Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K. melalui Kapolsek Depapre, Ipda Febri Yudha Asmara, S.H, mengungkapkan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan rem pada mobil Daihatsu Grandmax yang dikemudikan oleh Rehabeam Yarisetouw (38).
Kapolresta merincikan pada tahun 2023 korban meninggal dunia Sebanyak 81 orang, luka berat sebanyak 519 orang. Untuk luka ringan sebanyak 1.325 orang. Sedangkan pada tahun 2024, korban meninggal dunia sebanyak 77 orang, luka berat sebanyak 462 orang, luka ringan sebanyak 1.406 orang.
Kejadian ini dibenarkan oleh Kasatlantas Polresta Jayapura Kota melalui Wakapolsek Muara Tami AKP Muh. Anwar. Wakapolsek mengatakan kejadian itu terjadi tepatnya di dekat SD Negeri Holtekamp sekira pukul 06.50 WIT, namun Polsek Muara Tami mendapatkan informasi pada pukul 07.00 WIT.
Akumulasi kasus pelanggaran lalu lintas di jajaran Polres di wilayaha Polda Papua hingga kini terbilang masih cukup tinggi. Dimana jumlah kasusnya mencapai puluhan ribu. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, masih perlu untuk ditingkatkan.
Tepatnya di depan Ruko Sebelum Hotel Suni Hawai Sentani yang mengakibatkan pengemudi mobil Mengalami luka luka dan Mobil mengalami Kerusakan (Kerugian Material). Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay saat dikonfirmasi wartawan Cenderawasih Pos, terkait kejadian tersebut membenarkan.
 Kanit Lantas Polsek Jayapura Selatan, Iptu Safrudin mengatakan bahwa kecelakaan yang terjadi Sabtu (7/12) siang kemarin, diduga karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor Honda Beat PA 5996 RJ saat mencoba melambung kendaraan di depannya.
 Diduga akibat pengaruh minuman keras, keduanya tidak bisa mengendalikan laju kendaraan, sehingga tabrakan keras terjadi. IDY tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, sehingga keluar jalur dan langsung menabrak korban hingga tewas terlindas di bawah kolong mobil. Dalam waktu hampir bersamaan juga mobil menyenggol Sepeda motor Honda Vario PA 3350 RI yang berada di belakang korban yang meninggal.
  Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, AKP Muhammad Akbar membenarkan kejadian tersebut. Diungkapkan bahwa akibat kejadian tersebut dua orang anggota Brimob Polda Papua menjadi korban, satu diantaranya meninggal dunia dan satunya lagi masih dalam keadaan kritis.
Berdasarkan keterangan saksi Nando (29) di tempat kejadian perkara (TKP), kejadian bermula saat mobil bank sampah berjalan dari arah Koya, distrik Muara Tami menuju ke Kota Jayapura sesampainya diujung Jembatan merah sopir hilang kendali. Sehingga menyebabkan mobil oleng dan menabrak pembatas tengah Jembatan. Akibatnya mobil terbalik dan tanpak depan mobil hancur.
 Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda, mengungkapkan laka maut ini terjadi dini hari kemarin, sekira pukul 01.00 WIT.. Peristiwa ini berawal saat korban melaju dari dari arah Waena tujuan Abepura dalam pengaruh miras.
 Ketua RAPI Daerah Papua Muhammad Fahri, ST, MT mengatakan bahwa, latihan Water Rescue yang digelarkan itu bertujuan untuk memberikan edukasi serta membagikan pengalaman dari Basarnas terkait pertolongan pertama ketika terjadinya hal tidak diinginkan terjadi terhadap wisatawan yang berkunjung ke pantai.
“Jadi benar telah terjadi kecelakaan di Sp2, Jalan Cenderawasih tepatnya di depan Meubel Galonta antara mobil R6 dengan pejalan kaki. Korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP),” kata AKP Boby melalui sambungan telepon.
“Jadi sementara kejadian tersebut kami duga kecelakaan lalulintas murni kemudian terlibat antara pejalan kaki atau penyeberang dengan roda 2 (yang dikendarai Anis-red) karena ditemukan banyaknya serpihan-serpihan atau bekas-bekas goresan dan patahan-patahan kendaraan roda 2 yang kami temukan,” kata AKP Boby
 Namun di saat yang bersamaan Theo Aliknoe datang menggunakan sepeda motor Honda CRF PA 4846 RR, dari Arah Kamkey menuju Tanah Hitam dengan kecepatan tinggi, dan dalam pengaruh minuman beralkohol. Karena jarak yang berdekatan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
  Kapolsek Jayapura Selatan (Japsel) AKP Beddu Rachman membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pasca kejadian kedua korban telah dilarikan ke RS Angkatan Laut, untuk mendapat perawatan medis.
 Dijelaskan, Kasat Lantas Polresta Jayapura AKP Baharudin Buton, setiap tahun jumlah kendaraan di Kabupaten Jayapura terus mengalami peningkatan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
 Menurut keterangan Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda, peristiwa kecelakaan tunggal itu bermula korban bernama E. Sepinus B. Deal bersama teman boncengannya almarhum Dipitung Yevince Mallo datang dari arah jalur alternatif menuju Furia Kotaraja menggunakan sepeda motor honda beat warna biru.
 Kecelakaan beruntun ini, menyebabkan 1 orang tewas di tempat yakni sepeda motor Honda CRF bernama Yoseph Ndiken. Sedangkan yang mengalami berat Gabrriella Ndiken (8), anak dari Yoseph Ndiken yang saat itu dibonceng orang tuanya. Sedangkan luka ringan pengendara sepeda motor Yamaha Vega Cleif Glen Maike. Sementara pengemudi mobil tidak mengalami luka.
Dijelaskan, Kapolres Jayapura, awalnya anggotanya mau berangkat kerja menuju Polres Jayapura pada pagi hari menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Beat Street Nomor Polisi PA 2344 JT dan ia informasinya tinggal di sekitaran Waena, Kota Jayapura, namun saat perjalanan menuju Polres Jayapura sesampainya di batas Kota Jayapura dan Sentani
Dijelaskan, identitas Pengemudi Mobil Mitsubishi XPander warna hitam DS 1787 RH an. Brusli Karafir, laki - laki (32/L), dengan kronologis kejadian menurut keterangan saksi - saksi awalnya Mobil Mitsubishi XPander warna hitam DS 1787 RH yang dikemudikan oleh Saudara Brusli Karafir melaju dari arah Sentani menuju kearah Kemiri dengan kondisi mengantuk.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Baharuddin Buton, S.H., menyampaikan, Â korban mengalami cedera kepala berat, luka lecet di pelipis dan wajah kanan, pendarahan dari hidung, mulut, serta telinga dan benturan keras di beberapa bagian tubuh. Korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di RS Yowari.
Ratusan bahkan jumlahnya mencapai ribuan tumpukan unit sepeda motor yang menjadi barang bukti (BB)Â kecelakaan lalu lintas selama ini kini menjadi barang rongsokan di belakang Kantor Lantas Polres Merauke.
  Akibat dari kejadian tersebut pengendara Sepeda motor Yamaha Vixion PA 3107 RB Meninggal Dunia di TKP, sedangkan pengendara Sepeda motor Honda Beat Street PA 5072 BA dibawa ke RSUD Ramela Koya Barat guna mendapatkan perawatan medis.
Sejumlah saksi yang melihat kejadian itu menjelaskan, saat dibonceng sang ibu ke sekolah, bocah berumur kurang lebih 6 tahun ini terlihat mengenakan seragam salah satu sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Mimika.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., Melalui Kasat Lantas AKP Baharuddin Buton, S.H menjelaskan, menurut keterangan saksi dan rekaman CCTV, sepeda motor Honda Beat yang datang dari arah Kemiri menuju Hawai kehilangan kendali dan menabrak Honda Vario yang saat itu keluar dari Bengkel Pangkep Indah. Akibat tabrakan tersebut, kedua pengendara jatuh dan mengalami luka-luka.
Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Honda CRF warna hitam dengan cutting sticker hijau berplat nomor PA 5264 RS dan sebuah truk tangki air warna kuning dengan nomor polisi PA 8980 JA, yang mengakibatkan dua orang terluka dan kerugian material.
Kapolres Biak Numfor, melalui Kasat Lantas Iptu Adhitya Rizki R. Dikav, SIK membenarkan kejadian tersebut. Kejadian Laka Tunggal itu diakibatkan pengendara sepeda motor dibawah pengaruh minuman keras.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke yang menerima laporan terkait dengan kejadian ini langsung merespon dengan menurunkan 2 alut air yakni Rigid Inflatable Boat dan sebuah speed boat untuk menuju ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian korban.
  Kasatlantas itu mengatakan Pihak Polresta Jayapura kota akan terus menerapkan program menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Jayapura. Program itu diharapkan untuk bisa menekan angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di wilayah hukum Polresta Jayapura kota, dengan melalui sosialisasi saat pembuatan SIM dan pembuatan spanduk-spanduk berisi tentang imbauan.
  Berdasarkan keterangan tetangga, Adrian (39) mengatakan, korban saat itu hendak menjemput sang ibu setelah mengikuti apel upacara HUT RI ke-79 di stadion Mandala, kelurahan Imbi Jayapura Utara kota Jayapura.
Kecelakaan kapal masih mewarnai pelayaran di Kabupaten Merauke. Berdasarkan catatan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, selama 6 bulan terakhir terhitung sejak Januari-Juni 2024, tercatat 10 laporan yang diterima oleh Kantor SAR Merauke.
Walaupun ia tidak mengalami luka berat, namun kondisi mobil yang dia kendarai rusaknya cukup parah, karena bodi samping dan depan mobil hancur dan ringsek, karena menabrak tebing, terbalik hingga terjepit di tiang Telkom.
Dijelaskan, untuk korban meninggal dunia di tahun 2023 sebanyak 1 orang, untuk di tahun 2024 sampai saat ini juga memiliki 1 kasus meninggal dunia, sehingga di tahun 2024 ini tidak mengalami peningkatan dalam hal jumlah, sama dengan tahun lalu.
AKP Matheus menyebutkan, truk tersebut mengangkut sebanyak 16 ton Avtur dari arah Poumako menuju kota Timika, Rabu, 17 Juli 2024 pagi. Saat tiba di lokasi kejadian, truk tersebut terbalik usai menghindari satu unit pick up yang melaju kencang dari arah berlawanan.Â
Korban sempat terpelanting lebih dulu sebelum dinyatakan meninggal. Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota Kompol Dian Novita Pietersz menjelaskan bahwa kasus laka lantas ini terjadi antara SPM Yamaha Mio PA 6257 QA dengan mobil Strada Triton PA 8266 AD yang akhirnya Teko meninggal dunia di tempat kejadian.
Angka kecelakaan lalu lintas di Papua juga cukup tinggi. Pada tahun 2022 hingga akhir Juni 2024 terdapat sediktnya 1.758 korban yang meninggal di jalan raya, dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor tadi.Â
 Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Baharudin Buton membenarkan peristiwa Laka tunggal tersebut. Korbannya hanya supir inisial KPR yang mengalami luka di kepala dan telah dilarikan ke RS Dian Harapan untuk diberikan pertolongan.
Ia diduga pulang dalam keadaan mengantuk dan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, sesampainya di lokasi, motor yang ditungganginya menabrak median jalan saat sedang berkendara dari arah bundaran Petrosea menuju SP2 dengan.Â
Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Darwis membenarkan, saat itu, sepeda motor merek Honda CRF warna merah hitam tanpa TNKB yang dikendarai Briptu Paulinus menabrak median jalan.Â
Ketiga jenazah kini masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Dian Harapan Waena. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasat Lantasnya Kompol Dian Novita Pietersz saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan SPM Honda Beat warna putih dengan nomor polisi PA 2462 QB dengan SPM Yamaha Jupiter-MX warna hitam nomor polisi PA 3281 AU yang dikendarai EW (22) bersama penumpangnya RW (22).
  Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaryana, SH, SIK melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK membenarkan laka tunggal yang terjadi tersebut. Menurut Kasat Lantas, laka tunggal ini berawal saat korban mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX D-Tracker No. Pol PA 1006 FT yang saat itu diduga dalam pengaruh minuman beralkohol melaju dari arah selatan ke utara atau dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Lingkaran Brawijaya (Libra).
“Mari kita fokus kepenanganan lalu lintas ini, dan solusi atas pola konflik yang mengikutsertakan komunitas/kelompok. Mengingat berbagai kecelakaan yang terjadi seringkali menyebabkan pola konflik kelompok,” sambungnya.
  Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaryana, SH, SIK melalui Kasi Humas AKP Ahmad Nurung, SH membenarkan laporan tabrakan pejalan kaki tersebut. Kronologi kejadiannya, kata Kasi Humas berawal saat pengendara sepeda motor Yamaha Yupiter Slamet Riyadi melaju dari selatan ke utara di Jl. Raya Mandala Muli. Sesampainya di depan Toko Senyum 5000 berbenturan dengan pejalan Kaki atas nama Anthon Menanti yang pada saat itu hendak menyeberang jalan.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Baharudin Buton saat diwawancarai wartawan Cenderawasih Pos membenarkan, telah terjadi laka lantas seperti yang disebutkan di atas, dimana saat itu kendaraan truk melindas kepala korban hingga meninggal dunia di tempat.
Laka Tunggal tersebut, menyebabkan pengemudi bernama Agus Heri Nasikin (56) tewas lantaran mengalami benturan di kepala dan luka dibagian belakang kepala. Sementara Titin Kartini (52) yang menjadi penumpang mengalami luka berat lantaran mengalami benjolan dan luka di pelipis kiri.
  Tabrakan ini berawal saat salah satu pengendara berinisial LR yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras, hilang kendali dan menabrak pengendara lain dari arah berlawanan dan akhirnya tewas.
Sebenarnya dalam sebelum insiden itu, ada beberapa heli yang konvoi. Rombongan heli yang selamat terdapat Menteri Energi ali Akbar Mehrabian dan Menteri Perumahan dan Transportasi Mehrdad Bazrpash. Mereka yang berada di heli yang berbeda dari yang ditumpangi Raisi langsung menelpon saluran emergensi sesaat setelah kejadian itu.
Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih dalam hal ini Kasat Lantas AKP Lamasi menjelaskan bahwa ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara yaitu tidak menggunakan plat nomor kendaraan sebanyak 16 unit, 5 pengendara tidak memakai helm dan diberikan teguran kepada 35 pengendara.
Kronologi kejadiannya, ungkap KBO Iptu Purwantoro, kejadian bermula saat sepeda motor Yamaha M3 tanpa TNKB yang dikendarai oleh korban yang dalam pengaruh minuman beralkohol melaju dari arah Selatan ke Utara atau dari arah Blorep menuju Kelapa Lima Kondap Merauke.
Sesampainya di Perumahan Angkatan Laut menabrak bagian belakang sebelah kanan dari mobil truck Mitsubhisi Canter Pol PA 9898 GC yang pada saat itu sedang parkir diatas badan jalan. Akibat dari kecelakaan lalu lintas itu,  pengendara sepeda motor terjatuh di atas badan jalan serta mengalami luka-luka dan meninggal dunia di TKP.
Tiga anggota Polres Supiori masing – masing Neles Koibur (36), Marconi Samber (37) dan Keiyopas Anggaraisu (36) akhirnya meregang nyawa usai motor yang digunakan menabrak trotoar. Kecelakaan tunggal merenggut tiga nyawa ini terjadi sekira pukul 01.00 WIT di Kampung Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori pada Selasa 2 April 2024.
 Mereka mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan jalan umum setelah Jembatan Youtefa sampai Pos Polisi Holtekamp, warga disekitar jalan tersebut pun takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tindakan kejahatan maupun kecelakaan yang masih sering terjadi sepanjang jalan tersebut.
  Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaryana, SH, SIK, melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK membenarkan kecelakaan antara Truk Fuso dan Sepeda Motor yang menyebabkan pengendara motor meninggal dunia.
 Operasi Keselamatan Cartenz 2024 kali ini dilaksanakan dalam bentuk Operasi Kepolisian Terpusat sebagai bagian dari program aksi keselamatan jalan yang melibatkan lembaga terkait. Dan operasi ini diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran yang melibatkan segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata di jalan raya.
  Soeparmanto mengatakan laka maut tersebut memberikan warning bagi pengguna jalan yang lain, berkendara wajib menggunakan helm, serta patuh dengan aturan lalu lintas, sehingga tidak berdampak fatal, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
 Kapolsek Abepura. AKP. Soeparmanto mengatakan kejadian itu berawal sepeda motor (SPM) honda beat streat dengan nomor polisi PA 3269 QE, yang dikendarai korban dengan membawa 3 orang penumpang, datang dari arah Entrop menuju Tanah Hitam, Distrik Abepura, setibanya di TKP sepeda motor yang dikendarai korban tersebut mencoba melambung truk molen melalui lajur kanan, atau mendekati garis batas lalu lintas.
 Bermula mobil Toyota Rush PA 1474 DT yang dikendarai AM dari arah ring road menuju pasar Otonom, dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di tempat kejadian, AM yang ketika itu berkendara dalam keadaan pengaruh minuman keras (Miras) tampaknya hilang kendali, sehingga menabrak pengendara sepeda motor CB150 dan Honda CRF. Akibatnya kedua pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia.
 Benturan hebat membuat remaja tersebut mengalami luka serius di bagian dada maupun kepala. Iapun meregang nyawa usai dibawa ke rumah sakit. Terkait ini Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota Kompol Dian Novita Pietersz menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang terjadi di Jl. SPG - Taruna Bakti Waena.
  Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus Laka tunggal di Distrik Pyramid. Saat ini para korban kecelakaan telah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis.
 Saat itu sopir Daihatsu Ayla dengan nomor polisi PA 1571 RI dibawa oleh YW (48) dengan seorang penumpang berinisial AA (18). Diketahui YW ketika itu mengemudi dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.
Dan lagi-lagi diakibatkan karena diduga pengendara motor dalam keadaan dipengaruhi minuman keras. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasi Humas Iptu Muh. Anwar saat dikonfirmasi menerangkan bahwa 1 Januari kemarin ada dua kecelakaan yang berujung tewasnya dua pengendara.
  Terkait kejadian kecelakaan ini Kapolres memberi atensi khusus, dimana ia meminta anggotanya untuk melakukan patroli lebih intens guna memastikan minuman keras tidak menjadi biang terjadinya kecelakaan.
 Selain itu, ada 456 orang mengalami luka berat dan 1.273 luka ringan. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor Mackbon didampingi Wakapolresta AKBP Deni Herdiana dalam giat refleksi akhir tahun 2023 di Aula Mapolresta Jayapura Kota, Jumat (22/12) siang.
Kasus laka maut ini kini ditangani unit Lakalantas Polsek Muara Tami yang mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia dan penumpangnya alami luka berat. Kejadian laka maut tersebut terjadi di KM.13 Jalan Holtekamp Distrik Muara Tami pada Rabu (20/12) malam.
Ia melajukan SPM Honda Beat Street nomor polisi PA 2737 RK dengan kecepat tinggi hingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya kemudian menabrak satu unit mobil dump truck Mitsubishi nomor polisi PA 8658 AG yang diparkir di sebelah kiri jalan. Sopir truk bernama Agus (36) memilih berhenti dan parkir karena alami ban pecah.
Kapolsek Muting menjelaskan laka kerja tersebut terjadi karena lalainya mengakibatkan orang meninggal dunia yang terjadi Pada hari Senin 11 Desember 2023 sekitar pukul 17.00 Wit di areal PT. Berkat Cipta Abadi Blok VI Jalur 6/4 Distrik Ulilin Merauke
 Namun untungnya setelah dicek ternyata sopir hanya mengalami luka – luka dan saat itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit. Kejadian ini terjadi pada Rabu (13/12) sekira pukul 08:45 WIT di Jl Buper Waena.
Kapolsek Muting menjelaskan laka kerja tersebut terjadi karena lalainya mengakibatkan orang meninggal dunia yang terjadi Pada hari Senin 11 Desember 2023 sekira pukul 17.00 Wit di areal PT. Berkat Cipta Abadi Blok VI Jalur 6/4 Distrik Ulilin Merauke
 TKP pertama terjadi saat menjelang jam 12 malam di Jl. Jembatan Youtefa, tepatnya di tikungan tidak jauh dari Pos Terpadu Jembatan Youtefa. Pada kecelakaan ini mengakibatkan pengendara SPM Honda Beat nomor polisi PA 5983 JF bernama Yoram langsung meregang nyawa, sementara penumpangnya Alda mengalami luka-luka.
Dan kebanyakan yang menjadi korban adalah pengendara roda dua. Dari catatan inilah ia bersama timnya menggelar razia kendaraan roda dua yang melanggar lalu lintas secara kasat mata dalam rangka melajutkan program KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan).
  “Sopir RW ini memang sempat kabur dan sempat dilakukan pengejaran dan akhirnya kami bertemu pihak keluarga dan keluarga menjamin akan menghadirkan pelaku,” kata Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Dian Novita Pietersz, Senin (23/10).
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen,.S.IK., MH melalui Kasat Lantas Iptu Baharudin Buton, SH saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi kasus kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.
DM (31)meregang nyawa setelah motor Satria FU PA 5036 AT yang dikendarainya tidak bisa dikendalikan akibat kecepatan tinggi, sehingga menabrak pembatas jalan yang membuat korban atau pengendara terpental mengenai pohon yang berada di tengah pembatas jalan.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., M.H melalui Kasat Lantas Iptu Baharuddin Buton, S.H saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Insiden ini melibatkan sebuah Mobil Toyota Avanza warna hitam DD 1296 GX yang menabrak seorang pejalan kaki.
 Sebelumnya AT diketahui melakukan freestyle, namun motornya kebablasan dan menghantam truk yang sedang antri solar di SPBU APO. Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota Kompol Dian Novita Pietersz menjelaskan dari keterangan saksi, menyebut jika motor yang dibawa korban adalah Yamaha Vega dan tanpa plat nomor.
  Kejadian kecelakaan itu sendiri terjadi pada Minggu (24/9) sekira pukul 03.30 WIT. Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Dian Novita Pietersz menyampaikan bahwa status pelaku yang diketahui berinisial I kini menjadi tersangka.
Kecelakaan itu bermula dari KA Argo Semeru mengalami anjlok sehingga membuat beberapa kereta keluar jalur. Berselang beberapa waktu kemudian, sebelum KA Argo Semeru berhasil dievakuasi, muncul KA Argo Wilis dan kemudian menyerempet kereta KA Argo Semeru.
 Di saat yang sama sekira pukul 09.40 WIT datang iring – iringan Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdhani Hidayat yang saat itu hendak melintas. Karena melihat langsung korban tergeletak iapun spontan turun dan ikut membantu.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom menjelaskan, kejadian bermula ketika Wakapolda Papua beserta rombongan dalam perjalanan dari Kota Jayapura menuju ke Gedung Papua Youth Creative untuk mendampingi acara RI 2. Tiba-tiba, di depan rombongan, terjadi kecelakaan antara dua pengendara sepeda motor.
Diduga korban dalam pengaruh minuman keras saat kejadian kecelakaan ini terjadi di Jembatan Youtefa, tepatnya tidak jauh dari Pos Jembatan Youtefa Distrik Jayapura pada Selasa (10/10) dini hari sekira pukul 02.30 WIT.
 Kapolsek Muara Tami AKP T. B. Silitonga menjelaskan bahwa bahwa korban pada Senin (9/10) saat itu mengendarai sepeda motor merk Honda CB 150 R tanpa plat nomor dan kejadian tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Lantas Iptu Baharuddin Buton, SH ketika dikonfirmasi wartawan Cenderawasih Pos, Selasa (10/10) kemarin membenarkan kasus kecelakaan yang melibatkan mobil dan motor, dimana usai kejadian pengemudi mobil langsung mengamankan diri ke Mapolres Jayapura.
Dari informasi sementara yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.15 WIT. Pesawat tersebut mengalami rem blong saat hendak take-off  atau tinggal landas dari Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Lantas Iptu Baharuddin Buton, SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 10 lainnya luka - luka.
Pengemudi mobil Avanza diduga dalam pengaruh Miras. “Pengemudi seperti lagi mabuk, karena mobil yang dia bawa jalannya zig zag makanya terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Kurangnya kesadaraan masyarakat dalam tertib berlalu lintas, pengaruh minuman keras, maupun kondisi jalan yang licin dan factor lainnya, sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya. Meski aparat kepolisian seringkali melakukan razia untuk tertib berlalu lintas, tetap saja masih terjadi kasus kecelakaan lalu lintas.
  Benturan hebat tak terelakkan ketika mobil DS 1821 AF ini menghantam beton jembatan usai berupaya menghindari seorang pengendara motor. Alhasil korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal dunia.
JAYAPURA – Kecelakaan maut terjadi di Nabire pada Jumat (28/4) kemarin. Dua unit motor baku hajar dan mengakibat lima orang tewas. Diduga penyebab kecelakaan ini akibat minimnya penerangan baik dari kendaraan yang bertabrakan maupun lampu jalan.