“Pasir 1 dan Pasir 2 ini memiliki daya tarik alam yang kuat. Kami fokus mengembangkannya sebagai destinasi wisata yang tertata, aman, dan nyaman bagi wisatawan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekita
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan bahwa pengembangan pariwisata di tingkat kampung membutuhkan perencanaan yang matang.
Karena itu, Dispar berharap DPMK sebagai dinas teknis yang memb
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Merauke Benhur Rentandatu, sarana penunjang yang dibagun ini dalam rangka membangkitkan pariwisata di Lampu Satu Merauke yang selama ini menjadi salah satu tujuan par
Gantang menjelaskan, destinasi wisata pantai kini dimiliki hampir di setiap daerah. Karena itu, daerah perlu memiliki keunggulan khusus jika ingin mempromosikan wisata pantai, misalnya melalui daya tarik satwa endemik se
Rapat tersebut dihadiri Kepala Suku Hanuebi, Kepala Suku Merauje, dan Kepala Suku Sibi beserta masyarakat adat pemilik lahan. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi awal yang sebelumnya digelar di Kantor Wali
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menjelaskan, salam kegiatan tersebut, banyak hal positif yang disampaikan bagi seniman, budayawan, dan pelaku industri pariwisata.Tidak hanya itu
Direktur Bisnis Perusahaan Daerah (Perusda) Kasih Mempersatukan Perbedaan Kabupaten Jayapura, Maikel Jhon Yarsetouw, menjelaskan arah pengembangan usaha Perusda yang akan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki poten
“Biasanya kalau orang datang ke Pulau Liki atau ke Wakde, mereka lanjutkan dengan mengunjungi tugu atau situs warisan Jepang lainnya. Dari sana bisa bergeser ke Tanjung Batu. Jadi satu paket kunjungan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Wali Kota Jayapura, Sjamsier Husen, menegaskan bahwa program-program Dispar Harus tetap berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan penerangan, promosi destinasi dan juga memberikan
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, yang merupakan perwakilan pemuda dari berbagai kelompok sadar wisata, Karang Taruna, serta pemuda gereja yang berasal dari beberapa distrik di Kabupaten Sarmi.