“Lebih banyak tempat di tanah Papua ini, kalau satu bikin kios, yang lain mau beli itu jalan putar jauh sekali, mereka tidak mau ke situ. Malah kita sebarkan keburukan untuk menjatuhkan. Ini makanya kita sendiri susah,” ungkapnya. Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan komunitas lain yang memiliki solidaritas ekonomi sangat kuat, di mana satu sama lain akan saling mempromosikan dan mendukung usaha kerabatnya agar sama-sama maju.
Oleh karena itu, ia meminta pemuda Heram untuk membuang jauh-jauh sifat saling menjatuhkan kemudian baku patok dan menggantinya dengan semangat saling menopang baku dukung. Pasalnya, jika terus mempertahankan ego, rasa iri hati, dan saling membunuh karakter, maka anak-anak asli Papua hanya akan menjadi penonton di atas tanahnya sendiri. Hanya merugikan diri sendiri dan kelompok. Jadi sekali lagi, Kaka Jose mengingatkan untuk lebih baik saling mendukung, menularkan energi positif dan percaya jika anak-anak Papua juga bisa bangkit lebih baik.
“Pemuda Heram jangan baku patok , harus baku dukung. Kita baku bunuh, baku tidak senang, iri hati orang lain bikin kios, orang lain membangun, kita tinggal saja jadi penonton. Jangan begini terus, mindset harus dibuat lebih positif dan saling support,” tegasnya. Sementara dari kegiatan yang dimulai dari sore hingga malam hari dengan durasi kurang lebih 3 jam ini, Kaka Jose juga membagikan sejumlah buku hasil tulisannya sendiri kepada para pemuda yang hadir.
Buku-buku tersebut mengulas tentang manfaat hidup serta pengembangan potensi diri generasi muda, yang dikemas lewat berbagai sajian cerita inspiratif. Buku tersebut diberikan secara gratis melalui sesi kuis interaktif bagi mereka yang menyimak materi dengan baik. Berkat pertanyaan yang disiapkan tergolong mudah dan dekat dengan materi pembekalan, para pemuda maupun pemudi tampak antusias dan menjawab seluruh pertanyaan dengan benar.
Selain mendapatkan buku secara cuma-cuma, para pemenang kuis juga berkesempatan mendapatkan tanda tangan langsung dari Jose Alvan Ohei di lokasi acara. Sementara Kepala Distrik (Kadistrik) Heram, Luis Hendrik Membri, memberikan sambutan terakhir sekaligus menutup rangkaian acara resmi. Luis menyampaikan apresiasi yang tinggi atas jalannya kegiatan dan komitmen para pemuda yang memilih rumah adat (Obhe) sebagai pusat pergerakan dan tempat menimba ilmu.