Dalam program tersebut Prajurit TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Batalyon 756/Wimane Sili, membangun 3 Unit Rumah sehat sederhana, saluran air bersih atau sumur bor, pertanian Hortikultura, Sarana dan prasarana olahrag
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengatakan, TMMD merupakan operasi TNI yang dilakukan secara terpadu dan lintas sektoral bersama kementrian lembaga, pemerintah daerah dan komponen masyarakat sebagai langkah mendu
Jalan menuju Kampung Kamno Sari dari jalan poros Merauke Jagebob ada 2. Pertama dari Kampung Gurinda Jaya ke Kamno Sari berjarak 11 kilometer. Jalur kedua dari Kampung Mimi Baru ke Kampung Kamno Sari yang berjarak sekita
Tim Was Mabes TNI AD tersebut tiba di Kampung Kamno Sari sekitar pukul 13.45 WIT disambut Dandim 1707/Merauke Letkol Inf. Johny Nofriady dengan taria-tarian adat Papua serta masyarakat setempat.
Dengan penuh semangat, prajurit TNI-Polri bersama masyarakat bergotong royong membangun dapur semi permanen untuk rumah Ibu Mahdalena. Suasana kebersamaan terlihat hangat, senyum dan canda tawa pun mewarnai proses penger
Pekerjaan pembangunan dipimpin langsung oleh Serka Piter Mahajani dan saat ini telah mencapai tahap pemasangan atap seng serta penggalian parit di sekitar rumah. Proses pembangunan secara bergotong royong antara personel
Setelah menempuh perjalanan darat selama dua jam, para personel segera melakukan pengecekan dan meletakkan perlengkapan mereka di Balai Kampung Kamnosari yang akan menjadi tempat tinggal selama 30 hari pelaksanaan TNI Ma
Menurut warga, metode sederhana ini terbukti efektif dalam menjaga pertumbuhan ikan lele, sekaligus mengurangi tingkat kematian akibat saling memangsa. Program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan budidaya perikanan yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Angkatan Darat yang diketuai oleh Kolonel Inf Wawan Setiawan, S.A.P., M.M., melakukan kunjungan langsung ke lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kampung Kbusdori, Distrik Swandiwe, Biak Barat
“Kami menyambut baik kunjungan Tim Wasev sebagai bentuk evaluasi yang konstruktif demi penyempurnaan program TMMD. Dengan adanya masukan yang diberikan, kami dapat semakin meningkatkan efektivitas dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Letkol Inf Marsen Sinaga.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pembangunan desa telah memberikan dampak signifikan, khususnya dalam mengatasi kendala akses dan fasilitas dasar di kampung mereka. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat setempat siap mendukung kelancaran kegiatan ini, termasuk dengan menyediakan lahan untuk pembangunan sepuluh unit rumah bagi warga yang membutuhkan.
Salah satu pencapaian utama TMMD ke-123 adalah progres pembangunan sepuluh unit rumah yang kini memasuki tahap pemasangan plafon. Pemasangan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kenyamanan dan keamanan bagi warga yang akan segera menempati rumah tersebut. Dengan adanya plafon, suhu dalam rumah lebih stabil dan tampilan interior menjadi lebih rapi serta nyaman.
“TMMD bukan hanya soal membangun fisik, tetapi juga membantu masyarakat mengatasi berbagai kesulitan. Kehadiran TNI dalam pembangunan daerah menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk Papua,” ujar Ramses Limbong.
Salah satu prioritas utama dalam program ini adalah pemasangan fasilitas MCK yang memenuhi standar kesehatan. Setiap rumah yang dibangun dilengkapi dengan kamar mandi dan septic tank untuk menunjang kebersihan dan kenyamanan penghuninya. Pelda Bonsapia, Koordinator Lapangan Satgas TMMD ke-123, menegaskan bahwa kesehatan lingkungan menjadi perhatian utama.
Penjabat Bupati Biak Numfor, yang diwakili oleh Staf Ahli I Bupati, Fransisco Olla, S.Sos., MM, menyampaikan bahwa program TMMD terus menjadi bagian penting dalam upaya percepatan pembangunan di wilayah-wilayah terpencil dan terisolasi. Dalam amanat tertulisnya, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program TMMD kali ini bertujuan membangun 10 unit rumah layak huni dengan konsep real estate minimalis modern, dan terpadu karena memiliki konsep ketahanan pangan, dengan membangun fasilitas kolam lele, hingga pemanfaatan lahan Perkebunan sayur.
Kampung Kbusdori dipilih karena kondisi sosial dan ekonominya yang memerlukan perhatian khusus. "Ini adalah daerah yang cukup padat penduduk, di mana satu rumah bisa dihuni hingga lima kepala keluarga. Kesejahteraan masyarakat masih kurang, sehingga perlu bantuan terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar Letkol Sinaga.
Peresmian langsung dilakukan oleh Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wamendagri Ribka Haluk, Pangdam XVII/ Mayjen TNI Rudi Puruwito, Kepala Kantor BKKBN Papua Sarles Brabar serta dihadiri Forkopimda Papua.
Kasrem 172/ Praja Wira Yakti Kolonel Inf Bobbie Triyantho, S.IP menyatakan pada penutupan TMMD ke 121 Kodim 1702/ Jayawijaya, selaku penanggungjawab operas BKO TMMD mengucapkan terimakasi kepada pemerintah daerah dampai dengan tingkat kampung dan prajurid Satgas TMMD yang telah menyelesaikan Pembangunan di wilayah Distrik Itlay Hisage.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung pada pelaksanaan TMMD ke 121 tahun 2024 dimana dharma bakti TMMD mewujudkan percepatan pembangunan di Wilayah Kabupaten Jayawijaya maka kepada seluruh satgas yang melaksanakan jangan pernah lelah dan pamrih membantu rakyat.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor saat membuka TMMD ke 121 Kodim 1702/ Jayawijaya menjelaskan bahwa TMMD adalah operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral bersama kementrian LPNK, pemerintah daerah dan komponen masyarakat sebagai upaya mendukung program pemerintah percepatan pembangunan.
Komandan Kodim 1711/BVD Letkol Czi Agustinus Ressa Sala'pa, diwakili SSK Mayor Inf Rajab Lahamini mengatakan penanaman pisang yang dilakukan di Kampung Sukanggo Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan ini dalam rangka membangun program ketahanan pangan.
Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo mengatakan, TMMD merupakan perwujudan sinergitas lintas sektor dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang semakin kuat.
Hal pertama yang ia lakukan ialah menyiapkan kebutuhan air bersih untuk keluarganya yang diambil dari sumur di kampung yang letaknya tidak terlalu jauh sekitar 50 meter dari rumahnya.
Semua ini dilakukan dalam kurun waktu 30 hari mulai 20 Februari - 20 Maret 2024 dengan melibatkan personel Satgas TMMD Kodim 1715 Yahukimo. Yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan di daerah Yahukimo.
Di hadapan Danyon 757/GV Letkol Inf. Jhony Nofriady bersama ratusan prajurit Gufta Vira, jenderal bintang 2 tersebut mengingatkan seluruh Prajurit Yonif 757/GV jangan melakukan pelanggaran seperti yang dilakukan prajurit Yonif 756 yang menyerang Polres Jayawijaya.
Dalam amanatnya, Pangdam Izak Pangemanan, selaku penanggungjawab keberhasilan operasi TMMD mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit Satgas TMMD, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta seluruh lapisan masyarakat atas pastisipasi dan dukungannya, sehingga TMMD ke-119 dapat terselenggara dalam keadaan aman, lancar dan sukses.
Dengan menggandeng petugas kesehatan Puskesmas Ngguti, personel Satgas TMMD ke-119 Kodim 1707/Merauke memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Po Epe Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke-Papua Selatan
Dikesempatan tersebut, Lettu Inf Abdullah Latupono menegaskan bahwa dari sisa waktu pelaksanaan TMMD Ke-119 yang tinggal 8 hari lagi, pihaknya pastikan bahwa pembangunan 20 unit kamar mandi/wc dan 4 unit sumur air bersih di Kampung Po Epe melalui Program TMMD ke-119 bisa selesai tepat waktu.
Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Kriswandito, selaku Dansatgas TMMD ke-119 Kodim 1707/Merauke melalui Komandan SSK Satgas TMMD Ke-119 Lettu Inf Abdullah Latupono, mengatakan, sampai saat ini pembangunan kamar mandi/wc di Kampung Po Epe melalui Program TMMD ke-119 sudah jadi lebih dari sepuluh unit dan sekarang personel Satgas TMMD fokus pembuatan sumur air bersih dibeberapa titik.
Komandan SSK Satgas TMMD Ke-119 Kodim 1707/Merauke Lettu Inf Abdullah Latupono, S.Sos saat mendampingi jalannya pembangunan sumur air bersih untuk masyarakat Kampung Po Epe tersebut menyampaikan bahwa pembangunan sumur air bersih merupakan salah satu kegiatan fisik program TMMD ke-119 Kodim 1707/Merauke yang mana kegiatan fisik seluruhnya yaitu pembangunan 20 unit kamar mandi/wc dan 4 unit sumur air bersih.
Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Kriswandito, selaku Dansatgas TMMD ke-119 Kodim 1707/Merauke melalui Komandan SSK Satgas TMMD Ke-119 Lettu Inf Abdullah Latupono, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kampung Po Epe yang dilakukan oleh personel kesehatan Satgas TMMD Ke-119 ini bertujuan untuk membantu agar kesehatan masyarakat selalu terjaga dengan baik.
Danrem 174/ATW Brigjen TNI Agus Widodo, mengungkapkan bahwa di tahun 2024 ini untuk wilayah Korem 1174/Anim Ti Waninggap akan digelar TMMD di 3 kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel dan Mappi.
Dandim 1707/Merauke, Letkol Inf Bayu Kriswandito, memaparkan TMMD Ke-119 Kodim 1707/Merauke dilaksanakan di Kampung Poepe, Distrik Ngguti Kabupaten Merauke dengan kegiatan fisik berupa pembangunan 20 unit MCK dan 4 unit sumur air bersih. Sedangkan non fisik berupa penyuluhan wawsan kebangsaan, kesehatan menyangkut stunting, ketahanan pangan, hukum, pengobatan gratis, pelayanan KB, olah raga bersama dan pemutaran film.
Dandim Bayu Kriswandito menjelaskam bahwa Satuan Tugas TMMD ke-119 ini seharusnya sudah berangkat 3 hari lalu dengan kapal menuju Okaba selanjutnya dari Okaba menuju Ngguti dengan menggunakan transportasi darat, namun karena kondisi cuaca di laut Merauke yang masih ekstrim sehingga baru dapat dilakukan tersebut.