"Investasi ini diharapkan memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kami Pemerintah Kota Jayapura, dalam menggerakkan perekonomian di kota ini,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (2/9) kemarin.
“Jayapura kota jasa dan perdagangan sehingga perlu melihat peluang yang dikembangkan. Ini kota kecil yang terus tumbuh dan kini menjadi kota metro di Papua. Saya melihat pergerakan yang bisa secara massive itu ada pada anak muda dan ini sudah tepat,” kata Kadispar Ekraf Kota Jayapura, Mathias Bentar Mano di Café Titik Temu, Sabtu (2/9) malam.
Remedial Section Head FIF Group Jayapura, Ferianto Raga Lawa mengatakan, terkait program CSR UMKM dari pusat untuk Papua, khususnya FIF Cabang Jayapura sebanyak 3 nasabah.
Kepala DPMKPTSP Jayawijaya, Drs. Karel Tehupuring, MM mengatakan, selain didorong untuk miliki merek dagang, para pelaku usaha kecil menengah ini juga difasilitasi untuk bisa miliki sertifikasi halal. Ini dilakukan agar bisa memperluas usahanya sampai ke luar daerah.
Dikatakan Rully Ririmase, pembinaan terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Keerom sangat penting, untuk mempersiapkan para pelaku usaha dalam menyambut Pesparawi XIV. Selain itu, pembinaan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh para pelaku usaha.
Kepala DPMKPTSP Kabupaten Jayawijaya Karel Tehupuring menyatakan, pihaknya membekali pelaku usaha dari 12 distrik ini untuk kemudahan berusaha, khusus bagi OAP karena kegiatan ini bersumber dari Dana Otsus 2023. Dan patut disyukuri saat ini, pelaku usaha, khususnya OAP sudah mulai menekuni usaha kios.
Kepala Kanwil DJKN Papua - Maluku, Wibawa Pram Sihombing mengatakan, lelang produk UMKM kali ini berbeda dari lelang sebelumnya. Kalau sebelumnya cuma dari KPKN Jayapura, sekarang pihaknya melibatkan KPKNL Ambon, Biak dan Sorong.
Hal ini terungkap ketika Penjabat Bupati Tolikara membuka Pelatihan Model Pengolahan Pangan Pokok Lokal (MP3L) 2023 di Gedung Gereja GIDI Kolengger Distrik Karubaga Selasa, (8/8) kemarin.
Diakui Omah Laduani, sebelumnya selama masa pandemi Covid-19, perekonomian mengalami perlambatan, begitu juga dengan UMKM maupun IKM hampir secara nasional termasuk Papua juga terkena dampaknya.
Kepala Disperindakop UMKM Kabupaten Merauke, Erick Rumlus, S.Sos mengungkapkan, pengodokan ulang pangkalan minyak tanah tersebut karena distribusi Mitan yang merupakan BBM yang masih disubsidi pemerintah saat ini tidak merata.