''Sudah ada 1 tersangka yang berhasil diamankan dari tiga orang pelaku yang sudah diidentifikasi oleh pihak kepolisian. Berdasarkan informasi dari Tim Paniki yang diback up dari tim Opsnal Polres Jayapura, kita sudah kembangkan laporan itu dan ada tiga pelaku, yang sudah kita tangkap ada 1 orang dengan inisial OA," kata AKP Rosikin, Sabtu (12/11).
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengakui, kesibukannya sebagai bupati selama dua perode ini membuatnya memiliki waktu sedikit untuk bertemu secara khusus dengan para staf ataupun pegawai yang membantunya selama menjabat sebagai bupati.
 Pihaknya juga telah diminta dari BKN dan Menpan RB untuk melaporkan kembali data-data honorer yang ada di Kabupaten Jayapura, karena data honorer maupun kontrak ini sudah diwajibkan dan harus memiliki akun pribadi. Selanjutnya yang bersangkutan akan mendaftar secara mandiri, sehingga mudah dikontrol dari pusat.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kawasan Bandara Sentani Ipda Wajedi, S.H., M.Si., mengatakan, penemuan tersebut bermula dari barang yang akan dikirim oleh salah satu jasa ekspedisi tiba di Regulated Agen PT. Pajajaran Global Service Bandara Sentani dan kemudian dimasukkan ke dalam mesin X-Ray.
Berdasarkan pantauan media ini, aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari polisi, TNI dan juga sejumlah anggota Brimob. Para peserta aksi hanya diizinkan oleh pihak keamanan melakukan aksi demonstrasi damai itu di jalan masuk menuju pemukiman Pos Tujuh Sentani. Aksi demo damai ini berakhir setelah para peserta membacakan beberapa poin tuntutan mereka.
"Artinya ada lebih dari 50.000 kendaraan yang menggunakan fasilitas umum milik pemerintah yang tidak membayar pajak. Itu mulai dari roda dua, roda empat dan roda enam, plat merah, plat kuning ataupun plat hitam milik pribadi,"ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura melalui sekretaris dinas, Cristian Mahuway mengatakan, porsi anggaran terbesar yang diberikan ke Bidang Bina Marga, untuk membiayai sejumlah program dan kegiatan fisik di Kabupaten Jayapura. Di mana nilai anggaran yang disiapkan sebesar lebih dari Rp 72,6 miliar.
Namun demikian, DPRD Kabupaten Jayapura belum memutuskan atau mengusulkan tiga calon Pejabat Bupati Jayapura untuk masa transisi 2023-2024, sebelum pemilihan bupati definitif pada Pemilu serentak tahun 2024 mendatang.
Penyerahan Surat Keputusan itu dilakukan secara langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, disaksikan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan peserta apel.
Saluran drainase yang ada dibahu kiri dan kanan jalan dipastikan tidak lagi berfungsi normal. Sebab saluran drainase tersebut susah dipenuhi lumpur dan sampah plastik. Dimana kondisi ini telah memicu terjadinya penyumbatan pada saluran drainase itu.