia mengatakan, pemberian bingkisan bagi para veteran di Kota Jayapura, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan dan juga para pejuang Veteran yang masih hidup sampai saat ini. Mereka telah memberikan dedikasi yang tinggi dalam memperebutkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Harapan kita ada panti rehabilitasi terhadap masalah-masalah sosial di Kota Jayapura, tidak narkoba saja, ada anak jalanan, ODGJ, kita juga sampai hari ini punya Lansia yang kita tidak punya fasilitas seperti itu, untuk menampung mereka," ungkap Plt Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura Felson Mambrasar.
Itulah sebabnya pihaknya juga kesulitan untuk menangani ODGJ itu, misalnya ketika mereka sudah menyelesaikan program rehabilitasi di rumah sakit jiwa atau pun penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura.
Dia mengatakan, masalah-masalah sosial yang kemudian melibatkan anak-anak di Kota Jayapura itu, disebabkan karena beberapa factor. Pertama, anak-anak ini dilahirkan tanpa perhatian dari orang tua. Kemudian mereka terlibat dalam pergaulan yang salah, dan pada akhirnya mengancam masa depan mereka.
"Untuk itu kami terus menginventarisasi setiap ODGJ guna mengetahui nama dan alamat mereka, sehingga perlu dukungan dari pihak keluarga," katanya. di Jayapura, Senin, mengatakan pihaknya mencatat ODGJ di daerah ini sekitar 35 orang atau meningkat.