Kondisi yang terus berulang akibat cuaca yang terbilang ektrim. Jika dingin maka akan dingin sekali dan jika panas maka suhu akan naik sangat panas. Kondisi ini biasa mulai terjadi di bulan Mei dan pada Juli hingga Agustus menjadi puncak dari terjadinya masalah tersebut.
Sekolah Lapang Iklim itu, dihadiri oleh mahasiwa pertanian kehutanan dan kelautan Univeraitas Ottow Gesler Jayapura. Ada berbagai materi pembahasan meliputi upaya pengendalian dampak cuaca dan iklim ekstrem melalui pemahaman informasi iklim.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua William Manderi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi dampak El Nino yang saat ini mulai terasa dampaknya.
Adapun empat kabupaten/kota yang perlu diwaspadai berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Diantaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom serta Kabupaten Sarmi.
“Saya sudah perintahkan pada Menko PMK, Menteri Sosial, BNPB dan juga di daerah, di Papua untuk segera menangani secepat-cepatnya,” kata Presiden usai meresmikan sodetan Ciliwung di Jakarta, Senin.
TNI sudah menyiapkan dua helikopter caracal untuk mengangkut bantuan dari Bandara Mozes Kilangin Timika ke Sinak. Bantuan bahkan sudah dimuat di helikopter namun tiba-tiba, Selasa pagi tiba-tiba hujan dan kabut tebal. Bahkan TNI juga menerima laporan bahwa kondisi cuaca di Sinak juga tidak memungkinkan untuk diterbangi.
Sejumlah titik di Kota Jayapura mengalami banjir, hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (20/7) sore. Tak hanya banjir, tumpukan sampah yang meluap dari selokan atau drinase berserakan di jalan raya.
Kepala BPBD Provinsi Papua William Manderi menyampaikan, berdasarkan informasi BMKG wilayah V Jayapura, Papua akan masuk musim hujan hingga akhir tahun, untuk itu perlu dilakukan mitigasi guna meminimalisasi risiko bencana di kemudian hari.
“Jalur evakuasi tsunami sangat penting bagi masyarakat, karena itu menjadi penentu arah ketika terjadi bencana masyarakat harus kemana, titik kumpulnya dimana dan harus lari kemana,” terang Manderi kepada Cenderawasih Pos, Senin (29/5)