Gebrakan 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Willem Wandik ­- Yotam Wonda

Salah satu gebrakan yang menarik perhatian adalah penyusunan RIPO (Rencana Induk Pengembangan Objek) Wisata dan peta destinasi Kawasan Injil Masuk Tolikara. Langkah ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata sejarah dan religi yang menjadi identitas kuat daerah tersebut.

Perencanaan tidak akan berarti tanpa pengawasan. Oleh karena itu, BAPPEDA secara rutin melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) APBD 2025, baik melalui monitoring meja maupun lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi antara apa yang direncanakan dengan realisasi di lapangan. Selain itu, dengan sinkronisasi Renstra di setiap OPD yang kini selaras dengan visi-misi daerah, Kabupaten Tolikara optimis menatap tahun-tahun mendatang dengan tata kelola pemerintahan yang lebih terstruktur.

Baca Juga :  Sepakati Langkah Bersama Perkuat Penegakan Hukum dan Perlindungan Anak

Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Perubahan signifikan mulai dirasakan masyarakat, khususnya di sektor perumahan dan infrastruktur dasar. Pemerintah Kabupaten Tolikara terus memacu pembangunan kawasan permukiman guna meningkatkan taraf hidup warga. ​Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Tolikara telah meletakkan fondasi kuat melalui beberapa program strategis, di antaranya: Hunian Layak: Pembangunan 50 unit rumah layak huni tipe 45 yang diperuntukkan bagi masyarakat, Energi untuk Rakyat: Perluasan jaringan listrik (JTM dan JTR) sepanjang 12 KM, serta dukungan penuh terhadap operasional PLTD Karubaga melalui penyediaan angkutan BBM yang konsisten, penyediaan readiness criteria untuk pembangunan 370 unit rumah sehat melalui skema Inpres, serta kelanjutan pembebasan lahan tahap III untuk RSUD Karubaga.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas, 30 anggota DPRD Kab.Puncak Jaya Ikuti Orientasi

Salah satu gebrakan yang menarik perhatian adalah penyusunan RIPO (Rencana Induk Pengembangan Objek) Wisata dan peta destinasi Kawasan Injil Masuk Tolikara. Langkah ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata sejarah dan religi yang menjadi identitas kuat daerah tersebut.

Perencanaan tidak akan berarti tanpa pengawasan. Oleh karena itu, BAPPEDA secara rutin melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) APBD 2025, baik melalui monitoring meja maupun lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi antara apa yang direncanakan dengan realisasi di lapangan. Selain itu, dengan sinkronisasi Renstra di setiap OPD yang kini selaras dengan visi-misi daerah, Kabupaten Tolikara optimis menatap tahun-tahun mendatang dengan tata kelola pemerintahan yang lebih terstruktur.

Baca Juga :  Kunjungi SMK Negeri 4 Yapsi, Dengar Langsung Aspirasi Guru dan Siswa

Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Perubahan signifikan mulai dirasakan masyarakat, khususnya di sektor perumahan dan infrastruktur dasar. Pemerintah Kabupaten Tolikara terus memacu pembangunan kawasan permukiman guna meningkatkan taraf hidup warga. ​Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Tolikara telah meletakkan fondasi kuat melalui beberapa program strategis, di antaranya: Hunian Layak: Pembangunan 50 unit rumah layak huni tipe 45 yang diperuntukkan bagi masyarakat, Energi untuk Rakyat: Perluasan jaringan listrik (JTM dan JTR) sepanjang 12 KM, serta dukungan penuh terhadap operasional PLTD Karubaga melalui penyediaan angkutan BBM yang konsisten, penyediaan readiness criteria untuk pembangunan 370 unit rumah sehat melalui skema Inpres, serta kelanjutan pembebasan lahan tahap III untuk RSUD Karubaga.

Baca Juga :  Pemkab Tolikara Raih Penghargaan UHC Award 2023

Berita Terbaru

Artikel Lainnya