Rudi mengungkapkan, dengan potensi perikanan tangkap dan budidaya di Kabupaten Jayapura jika bisa dikelola dengan baik, maka dapat memberikan peningkatan perekonomian yang benar- benar bisa mensejahterakan nelayanan maupun pembudidaya ikan tawar.
"Kami turun langsung ke lapangan. Mendata dan melakukan persidangan serta sosialisasi pada Bulan Maret lalu. Ini sebagai bentuk layanan kami supaya masyarakat tidak perlu repot ke kantor kami,"ujar Ketua Pengadilan Agama Sentani, Kabupaten Jayapura, Huda Lukoni melalui Panitera Muda Hukum Darni, saat diikonfirmasi, Jumat (2/6) kemarin.
Untuk itu, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen meminta dukungan dan peran serta seluruh komponen masyarakat, juga stakeholder di Kabupaten Jayapura, untuk sama-sama kompak menjaga Kamtibmas serta sukseskan Pemilu 2024.
Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan, di Kabupaten Jayapura masih sering terjadi masalah pemalangan di fasilitas umum seperti sekolah, bandara dan lainnya. Tentu hal ini sangat merugikan masyarakat, anak sekolah dan lainnya.
Untuk menampung hasil produksi sektor kelautan dan perikanan, tentunya dibutuhkan investor yang membeli hasil kelautan dan perikanan tersebut. Untuk itulah dilakukan kegiatan temu bisnis dan MoU terkait konsultasi dan ekspor ikan di A+3 Concultacy (holding) Malaysia Richard Tan.
Pembukaan palang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Jayapura Kompol Erol Sudrajat, S.Sos., M.Si., bersama puluhan personel Polres Jayapura, setelah sebelumnya dipalang Suku Kallem serta beberapa masyarakat, sehubungan dengan adanya surat somasi dari Suku Felle sejak Senin (29/05), sehingga membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti.
Sidang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Rapat dan dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo, S.IP., M.H., anggota DPRD Kabupaten Jayapura dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jayapura, serta unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura.
 "Sumber PAD di Kabupaten Jayapura masih rendah di sektor pariwisata, karena rata-rata masih di kelola pemilik hak ulayat, jadi Pemkab Jayapura melalui OPD teknis harus bisa mengelolanya dengan baik supaya Pemkab juga bisa mendapatkan PAD,"ungkapnya.
 Tidak hanya bibit pinang saja, namun bibit buah- buahan juga banyak seperti buah rambutan binjai, duku, alpukat, pete, jengkol, mangga dan durian. Karena saat ini menanam buah- buahan sudah digemari masyarakat karena mudah dan waktu tanam hingga berbuah juga tidak lama.Â
Menurut Esau, untuk Pencaker dari Kabupaten Jayapura jika mau bekerja biasanya ada yang mencari kerja ke Kota Jayapura karena di sana masih banyak kesempatan di banding Kabupaten Jayapura. Seperti penerimaan karyawan perhotelan, supermarket, restoran dan lainnya.