Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, mengatakan pembayaran tersebut merupakan bagian dari tahapan penyelesaian kewajiban pemerintah kepada masyarakat terkait pembebasan lahan.
Meski tidak diketahui pasti tumpukan sampah itu sejak kapan, namun menimbulkan pemandangan tak elok serta mengeluarkan bau tak sedap dan berpotensi mencemari lingkungan jika terus dibiarkan. Apalagi keberadaan sampah itu
Pemilik lokasi meminta pemerintah segera membayar agar bisa dibuka. Jika ini berlanjut maka bisa dipastikan Kota Sentani akan kembali dipenuhi sampah seperti beberapa waktu lalu. Belum lagi produksi sampah di Sentani dan
Kegiatan pembersihan ini dipimpin Bupati Jayapura, Yunus Wonda dan diikuti sejumlah ASN serta warga kampung. Bupati mengamati langsung penyempitan Kali Jaifuri yang disebabkan oleh banyaknya potongan kayu yang menyumbat
Suasana di tepian Danau Sentani tidak lagi tenang seperti biasanya. Air yang terus naik selama hampir dua minggu terakhir membuat warga di sekitarnya cemas. Tak hanya naik melebihi batas normal, goncangan ombak juga memb
“Saya sudah telepon kepala dinas, ada dua kendala utama. Pertama, kekurangan bahan bakar sehingga armada tidak bisa beroperasi maksimal. Kedua, ada dua unit kendaraan yang rusak, sehingga pengangkutan harus dibantu alat
Wali Kota menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menyoroti masih adanya kebiasaan sebagian warga yang membua
Tumpukan sampah yang mengular di sejumlah titik pasca libur panjang Lebaran menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura. Salah satu titik yang dikeluhkan warga berada di sepanjang Jalan Youmake
Salah satu terobosan terbaru yang akan segera diperkenalkan adalah "Gerakan Infaq Sampah Mimika". Program dengan tagline “Dari Sampah Menjadi Berkah” ini lahir dari inisiatif kolaboratif antara masyarakat setempat dengan
Menurut Salmon, para tenaga kerja tersebut telah mulai melaksanakan tugas terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Februari 2026. Mereka ditempatkan di sejumlah titik kerja, mulai dari Kampung Doyo Baru hingga Kampung Nendali Hat