Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Sidang BPL GIDI Pusat 2026
JAYAPURA– Semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat terus dibangun di Kabupaten Tolikara. Menjelang pelaksanaan Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pusat Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Klasis Kanggi, Distrik Kanggime pada pertengahan bulan November 2026, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tolikara mengajak mama-mama kampung membuka lahan pertanian baru dan menanam berbagai jenis sayuran sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sosialisasi yang berlangsung di Aula Klasis Kanggi pada Selasa (28/7) ini diikuti dengan antusias oleh mama-mama dari Klasis Kanggi, Klasis Gilobandu, Bakal Calon Klasis Abur Yumaga, serta sejumlah klasis tetangga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut ribuan peserta BPL GIDI Pusat, sekaligus membangun kesadaran bahwa keberhasilan sebuah perhelatan besar gerejawi harus ditopang oleh kekuatan pangan lokal yang diproduksi oleh masyarakat sendiri.
Ketua GOW Kabupaten Tolikara, Ny. Reni W. Wonda, A.Md.Sos, mengatakan kegiatan tersebut merupakan arahan Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabeth F. Wandik, yang mendorong seluruh organisasi perempuan untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal.
Menurutnya, GOW hadir bukan hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga membangun semangat kemandirian masyarakat melalui pertanian yang produktif.
“Kami diutus untuk mengajak masyarakat menanam berbagai jenis sayuran seperti wortel, sawi, kol, daun bawang, bawang merah, dan bawang putih sebagai persiapan menyambut BPL GIDI Pusat. Kami ingin kebutuhan pangan pada kegiatan besar nanti dapat dipenuhi dari hasil kebun masyarakat Tolikara sendiri,” ujarnya.
Reni menjelaskan bahwa hasil panen masyarakat nantinya akan dibeli langsung oleh panitia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta BPL GIDI Pusat. Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepastian pasar sekaligus kesempatan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami ingin mama-mama memiliki semangat untuk berkebun karena hasil panennya akan kami beli. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan sekaligus mendukung suksesnya pelaksanaan BPL GIDI Pusat,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang telah memiliki hasil panen agar menjualnya melalui dapur Sarasehan yang telah disiapkan panitia di Nabunage dan nantinya juga akan dibuka di Kanggime, sehingga hasil pertanian masyarakat dapat langsung terserap.
Sementara itu, Sekretaris II GOW Kabupaten Tolikara, Ny. Yani Oematan, mengatakan sosialisasi tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan keberadaan GOW kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa GOW merupakan wadah yang menghimpun berbagai organisasi perempuan dari gereja maupun organisasi kewanitaan lainnya di Kabupaten Tolikara untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. (diskomdigi)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q