Ny. Elisabet Flassy Wandik Terima Penghargaan Nasional

Program Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menjadi salah satu fokus utama. Program ini memastikan ibu hamil memperoleh pendampingan kesehatan, pemeriksaan rutin, vitamin, serta edukasi gizi yang memadai. Selain itu, program Sarapan Sehat Anak Sekolah, penguatan Posyandu, pemberian makanan bergizi bagi kelompok rentan, serta pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan terus diperluas hingga menjangkau daerah-daerah pedalaman.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena dicapai di wilayah yang memiliki 46 distrik dan 541 kampung dengan kondisi geografis yang menantang. Untuk menjangkau masyarakat, para kader dan petugas kesehatan harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat, sungai, hingga penerbangan perintis ke wilayah-wilayah terpencil.

Usai menerima penghargaan, Ny. Elisabet flassy Wandik mengaku terharu dan tidak menyangka program yang baru berjalan sekitar satu tahun lebih tersebut mampu menarik perhatian nasional. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Tolikara yang memiliki semangat yang sama untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Omicron Sudah Masuk Merauke

Ia menegaskan bahwa perjuangan melawan stunting bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa. Setiap anak yang tumbuh sehat hari ini adalah pemimpin, inovator, guru, tenaga kesehatan, dan penggerak pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Selain fokus pada kesehatan keluarga, TP PKK Tolikara juga mendorong penguatan ketahanan pangan lokal melalui Festival Sagu dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi masyarakat. Langkah ini menjadi contoh bagaimana kearifan lokal dapat dipadukan dengan program pembangunan modern untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri. Sementara itu, Bupati Tolikara, Wilem Wandik,S.Sos memberikan apresiasi tinggi atas penghargaan yang diraih TP PKK Tolikara.

Baca Juga :  Bupati Kunjungan Kerja ke Apawer Hulu

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tolikara. Visi tersebut telah dituangkan dalam berbagai program pembangunan daerah yang sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Program Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menjadi salah satu fokus utama. Program ini memastikan ibu hamil memperoleh pendampingan kesehatan, pemeriksaan rutin, vitamin, serta edukasi gizi yang memadai. Selain itu, program Sarapan Sehat Anak Sekolah, penguatan Posyandu, pemberian makanan bergizi bagi kelompok rentan, serta pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan terus diperluas hingga menjangkau daerah-daerah pedalaman.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena dicapai di wilayah yang memiliki 46 distrik dan 541 kampung dengan kondisi geografis yang menantang. Untuk menjangkau masyarakat, para kader dan petugas kesehatan harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat, sungai, hingga penerbangan perintis ke wilayah-wilayah terpencil.

Usai menerima penghargaan, Ny. Elisabet flassy Wandik mengaku terharu dan tidak menyangka program yang baru berjalan sekitar satu tahun lebih tersebut mampu menarik perhatian nasional. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Tolikara yang memiliki semangat yang sama untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Daerah Diminta Tetap Perhatikan Prokes Ketat

Ia menegaskan bahwa perjuangan melawan stunting bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa. Setiap anak yang tumbuh sehat hari ini adalah pemimpin, inovator, guru, tenaga kesehatan, dan penggerak pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Selain fokus pada kesehatan keluarga, TP PKK Tolikara juga mendorong penguatan ketahanan pangan lokal melalui Festival Sagu dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi masyarakat. Langkah ini menjadi contoh bagaimana kearifan lokal dapat dipadukan dengan program pembangunan modern untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri. Sementara itu, Bupati Tolikara, Wilem Wandik,S.Sos memberikan apresiasi tinggi atas penghargaan yang diraih TP PKK Tolikara.

Baca Juga :  Bupati Kunjungan Kerja ke Apawer Hulu

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tolikara. Visi tersebut telah dituangkan dalam berbagai program pembangunan daerah yang sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya