“Kita masih berupaya mencari sejumlah saksi dan alat bukti di lapangan guna mengungkap kasus ini, kami juga sedang melakukan penyelidikan terkait CCTV yang terpasang di beberapa Ruko di wilayah itu agar bisa mencari tahu para pelakunya,”ungkapnya Kamis (3/8), kemarin.
“Ada sejumlah Miras yang berhasil disita dari tiga lokasi berbeda di Kota Wamena, baik itu yang sudah berbentuk CT maupun ballo, kita langsung sita dan musnahkan di tempat,”ungkapnya, Kamis (3/8), kemarin.
“Memang untuk Hotel Baliem Pilamo Bookingannya sudah 50 persen, namun itu tidak semua dari Turis mancanegara, ada juga dari Instansi Pemerintah , Instansi Vertikal , Perbankan , penerbangan, kalau untuk turis luar negeri ini sudah tidak seperti yang dulu-dulu lagi,”bebernya
Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri mengaku jika untuk saat inibelum ada turis yang masuk ke Wamena dengan menggunakan armada Trigana, dimana beberapa hari ini belum terlihat keberadaan mereka,
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyataka, saat ini pihaknya melakukan rapat evaluasi untuk melakukan pengecekan persiapan FBLB sampai dengan kegiatan karnaval.
“Hasilnya sangat positif, karena itu kami akan tindaklanjuti untuk magang di luar Papua,”ungkapnya saat ditemui di Hotel Baliem Pilamo, Rabu (2/8) kemarin .
“Kita masih kesulitan untuk menemukan bukti dan saksi –saksi, sama juga dengan penemuan mayat di Pikhe, kita masih lakukan penyelidikan,”ungkapnya, Rabu (2/8), kemarin.
Komisioner KPU Papua Pegunungan, Devisi Penyelenggaraan, Melkianus Kambu, menyatakan, sesuai Undang–undang No. 5 Tahun 2014 tentang ASN terlibat dalam partai politik harus mengajukan pengunduran diri pada instansinya, apalagi sudah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif kabupaten maupun provinsi.
“Ada beberapa kasus kekerasan terjadi di Kota Wamena selama 2 minggu terakhir ini, mulai dari tabrak lari akibat Miras yang memakan korban jiwa, kasus penemuan mayat hingga kasus pencurian dengan kekerasan,”ungkapnya Selasa (1/8), kemarin.
Ratusan Warga Kampung Woogi, Distrik Silokarno Doga meminta kepada Pemkab Jayawijaya agar segera membatalkan SK pengangkatan Plh Kepala Kampung Woogi, Urius Paragaye karena dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.