Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi penanda dalam kalender nasional. Ia juga menjadi ruang refleksi tentang kerja, upah, dan kehidupan yang berjalan di antara keduanya. Di balik peneta
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor. Pertama, Program Rumah Murah untuk Buruh. Salah satu janji utama adalah pembangunan satu juta ru
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol mengatakan, salah satu alasan nikah massal yang dilakukan tersebut karena masih banyak guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke yang be
Kepala Kemenkum Papua, Anthonius Ayorbaba menyatakan bahwa pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas terkait atau pemegang merek lokal seperti “Colo Sagu” untuk menjadi inisiator dalam memperingati hari tersebut. Hal ini i
Bupati Jayawijaya Atenius Murib SH, MH menyatakan habis gelap terbitlah terang, hal ini bisa dilihat saat ini wanita indonesia bisa berkarir dimana saja dengan berbagai profesi baik itu Dokter, Pimpinan perbankan, Kepala Dinas bahkan pendet
Plt Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs Tinggal Wusono, M,AP menyatakan pertama -tama atas nama pemerintah mengucapkan selamat memperingati hari Otsus Papua yang ke 30 tahun 2026, tentunya pemerintah Kabupaten Jayawijaya tetap akan mempedom
Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dengan pesan yang lugas: mengakhiri budaya seremoni dan memperkuat kemandirian fiskal. Bertempat di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua Tengah,
Menurut Susi, Kartini menulis kepada banyak sahabat dari berbagai latar belakang. Di antaranya Rosa Abendanon, Jacques Henri Abendanon, dan Stella Zeehandelaar. Juga tokoh-tokoh lain, seperti Ovink-Soer, hingga Hilda G.
Jarum jam menunjuk pukul 20:13 WIT. Malam merambat pelan di Jayapura, tetapi di sebuah ruangan berukuran 10 x 6 meter, waktu seolah berhenti. Tak ada suara notifikasi, tak ada cahaya layar ponsel. Yang terdengar hanya is
Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni,melainkan perayaan keberanian perempuan Tolikara,yang setiap hari berjuang dalam diam. Mereka adalah mama-mama, yang bangun sebelum matahari terbit,menggendong noken,menjaga