Menyikapi hal ini, Abisai merencanakan untuk melakukan pemasangan jaring di sejumlah kali yang Muara ke laut. "Nanti kita coba pasang jaring, biar sampah-sampah masyarakat itu tidak sampai ke laut," ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarmi, Hengky K. Baransano, belum lama ini mengungkapkan bahwa para pengumpul botol plastik dan pemerhati lingkungan ini bahkan pernah menerima penghargaan dari pemerintah at
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KLHK) Kota Jayapura (2024), timbunan sampah sekitar 242 ton setiap hari. Dan, rumah tangga menjadi sumber sampah yang paling besar. Karena itu pemerintah mengi
"Agar kita bersama-sama menyelesaikan, jangan menyelesaikan sesuatu dengan cara palang, ini hal yang tidak bagus, diharapkan agar masyarakat bisa berpikir positif kedepannya," tambahnya.
Seperti diketahui, Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di wilayah Asia Tenggara. Dengan wilayah konservasi mencakup tiga provinsi sekaligus, kawasan ini memiliki luas 2.348.683,31 hektar. Pada tahun
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Zero Waste Warriors tersebut dilakukan pada lima lokasi tersebar diantaranya yaitu Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, SD N
Ia menyebut bahwa warga kampung yang mendiami Teluk Yotefa terancam pencemaran, reklamasi, dan pergeseran nilai hidup modern secara perlahan menjauhkan generasi muda dari relasi intim dengan ruang hidupnya sendiri. Ketik
Kepala Suku Itaar Kampung Tobati, Marvin Itaar menyampaikan bahwa pencemaran lingkungan teluk Youtefa ini sangat mengancam perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Teluk Youtefa.
Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru mengapresiasi atas terselenggaranya aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan seluruh pegawai PLN di Papua. Ia menilai hal ini menjadi gerakan sosial yang luar biasa di tengah isu per
Menurutnya, beberapa apotek juga diduga membuang sampah medis bersama dengan sampah domestik, sesuatu yang sangat dilarang dalam aturan pengelolaan lingkungan. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini dapat dikenakan san
Lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga laut. Para penyelam beradu kecepatan dan ketepatan dalam mengumpulkan sampah di dasar l
Karena itu dalam memperingati hari laut sedunia ini menjadi momentum penting bagi komunitas Earth Hour Kota Jayapura untuk melakukan aksi bersih-bersih laut di pantai Holltekan tepatnya di Jembatan Merah dan Kolom Jemb
Meski demikian, ia mengakui bahwa persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tantangan tersendiri, mengingat regulasi dari pemerintah pusat yang tidak memperbolehkan keberadaan TPA pendamping. TPA kini harus dikel
"Kita lihat sampah yang masuk di kali ini (Acay) adalah sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, kami pemerintah kota setiap hari menyediakan dan melakukan pelayanan pengangkutan sampah. Ada trayek-trayek kita yang suda
“Pemerintah kota perlu mengoptimalkan anggaran daerah untuk penanganan sampah di kota-kota di tanah Papua, seperti Kota Jayapura, Kota Sorong, Kota Nabire, Manokwari, Wamena dan Merauke. Dan kami melihat Kota Jayapura me
Hal tersebut, menurut Jece Mano, disebabkan karena kurangnya sarana dan prasarana penunjang kebersihan lainnya yang dimiliki DLHK. Kondisi ini pun tidak mengurangi semangat pihaknya yang bertugas setiap hari di bantaran
Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua, Aries Toteles Ap menyoroti banyaknya sampah plastik yang mencemari sungai dan laut di wilayah perkotaan. “Sampah plastik dari hulu bisa terbawa sa
Asisten III Setda Kabupaten Jayapura Timotius Derek Wou menjelaskan, Pelaksanaan hari lingkungan hidup sedunia di Kabupaten Jayapura, sesuai dengan tema nasional yaitu hentikan polusi sampah plastik.
Sekda Kabupaten Jayapura, Dr. Hana S. Hikoyabi, menjelaskan bahwa permasalahan jalan yang sampai saat ini menjadi polemik antara masyarakat dan pemerintah ini, masih menunggu keputusan Pengadilan.
"Saya sudah melihat langsung, kondisi tempat pembuangan sampah tersebut, yang memang selalu mengeluarkan aroma tak sedap, dan sangat menggangu aktivitas masyarakat yang melintas, bahkan sampai tercium diarea kantor," kat
Dijelaskan, proses penanganan sampah itu sangat panjang, dimulai dari pemilahan jenis sampah organik dan anorganik dari rumah warga. Sampah yang dipilah oleh warga, yang organik akan dibawa ke rumah kompos, sedangkan sam
"Biasanya, pembersihan lokasi CFD dilakukan setelah masyarakat pulang. Namun, pemerintah berencana menempatkan petugas kebersihan di lokasi CFD lebih awal dan menyediakan tempat sampah di beberapa titik. Dengan demikia
Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, yang didampingi oleh Dewan Kehormatan PMI Kota Jayapura, R.D Siahaya, dan pengurus PMI Kota Jayapura, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh yang baik b
Menurut Abisai Rollo, ada tiga sasaran utama penertiban di Pasar Hamadi, soal sampah, parkiran dan lapak pedagang yang dinilai tidak terta baik. "Kita bisa lihat sendiri kondisi di pasar ini, baik sampah, lapak pedaga
"Untuk membersihkan Kota ini kita harus mulai dari kelurahan dan masyarakat secara keseluruhannya, maka dengan launching petugas kebersihan ini diharapkan bisa lebih selektif dalam menangani masalah sampah," ungkapnya.
Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu juga membenarkan penemuan bayi perempuan tersebut. Kata Antonius, berdasarkan laporan yang diterima, bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 1.286 gram, panjang badan 33 cm
Hal ini membuat pengendara dan warga setempat kerap membuang sampah di lokasi karena dekat dengan akses jalan utama. Namun aroma tidak sedap kerap mengganggu kenyamanan pejalan kaki yang terpaksa menghirup aroma bau b
Dari bau tak sedap ini banyak yang mengeluh membuat muntah, buang ludah dan menutup hidung dan mulut bahkan ada yang sampai pusing karena tidak tahan bau tersebut. Hal ini tentu menyebabkan pengunjung tidak menikmati m
Kondisi ini terjadi dikarenakan bagian atap dari JPO terlihat rapuh dan rusak, permukaan jalan tidak rata, beberapa bagian lantainya telah bolong. Di sudut lain, tumpukan sampah plastik, botol minuman keras mengotori s
Pemenuhan kebutuhan armada sampah, menurut Yuli Rahman patut dipertimbangkan oleh Pemkot Jayapura untuk menjadi program prioritas di tahun anggaran 2025 ini . Sebab pelayanan transportasi sampah dari Tempat Pembuangan
Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah menjelaskan bahwa grebek sampah yang dilakukan ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap lingkungan dalam rangka peringatan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasiona
Setelah memberikan penjelasan, Walikota meminta keduanya untuk datang ke kantor walikota hari ini. "Tadi saya sudah ambil nomor Hp mereka, dan mereka akan dipanggil ke kantor Walikota besok (hari ini), nanti dinas terkai
“Saat ini jumlah sampah di TPA sudah overload, sementara armada doser kami masih berfungsi dengan baik. Namun, masalah terbesar kami adalah eksavator yang mengalami kerusakan pada ECM-nya. ECM ini merupakan otak dari eks
Sebenarnya, sudah ada pemberitahuan agar warga tidak membuang sampah di pinggir jalan tersebut, namun faktanya pembuangan sampah masih terus berlangsung terutama di malam hari. ‘’Tidak hanya sampah dari dapur tapi ada
Seperti halnya warga di lorong tenda biru jalan irian atas yang juga terdampak banjir akibat hujan ders dan pembuangan air yang mengecil mengakibatkan air susah keluar higga menggenangi rumah warga setinggi lutut orang d
Ia menyampaikan dari kegiatan pembersihan tadi ia dan tim berhasil mengumpulkan sebanyak 42 kantong sampah dengan berat 548 Kg. “Tapi jumlah ini diperoleh dengan jarak hanya sekitar 200 meter. Memang sampahnya banyak s
Fenomena ini mencerminkan pergeseran pola pikir masyarakat yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan dan semakin sadar akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan
"Adanya tempat sampah di dalam mobil akan membuat sopir atau penumpang terbiasa membuang sampah pada tempatnya, jadi mereka tidak akan membuang sampah ke jalan," ujar Abisai Rollo di hadapan ratusan sopir taksi saat la
Akibatnya Kali Acay sering meluap dan menyebabkan banjir, terutama setelah hujan. Dikarenakan tumpukan sampah aliran sungai itu semakin banyak sehingga kapasitas tampung sungai semakin kecil serta jalur pengaliran air
Kegiatan ini diakhiri dengan buka puasa bersama yang juga dilakukan dilokasi pemakaman. Deo menjelaskan sampah banyak menumpuk disekitar ilalang. Dibuang dan ditumpuk diantara rerumputan sehingga tidak terlihat. Diriny
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya Amos Asso menyatakan terkait dengan tempat pembuangan sementara (TPS) yang dibangun oleh dinas kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Pegunungan ada 5 tempat dala
Hal ini bukan sesuatu yang aneh, sebab di jumlah populasi di Kota Jayapura saat ini kurang lebih mencapai 404.799 jiwa. Tiap hari, setiap individu pasti memproduksi sampah. Meski hanya, namun bila diakumulasikan dengan jumlah penduduk, dan jumlah hari tentu bisa dibayangkan berapa sampah yang muncul di Kota Jayapura ini.
"Penyediaan fasilitas pembayaran dengan cepat itu ranah dari Bank Papua yang mana rekening kas daerah ada di Bank Papua, sehingga Bank Papua menyediakan akses fasilitas mendukung kami dalam pembayaran retribusi yang mudah dan cepat dijangkau oleh masyarakat," kata Agustinus kepada Cenderawasih Pos di Abepura
Menurut Abisai Rollo, sebagian besar ASN Pemprov Papua berdomisili di Kota Jayapura, hal ini menjadi dasar perlu adanya intervensi pemerintah provinsi dalam membantu Pemkot Jayapura untuk menyelesaikan dua persoalan ini.
Pemerintah Kota Jayapura, dalam kepemimpinan Abisai Rollo dan Rustan Saru, sampah plastik menjadi salah satu masalah yang menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Hingga saat ini, meski belum ada edaran atau perda resmi, Wali Kota Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota Rustan Saru telah memberikan arahan tegas untuk kurangi penggunaan kemasan yang berbahan dasar plastik.
"Hal ini kita harapkan dinas terkait bisa mengkaji dan mengatur kembali, peraturan membuang sampah, jangan masyarakat seenaknya, apa lagi kondisi armada kita dan tenaga kerja juga terbatas, ini harus diperhatikan," terangnya.
Ada beberapa dampak buang sampah di luar waktu yang ditentukan, akan terjadi penumpukan sampah yang menyebabkan bau yang tifak sedap dan potensi penyebaran penyakit. "Soal sampah inikan Perdanya sudah ada, pasti kita tegas dalam menjalankan perda itu, supaya masyarakat juga tau bahwa Pemkot tidak main-main dengan masalah sampah ini," ungkapnya.
Kata Abisai Rollo, Kota Jayapura harus bersih dari masalah sampah karena ini merupakan visi dan misi ABR-HARUS. Ia berharap semua tempat usaha memiliki tong sampahnya masing-masing, apalagi mereka juga penghasil sampah terbanyak.
Adapun beberapa distrik di kota Jayapura yang mulai menjalankan retribusi tersebut salah satunya distrik Abepura. Kepala distrik Abepura Tom Rumbewas mengaku sejak Januari 2025 wilayah distrik Abepura telah menerapkan Perda tersebut kepada Masyarakat. Namun belum berjalan maksimal dikarenakan kurangnya sosialisasi.
Sampah yang dikumpulkan yaitu sampah organik, hingga sampah non-organik, pihaknya juga tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk membantu pihaknya dalam menjaga lingkungan.
Rustan menginginkan distrik dan kelurahan membuat suatu program terkait dengan kebersihan salah satunya mengadakan tong sampah, pengolah sampah yang melibatkan karang taruna, PKK dan kader posyandu untuk diajak kerjasama, supaya lingkungan RT/RW nya bersih, aman dari penyakit serta cantik kelihatannya.
Guna menertibkan jam-jam buang sampah di Kabupaten Jayapura, khususnya sampah rumah tangga, Pemda Kabupaten Jayapura akan menertibkan jadwal. Pj. Bupati Jayapura Samuel Siriwa menjelaskan, bahwa sampai dengan saat ini permasalahan sampah masih disepelekan, kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah.
Hanya saja, Pemkot Jayapura dalam hal ini instansi terkait dinilai masih setengah hati dalam melaksanakan Perda ini, terbukti masih minimnya sosialisasi, termasuk eksekusi Perda ini di tengah masyarakat. Dimana banyak masyarakat masih belum mengetahui terkait dengan Perda tersebut.
Terkait itu, Komunitas Rumah Bakau Jayapura menyarankan agar ada kebiasaan baru yang lebih baik ketimbang sisa ucapan dari krans bunga tersebut hanya menjadi sampah. Sudah dibuat mahal namun berakhir menjadi sampah.
Yuliana (45) salah seorang pedagang buah rambutan di pinggir jalan itu mengaku bahwa sampah tersebut bersumber dari para pedagang yang jualan di sepanjang jalan itu. "Itu bekasan dari jualan para pedagang di sini kemungkinan, tetapi biasanya ada petugas yang tiap pagi bersih-bersih disini," jelas Yuliana kepada Cenderawasih Pos.
Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Kepedulian terhadap sampah harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga tempat kerja.
Hanya bermodal kantong plastik sampah berukuran besar ditambah satu gentong air galon dan beberapa papan edukasi, sejumlah anak muda dari Sanggar Robongholo dan Rumah Bakau Jayapura rutin menggelar kegiatan pembersihan yang biasa disebut Grebek Sampah. Lokasinya juga berpindah-pindah dan pesertanya sebagian besar mahasiswa maupun anak sekolah.
Jika ada pro dan kontra, menurut Evert N Merauje itu dinamika yang biasa terjadi, namun jika dinilai sangat urgen tentu Pemkot akan pertimbangkan kembali secara rinci. "Jika Rp. 50.000 ini dinilai sangat besar, maka kita akan evaluasi atau direvisi ulang sesuai kondisi di lapangan, namun saat ini masih belum ada perubahan dan angkanya tetap Rp. 50.000 itu," jelasnya.
Hal ini penting dilakukan sehingga pendapatan yang diperoleh dari retribusi sampah dapat digunakan untuk membantu kerja-kerja pihak DLHK di lapangan. "Misalnya untuk menambah armada pengangkut sampah atau lainnya. Karena sampah di Kota Jayapura masih menjadi persoalan yang cukup sulit diatasi," kata Max kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.
Menurut Iwan Ismulyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Biak, masalah utama yang menyebabkan keterlambatan pengangkutan sampah adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan ketersediaan sumber dana.
Wilhelmus, yang dipercaya untuk menyampaikan aspirasi para sopir truk sampah ini, mengaku sudah hampir 4 hari mereka mengalami kekurangan BBM untuk operasional, jika tidak ada penyelesaian dari dinas terkait maka kemungkinan besar mereka akan mogok kerja.
Jika pada saat musim kemarau, menurut warga sekitar, Kali Acai bak neraka, karena akan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Di musim hujan meski tak lagi berbau, namun Kali Acai, sulit membuat warga tidur nyenyak. Pasalnya, ancaman luapan banjir sudah menjadi masalah tahunan yang seolah-olah sangat sulit diatasi.
Menangapi itu Kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave Muhaimin mengaku bahwa penanganan Kali Acay merupakan tangung jawab pihaknya di BWS. Namun, untuk penanganan sampah yang ada dalam Kali Acay itu, menurut Muhaimin, perlu koordinasi, duduk bersama antara BWS dan Pemkot dalam hal ini dinas terkait.
"Ada baiknya masyarakat membuang sampah pada malam hari, hingga subuh, dengan demikian memudahkan para petugas kebersihan dalam mengangkut dan membersihkan sampah, selan itu membuat kita menjadi lebih bersih dan nyaman," terangnya.
Karena itu, dia berharap kepada masyarakat supaya tidak memelihara kebiasaan buruk terutama tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dia mengatakan mengurus sampah tidak hanya menjadi tugas pemerintah tetapi itu menjadi tanggung jawab bersama terutama dimulai dari diri masing-masing.
Diakuinya, keberadaan tempat pembuangan sampah itu memang cukup mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi letaknya ada di kawasan padat penduduk. Sejauh ini upaya yang dilakukan baru sebatas komunikasi dengan petugas kebersihan lapangan terutama yang ada di sekitar wilayah tersebut.
Dari pembahasan yang telah dilakukan pihak WWF dan pengelolaan sampah telah melakukan kunjungan ke lokasi tempat pembuangan sampah di Kabupaten Jayapura. "Nantinya akan dibangun tempat pemilihan sampah, bru kemudian akan dikelola di pabrik sampah," jelasnya.
Dia mengatakan, di jembatan kali ekspo itu sudah sangat lama masyarakat membuang sampah. Sebenarnya membuang sampah di tempat sementara itu tidak menjadi soal, karena selalu rutin diangkat oleh petugas dinas terkait. Namun masalahnya saat ini justru banyak sekali sampah yang dibuang ke situ jatuh ke sungai.
Bukan hanya warga sekitar yang mengeluh, tetapi pengguna jalan yang melewati pinggiran kali tersebut pun merasa terganggu dengan bau yang muncul dari sungai tersebut. Apalagi keadaan tersebut di jalan yang sering dilewati masyarakat terutama pelajar.
“Apakah kita membiarkan 30 OPD itu mengalami kekosongan? Agar kerja dinas-dinas atau badan optimal, maka saya usulkan ke Mendagri. Dari usulan itu, berproses dan turunlah 17 yang bisa diseleksi,” terangnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri di Sentani, Selasa, mengatakan dalam penanganan sampah pihaknya membutuhkan dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri mengakui bahwa untuk melaksanakan ketertiban membuang sampah membutuhkan kesadaran dari semua pihak.
"Kita harap dengan pengelolaan sampah di Kabupaten Jayapura semakin baik, maka diharapkan retribusi sampah juga akan memberi kontribusi PAD semakin lebih baik, " katanya kepada Cenderawasih Pos
‘’Semua warga yang ada di dalam RT 09 RW 002 yang berjumlah sekitar 30 kepala keluarga sudah mengungsi. Karena air masuk dalam rumah. Tingginya sekitar 30-40 cm. Kita tidak bisa masuk ke dalam karena air memang tinggi,’’ kata Ketua RT 09 RW 002 Dion Samderubun, saat mendampingi petugas dari PU Kabupaten Merauke melakukan pembersihan saluran yang tersumbat tersebut.
SMKS YPK 1 Pariwisata kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan Jalan Santai Angkat Sampah yang melibatkan ratusan peserta. Kegiatan yang digelar pada hari ini menjadi ajang kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri, dengan dukungan penuh dari sejumlah pimpinan BUMN dan instansi vertikal.
Dari pantauan Cenderawasih Pos Hafi Selasa Sore tepatnya pukul 17:30 WIT, tumpukan sampah ini sepanjang kurang lebih 7 - 10 meter yang hampir menutupi pinggiran ruas jalan raya.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Saverius Manangsang di Sentani, Jumat, mengatakan selain menyiapkan 23 truk, pihaknya juga ratusan petugas kebersihan.
Untuk malam pergantian tahun 2024 ke 2025 ini disepakati bahwa titik yang akan menjadi sentral menumpuknya warga adalah di Jembatan Yotefa. Jembatan kebanggaan masyarakat di Papua yang diresmikan Preisden Presiden Jokowi pada 28 Oktober 2018 silam. Jembatan yang selama ini dijadikan tempat nongkrong bagi anak-anak muda, tempat mancing, jualan foto dan juga tempat berkumpul orang mabuk.
Tergabung dalam aksi ini adalah Trash Hero Biak, personel Kodim 1708/BN, Lanud Manuhua Biak, Saka Dirgantara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Biak, Rumah Komunitas Byak, serta kelompok mahasiswa dan warga setempat. Bersama-sama mereka bahu-membahu membersihkan sampah di sepanjang Jalan Imam Bonjol yang menjadi pusat perayaan malam tahun baru.
Ahmad salah satu warga yang berdiam disekitar kawasan itu mengaku, cukup khawatir dengan kondisi itu. Apalagi belakangan ini intensitas hujan di kota Jayapura cukup tinggi. "Intensitas hujan belakangan ini cukup tinggi, jadi kami sangat takut juga, kadang hujan dibagian hulu, tiba-tiba muncul banjir,"katanya.
Satu yang paling nampak adalah di depan ruko Senyum 5000 Hawai dimana dari pembuangan sampah di tengah jalan ini nyata mengganggu aktivitas kendaraan yang lewat, karena sulit lewat, kemudian menggangu kenyamanan warga karena dampak bau yang menyengat.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu mengatakan, Kabupaten Mimika merupakan salah satu kabupaten yang berkembang cukup pesat di Provinsi Papua Tengah dengan berbagai daya tarik dan potensinya.
Alhasil tak sedikit warga yang terkena malaria. Aksi pembersihan sampah dini digagas secara kolaborasi oleh Blue Ocean, Komunitas Gerakan Aksi Hijau Alam Rumah Papua (GAHARU), Rumah Bakau Jayapura, dan Gren Leadership Indonesia Kementrian Lingkungan Hidup. Disini terlihat laju sampah makin tak terkendali dan telah memberi dampak pada penduduk di pesisir.
Dia meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana terus waspada ketika terjadi cuaca ekstrem. "Daerah yang menjadi langganan banjir saat hujan ialah SMA Negeri 4 Jayapura, Dok V, Pasar Youtefa dan Kelurahan Ardipura," ujarnya.
Dan saat ini memang ada kendala dalam pengangkutan sampah di Kabupaten Jayapura, hal ini disebabkan dari 23 armada mobil operasional pengangkut sampah ada 6 armada mobilnya yang mengalami kerusakan dan saat ini sedang dilakukan perbaikan di bengkel oleh DLH Kabupaten Jayapura
"Untuk masalah sampah di Pasar Pharaa Sentani menjadi tanggung jawabnya Disperindag, kita sifatnya hanya mendukung karena Tupoksi soal kebersihan pengangkutan sampah diberikan langsung ke Disperindag,"bebernya.
Hal ini juga dikeluhkan masyarakat di wilayah itu, karena banyaknya sampah yang hampir setiap hari selalu bertambah. Tumpukan sampah ini juga terlihat lebih banyak di sekitar kawasan pemukiman tempat di mana pusat produksi ikan asar di Kota Jayapura.
Dijelaskan, seharusnya masyarakat bersyukur Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mengupayakan sebuah lokasi yang digunakan untuk TPA, agar tidak berpengaruh terhadap polusi maupun keluhan warga yang tinggal di TPS Doyo Lama. Sehingga dengan adanya pemindahan lokasi pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman, tidak menggangu aktivitas warga ini tentunya harus disambut baik oleh masyarakat.
Di kawasan itu juga merupakan salah satu kawasan cagar alam hutan bakau yang mana sementara ini juga sedang dibudidayakan melalui aksi-aksi penanaman oleh berbagai lembaga maupun komunitas sosial di Kota Jayapura. Kondisi ini tentunya sangat miris dan berbanding terbalik dengan kawasan tersebut yang sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata dan cagar alam manggrove.
Pasalnya, ada banyaknya keluhan dari masyarakat dan pedagang bahwa banyak sampah di pasar tidak terangkut dengan baik, maka hal ini diminta kepada DLH dan Dinas Perindag bisa sama-sama saling berkoordinasi dalam hal menjaga kebersihan di pasar termasuk dalam pengangkutan sampahnya.
Bahkan, sampah dari tanaman yang berada di danau Sentani itu sendiri. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan air di danau sentani. Karena air di danau Sentani banyak digunakan masyarakat yang tinggal di sekitaran danau baik untuk mencuci pakaian, mandi dan lainnya.
Dikatakan, gerakan Jayapura peduli lingkungan bersih yang dilakukan setiap hari Jumat dari kota hingga ke kampung- kampung dengan melakukan kegiatan kebersihan setiap pagi. Harus bisa dijalankan dengan baik, jika ini sudah dilakukan dengan sadar dan penuh kepedulian, maka dipastikan kebersihan lingkungan di Kabupaten Jayapura benar benar bisa terwujud dengan baik.
Ia mengakui jika sebenarnya sudah ada jalan lingkar Lukmen yang harus tingkatkan atau maksimalkan jalan itu dengan menggunakan Sirtu supaya keluhan masyarakat terkait sampah berserahkan di pinggir jalan umum, itu bisa teratasi.
Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa mengatakan, pelepasan secara simbolis pengangkutan truk sampah ke Lokasi TPA Waibron sebagai wujud dalam rangka gerakan peduli lingkungan Jayapura bersih dan telah dikeluarkan Surat Edaran Nomor 660/134/SE/SET tentang penutupan tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Doyo Lama, Distrik Waibu, dan Pemindahan Pembuangan Sampah Lokasi TPA Waibron, Distrik Sentani Barat.
Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa juga telah mengeluarkan Surat Edaran untuk mempertegas serta memberikan informasi kepada masyarakat maupun OPD Dilingkungan Pemkab Jayapura dalam Surat Edaran Nomor 660/134/SE/SET tentang penutupan tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Doyo Lama, Distrik Waibu, dan Pemindahan Pembuangan Sampah Lokasi TPA Waibron, Distrik Sentani Barat.
Utusan dari Tim Kabupaten Supiori, Jack Rumbekwan, SE.Par, yang merupakan perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Supiori, mengatakan kedatangan tim dari Supori antara lain Marthen Luther Mandosir, SE.,MAP.,MT, dan Rehabean Mansnandifu, SE.,M.Acc yang merupakan utusan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Supiori.
Selain itu, dalam upaya mendorong masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam pemindahan lahan tempat pembuangan sampah dari (TPS) Doyo Lama ke TPA Waibron Distrik Sentani Barat, Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa telah melakukan kunjungan di TPA Waibron bersama Sekda Kabupaten Jayapura Hana S.Hikoyabi.
Dikatakan, sejauh ini pembuangan sampah di Kabupaten Jayapura masih dilakukan di TPS Doyo Lama, karena sudah dilakukan cukup lama dan sampah yang dihasilkan sudah banyak serta baunya menggangu warga yang tinggal didekat TPS Doyo Lama, sehingga mau tidak mau harus ada lahan baru untuk TPA di Kabupaten Jayapura.
Untuk itu, Yo Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally meminta masyarakat punya kesadaran dalam menjaga kebersihan air di Danau Sentani, supaya jangan terus tercemari akibat buangan air limbah rumah tangga maupun hewan peliharaan yang airnya masuk ke Danau Sentani, termasuk sampah- sampah yang dibuang akhirnya sampai di Danau Sentani.
"Jadi tahun ini kita terapkan, sekalian kita sosialisasi, sehingga belum maksimal. Namun saat ini kita terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan Kelurahan yang ada di 5 distrik yang ada di kota Jayapura," ujarnya.