TMMD di Biak Utara  untuk Menggarap yang Belum Tersentuh Fasilias Dasar

BIAK – Kodim 1708/BN di bawah komando Letkol Inf. Marsen Sinaga, M.Tr.Han siap menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kampung Kbusdori, Distrik Swandiwe, Biak Utara. Program terpadu ini bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah yang belum tersentuh fasilitas dasar, sekaligus memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam konferensi pers, Letkol Sinaga menjelaskan bahwa TMMD akan dimulai dengan Pra-TMMD pada 30 Januari hingga 14 Februari 2025, dan pelaksanaan utama dari 19 Februari hingga 20 Maret 2025. Kegiatan ini melibatkan kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah, fokus pada sasaran fisik dan non-fisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kampung Kbusdori dipilih karena kondisi sosial dan ekonominya yang memerlukan perhatian khusus. “Ini adalah daerah yang cukup padat penduduk, di mana satu rumah bisa dihuni hingga lima kepala keluarga. Kesejahteraan masyarakat masih kurang, sehingga perlu bantuan terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Letkol Sinaga.

Baca Juga :  Gelar Ops Zebra Cartenz di Malam Minggu 10 Motor Terjaring

Beberapa sasaran utama TMMD meliputi, Pembangunan 10 unit rumah layak huni dengan tipe 45, dari tahap perataan lahan hingga penyelesaian akhir dalam waktu 30 hari. Pembangunan jaringan air bersih yang bersumber dari mata air alami di sekitar kampung. Air yang jernih ini tidak hanya akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga mendukung program ketahanan pangan di lokasi tersebut.

Pengembangan potensi ketahanan pangan, termasuk penanaman kedelai, cabai, dan sayuran, serta budidaya ikan air tawar jenis lele dengan sistem bioflok. Dua unit budidaya lele akan dibangun dalam satu area yang terintegrasi.

Program TMMD ini juga mencakup survei dan pemasangan jaringan listrik untuk menunjang aktivitas masyarakat. Dengan sumber air dan listrik yang memadai, kampung ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak tetapi juga area yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata.

Baca Juga :  Diduga BBM Subsidi Disalahgunakan, Bupati Sidak SPBUN Kalamo Samber Binyeri

“Lokasi mata air ini sangat representatif untuk dijadikan destinasi wisata. Keasrian dan kealamiannya memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat,” tambah Letkol Sinaga.

Selain pembangunan fisik, TMMD 123 juga menghadirkan program sosial berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 2.000 paket untuk siswa SD di wilayah Distrik Biak Barat dan Swandiwe. “Program ini bertujuan memberikan asupan gizi yang baik untuk anak-anak, sekaligus mendukung pendidikan dan kesehatan generasi penerus,” jelasnya. (il/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

BIAK – Kodim 1708/BN di bawah komando Letkol Inf. Marsen Sinaga, M.Tr.Han siap menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kampung Kbusdori, Distrik Swandiwe, Biak Utara. Program terpadu ini bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah yang belum tersentuh fasilitas dasar, sekaligus memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam konferensi pers, Letkol Sinaga menjelaskan bahwa TMMD akan dimulai dengan Pra-TMMD pada 30 Januari hingga 14 Februari 2025, dan pelaksanaan utama dari 19 Februari hingga 20 Maret 2025. Kegiatan ini melibatkan kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah, fokus pada sasaran fisik dan non-fisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kampung Kbusdori dipilih karena kondisi sosial dan ekonominya yang memerlukan perhatian khusus. “Ini adalah daerah yang cukup padat penduduk, di mana satu rumah bisa dihuni hingga lima kepala keluarga. Kesejahteraan masyarakat masih kurang, sehingga perlu bantuan terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Letkol Sinaga.

Baca Juga :  Optimalkan Pengelolaan Destinasi Wisata, Komunitas dan Masyarakat Dilibatkan

Beberapa sasaran utama TMMD meliputi, Pembangunan 10 unit rumah layak huni dengan tipe 45, dari tahap perataan lahan hingga penyelesaian akhir dalam waktu 30 hari. Pembangunan jaringan air bersih yang bersumber dari mata air alami di sekitar kampung. Air yang jernih ini tidak hanya akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga mendukung program ketahanan pangan di lokasi tersebut.

Pengembangan potensi ketahanan pangan, termasuk penanaman kedelai, cabai, dan sayuran, serta budidaya ikan air tawar jenis lele dengan sistem bioflok. Dua unit budidaya lele akan dibangun dalam satu area yang terintegrasi.

Program TMMD ini juga mencakup survei dan pemasangan jaringan listrik untuk menunjang aktivitas masyarakat. Dengan sumber air dan listrik yang memadai, kampung ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak tetapi juga area yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata.

Baca Juga :  Bupati Biak Pimpin Rombongan “Belajar” Pariwisata ke Raja Ampat

“Lokasi mata air ini sangat representatif untuk dijadikan destinasi wisata. Keasrian dan kealamiannya memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat,” tambah Letkol Sinaga.

Selain pembangunan fisik, TMMD 123 juga menghadirkan program sosial berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 2.000 paket untuk siswa SD di wilayah Distrik Biak Barat dan Swandiwe. “Program ini bertujuan memberikan asupan gizi yang baik untuk anak-anak, sekaligus mendukung pendidikan dan kesehatan generasi penerus,” jelasnya. (il/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya